Monday, August 10, 2020

Penyaluran Bansos Terlambat, Pemprov Sumut Tegur Pemkab Madina, Anggota DPRD Sumut Fahrizal Efendi Nasution " Kecewa "



Binasumut News - Panyabungan


Penyaluran Bansos Terlambat, Pemprov Sumut Tegur Pemkab Madina 
Anggota DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution, SH " KECEWA "


Finalisasi penyaluran bantuan sosial tahap I dari Pemprov Sumut di Madina terus molor. 

Pihak Pemprov Sumut pun sudah dua kali melayangkan Surat Teguran kepada Gugus Tugas Pemkab Madina.

Akibatnya, Anggota DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution, SH mengungkap rasa kecewa kepada Pemkab Madina selaku penyalur.

" Pembaguan bansos Prov di Madina berlarut, dapat teguran 2 kali, hak masyarakat miskin ditelantarkan, apakah masih layak dilanjutkan? " demikian Fahrizal menulis di akun facebooknya, Senin (10/8/2020).

Berdasar, bantuan bahan pangan untuk rakyat itu seharusnya sudah tuntas tersalurkan 29 Juni 2020 lalu di Madina.

Itu artinya Pemkab Madina selaku penyalur sudah terlambat 1 bulan lebih.

Pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) sudah melayangkan dua surat teguran kepada Gugus Tugas Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina).

Pemprov Sumut mendesak agar Gugus Tugas Pemkab Madina segera menuntaskan penyaluran.

Dinas Ketahanan Pangan Sumut dalam surat Teguran I kepada Pemkab Madina tanggal 26 Juli 2020 lalu menyebutkan bahwa realisasi penyaluran di Madina masih 43.415 paket dari total 54.225 paket atau masih 80.06 %.

Bahan pangan itu dalam satu paket adalah berupa beras, mie instan, minyak makan dan gula putih. Jumlah kepala keluarga yang ditetapkan sebagai penerima berjumlah 54.225 rumah tangga.

Bantuan bahan pangan ini merupakan program Penananganan Jaring Pengaman Sosial dari Recofussing I bersumber dana dari APBD Sumut TA 2020 dalam rangka mengantisipasi dampak sosial Covid19 di seluruh Sumut.

Penyaluran di Madina sendiri dimulai sejak tanggal 4 Juni 2020.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Madina, Alamulhaq Daulay menjawab Mandailing , Senin (10/8/2020) menyatakan kedala penyaluran saat ini akibat pasokan mie instan belum semuanya masuk ke Gugus Tugas Madina.

Dia menyebutkan kecamatan yang belum tersalur adalah Kecamatan Panyabungan.

Oleh : Sakban Azhari Lubis





Friday, August 7, 2020

Kejaksaan Diminta Usut Dana Desa Hutarimbaru UP



Binasumut News - Panyabungan


*Kejaksaan Diminta Usut Dana Desa Hutarimbaru UP  



Pengurus Gerakan Aksi Mahasiswa Sumut (GERAMSU), meminta Kejaksaan Panyabungan maupun BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Sumatera Utara (Sumut) untuk mengusut Dana Desa di Desa Hutarimbaru Kecamatan Ulu Pungkut tersebut diduga Di Mark - Up oleh Kepala desa.

" Kita mau Kejaksaan Panyabungan dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumut untuk turun mengaudit ADD Hutambaru UP  kita duga dana nya itu di mark up kadesnya, " ucap Ketua Umum GERAMSU Aulia Ginting kepada redaksi, Sabtu (8/8)

Ketua Umum Geramsu ini juga menambahkahkan jika dana anggaran TA 2018 maupun 2019 tersebut menurut informasi yang mereka dapat, banyak kegiatan pengerjaan proyeknya di duga telah di Mark - Up, antara lain :

Seperti kegiatan TA 2019 di Desa Hutarimbaru UP Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp Rp. 124 jt
Pengelolaan Perpustakaan Milik Desa (Pengadaan Buku-buku Bacaan, Honor Penjaga untuk Perpustakaan/Taman Bacaan Desa Rp 10 juta 
Terselenggaranya Operasional Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa Lainnya Rp. 40 juta 
Pelatihan Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan Rp 10 juta.

Ia berharap agar Penegak Hukum maupun BPK sumut cepat tanggap prihal mengenai Anggaran Dana Desa ini yang di duga telah di mark up oleh kepala desa dan anggota anggota nya.

Untuk itu baginya, BPK Sumut segera Turun langsung ke lapangan dan mengintrogasi Kades di Kecamatan Ulu Pungkut Kabupaten Mandailing Natal

" Saya minta BPK Sumut segera audiet ADD nya, dan introgasi kepala desa itu, jika benar demikian adanya, kades tersebut sudah tidak mengindahkan himbauan pak Jokowi, yang ingin mensukseskan negeri ini dimulai dari desa, " cetus Aulia berapi - api

Perlu diketahui, setiap pengerjaan suatu proyek setidaknya wajib menaati Undang Undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi publik


Oleh : Sakban Azhari Lubis

Kades Sabajior Diduga Mark - Up ADD



Binasumut News - Panyabungan


 Kades Sabajior Diduga Mark-Up Anggaran MCK 


Pembangunan tempat Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) di Desa Sabajior, Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) disorot warga, diduga mark-up.

Proyek yang bersumber anggara Dana Desa – APBN 2019 dinilai tidak logis dan terkesan aneh. Pasalnya, bangunan MCK yang hanya beberapa meter menelan anggaran RP 193.886.000 di Desa Sabajior 

“ Menurut kita, pagu anggaran untuk MCK ini terlalu mahal, khawatir adanya dugaan indikasi mark-up harga, dan mengambil keuntungan memperkaya diri sendiri ” Kata warga yang enggan ditulis namanya kepada awak media, Kamis (6-8).

Ia menambahkan, hal ini perlu perhatian dari pihak Inspektorat Madina maupun kejaksaan madina agar memanggil kepala Desa Sabajior maupun mafia desa yg bermaian agar ada efek jera dan tidak menjadi persoalan hukum dikemudian hari.

Sementara Kades Sabajior sampai berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. 


Oleh : Sakban azhari

Tuesday, August 4, 2020

Generasi Muda Mandailing Diharapkan Tidak Terjebak Dalam Lingkaran Politik Partisan

 Wadih Al - Rasyid/Mahasiswa/Kader HMI Langsa


Binasumut News - Medan



GENERASI MUDA MANDAILING, SEMOGA TIDAK TERJEBAK DALAM LINGKARAN POLITIK PARTISAN
  • Oleh : Wadih Al - Rasyid 

Sedikit menilik eskalasi politik di Kabupaten Mandailing Natal menjelang Pilkada 2020, yang banyak terlibat adalah generasi muda akademisi. Generasi muda yang sedang menempuh perkuliahan atau baru menyelesaikan masa perkuliahan, atau biasanya disebut Fresh Graduate.

Dari ketiga BACALON yang masih eksis sampai hari ini, sebagian besar diantara relawannya adalah rekan-rekan mahasiswa. Bahkan dari salahsatu BACALON independen kala itu, banyak juga rekan mahasiswa di dalam barisan. Kalau kita lihat dari sisi kanan, ini jadi sebuah surplus. Artinya kita di Madina ikut menikmati " Bonus Demografi " yang di prediksi meledak pada 2035.

Melihat kondisi ini, mengingatkan kita pada kalimat "...beri aku 10 Pemuda niscaya akan kugoncangkan dunia" , tentu ungkapan ini sudah sangat familiar di telinga. Bahkan pada sebuah kesempatan Presiden RI Joko Widodo juga mengungkapkan keterlibatan generasi muda atau akrab disapa "MILENIAL" ini adalah bagian krusial dalam keterlaksanaan pembangunan dan tatanan negara. Jadi ini tentu hal positif bagi kita masyarakat Mandailing Natal.

Namun ini juga menjadi momok menakutkan, jika generasi muda berpendidikan ini hanya terlibat sebagai kaum partisan dalam praktik politik di Madina. Kita tentu berharap akademisi muda harapan bangsa ini menjadi tim pemikir, tim pemberi ide bagi setiap BACALON yang mereka dukung. Bisa kita bayangkan, betapa hebatnya Mandailing Natal kedepan jika generasi muda dengan berbagai latar pendidikan ini mengimplementasikan pengetahuan di tanah lahirnya.

Berkaca pada kejadian ini, saya jadi teringat sebuah kalimat motivasi dari tokoh muda generasi 60-an, "Kita, generasi kita, ditugaskan untuk memberantas generasi tua yang mengacau..". Bukan berarti kita harus menjatuhkan atau bahkan membunuh orang-orang tua di kursi pemerintahan, tentu bukan. Kita harus memberantas mereka lewat jalan demokrasi. Hal inipun akan segera terwujud dalam waktu dekat jika dilihat dari pemilu 2019 dimana sebanyak 21% dari calon legislatif adalah golongan umur 21-35 tahun. Periode 2024 tentu akan lebih besar jika kita mampu menjaga ritme generasi ini.

Sejak perhelatan pemilu 2019 pula, kondisi negara gaduh dan perdebatan dimana-mana. Ini tentu tantangan berat bagi generasi muda atau kaum Milenial dengan situasi politik yang terpolarisasi isu yang luar biasa seperti isu agama, sosial budaya, suku, ras, etnik hingga ekonomi yang mulai menjalar ke daerah-daerah. Jadi sangat disayangkan jika generasi ini tak mampu menghadang isu seperti ini di Madina. Bagaimana generasi ini agar tidak terbawa arus polarisasi tersebut dan lebih tertarik untuk peduli terhadap isu-isu yang lebih fundamental seperti Pemerataan Pembangunan, Pemerataan Ekonomi,   hingga Pendidikan yang masih tertinggal.

Lalu siapkah generasi ini bertanggung jawab menjadi bagian dari solusi atas segala permasalahan bangsa ini ?

Monday, August 3, 2020

Rabat Beton : Aparat Hukum Diminta Panggil Kades Aek Nabara Panyabungan Timur




Binasumut News - Panyabungan


Pembangunan proyek Rabat Beton (Jembatan) di Desa Aek Nabara Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal yang menghabiskan dana Ratusan juta rupiah lebih dari  anggaran APBN tahun 2017 dan APBdes mangkrak. 

Untuk itu pihak Kejaksaan Panyabungan diminta untuk mengusut tuntas proyek yang bermasalah ini dan memanggil seluruh orang yang terlibat dalam penanganan proyek ini.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu warga Desa Aek Nabara kepada media ini, Selasa (04/8/2020).

Menurutnya, bahwa pekerjaan rabat beton (Jembatan penghubung) di desa Aek Nabara diduga asal asalan dan untuk mengkelabui masyarakat untuk mengambil keuntungan besar.

Selain itu pembangunan Rabat Beton ini tidak bisa di manfaati oleh warga alias (Mubazir), uang negara sia-sia.

Lanjutnya,  yang menjadi pertanyaan mengapa berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat tidak ada temuan, padahal hasil di lapangan selesai 100 persen pekerjaannya namun tidak jadi temuan pihak aparat hukum.


” Proyek ini menyisakan pertanyaan, ada apa ini? Kalau dilihat berdasarkan hasil di lapangan pekerjaan hanya mencapai 100 persen . Untuk itu kami meminta kepada pihak penegak hukum agar mengusut tuntas masalah anggaran proyek Rabat Beton di Desa Aek Nabara  tahun 2017 Kecamatan Panyabungan timur ” harapnya.

Ia pun berharap agar aparat penegak hukum di Mandailing Natal (Madina) Maupun Poldasu dan Kejatisu dapat mengusut tuntas Proyek rabat beton ini, serta mengintrogasi Kepala Desa Aek Nabara Kec. Panyabungan Timur guna dimintai keterangan.

" Saya meminta kepada Aparat Penegak Hukum di madina, kapoldasu ataupun Kejatisu segera menginvestigasi proyek rabat beton ini, dan mengintrogasi Kades Aek Nabara, tukasnya.

*Sakban Azhari Lubis





































Saturday, August 1, 2020

Kejaksaan Diminta Periksa Kades Ampung Siala Batang Natal





Binasumut News - Panyabungan


Kajaksaan Diminta Periksa Kades Ampung Siala Batang Natal


Dana desa seringkali jadi bancakan (bagi-bagi) oleh Pemerintah Desa. Sebagai contoh, di Desa Ampung Siala , Kecamatan Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal seperti yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB) Desa Ampung Siala
Dalam RAB pertahun 2019 itu, diduga banyak terjadi praktik mark up anggaran dan diketahui banyak kegiatan yang dibagi dalam beberapa item.

Berikut kami rangkum beberapa item yang diduga kuat Kepala Desa dan jajarannya mengambil keuntungan lebih seperti DD anggaran TA 2019 : 


  1. Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp. 494 jt Realisasi Rp. 197 jt
  2. Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp. 78 jt
  3. Peningkatan kapasitas perangkat Desa Rp 15 Juta
  4. Rehabilitasi/Peningkatan Sarana/Prasarana/APE PAUD/ TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa Rp. 51 jt Desa Ampung Siala 


" Moralitas kepala desa kita sudah tidak ada lagi. Dengan data seperti ini, diduga hal hal seperti jadi pemasukan materi bagi kepala desa dan anggota-anggotanya. Jadi cita-cita membangun desa itu sudah terpinggirkan, sebab kepala desa sudah sibuk memperkaya diri sendiri dengan ADD ini,” kata julfian Harahap dari Forum Aspirasi Mahasiswa Sumatera Utara, Minggu (02/8) kepada redaksi di Panyabungan

Ia pun berharap, pengawas dan utamanya penegak hukum lebih aktif dalam menindak kepala desa yang nakal dalam mempermainkan anggaran yang telah dikucurkan pemerintah. Jika tidak, katanya, cita cita membangun Indonesia dari desa seperti yang pernah diungkapkan Presiden Jokowi akan sulit tercapai,alias angan-agan saja.

“Tentu kita berharap, Kejaksaan, Kepolisian dan Inspektorat Madina agar memanggil Kepala Desa Ampung Siala Batang Natal untuk segera di audiet dan mempertayakan Anggran 2018 - 2019,” pungkasnya.



Sakban Azhari Lubis

Gerakan Medan Berkah (GMB) Kurban 3 Ekor Sapi Dan 2 Ekor Kambing

  Sekber Gerakan Medan Berkah (GMB) Wahyu Sitanggang (Kemeja Putih) Tampak Sedang Memegang Hewan Kurban Yang Hendak Akan Disembelih di Jalan Cut Meutia Kec. Medan Polonia, Jum'at (31/7)



Binasumut News - Medan


Gerakan Medan Berkah (GMB) merupakan salah satu relawan dari Calon Walikota Medan Bobby Nasution. Dimana relawan Bobby Nasution yang satu ini turut serta melaksanakan kurban pada idul adha 1441 h, dengan menyembelih 3 ekor sapi serta 2 ekor kambing di beberapa tempat.

Ke lima (5) Hewan kurban yang hendak akan disembelih itu diwakili melalui Sekber Gerakan Medan Berkah (GMB) Wahyu Sitanggang.

Ketua Gerakan Medan Berkah (GMB) melalui Sekretaris GMB Wahyu Sitanggang mengatakan dimana ke lima hewan kurban GMB yang hendak akan disembelih ini berada di sejumlah lokasi, diantaranya satu ekor sapi disembelih di tempat kediaman Ketua GMB Afri Rizki Lubis di Medan Johor, satu ekor sapi di Medan Polonia, dan satu ekor sapi lagi berada di tuntungan.

Baca juga : Gubsu Edy Rahmayadi Himbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Pada Hari Raya Idul Adha

Untuk hewan kurban jenis kambing sendiri disampaikan wahyu sitanggang berada di rumah kolaborasi Sekber Relawan dan Yayasan Rumah Dhuafa Medan.

Tiap tahun memang Afri Rizki Lubis berkurban. Tahun ini kebetulan beliau sebagai Ketua Gerakan Medan Berkah Bobby Nasution, maka tahun ini menyembelih atas nama Gerakan Medan Berkah,” ucap Wahyu Sitanggang kepada redaksi Jum'at (31/7)

Menurut wahyu, hewan - hewan kurban yang disembelih tersebut merupakan amanah dari Calon Walikota Medan Bobby Nasution kepada relawan relawannya untuk selalu hadir ditengah - tengah masyarakat dalam setiap momentum.

" Alhamdulillah hari ini dengan semangat kolaborasi, kita bisa berkurban. Bahkan saat penyembelihan di Sekber Relawan Bobby Nasution, GMB berkolaborasi dengan relawan lain. Ini kekeluargaan yang harus kita perkuat ke depannya, ” tukas Wahyu.

Sementara Calon walikota Bobby Nasution pada idul adha 1441 h tahun ini berkurban dengan menyembelih 10 ekor sapi di kota Medan.

Editor : Firman A Parinduri