Rabu, 26 Agustus 2026

Jantung Bocor, Kenapa Diketahui Ketika Saat Dewasa, Ini Menurut Ahli

Gambar Ilustrasi BinasumutNews

 


BinasumutNews


JANTUNG BOCOR YANG BARU TERUNGKAP SAAT DEWASA: RAHASIA TUBUH YANG PANDAI MENYEMBUNYIKAN SESUATU

 


Oleh : Admin BinasumutNews


BinasumutNews | Kita sering hidup puluhan tahun dengan perasaan bahwa tubuh kita utuh sempurna. Bekerja, berjalan, dan tertawa tanpa curiga ada hal penting yang berjalan lain di dalamnya. Hingga suatu hari pemeriksaan mengungkapkan kejutan yang membuat kita terpana: ternyata kita memiliki apa yang dikenal masyarakat sebagai “jantung bocor”.

 

Bagaimana mungkin ia bersembunyi begitu lama dan baru terlihat saat kita matang? Mari kita pelajari dengan bahasa yang jelas serta pendapat para ahli kedokteran.

 

 

 

🩺 Sebenarnya Apa Itu "Jantung Bocor"?  Bicara Menurut Ilmu

 

Menurut Prof. Dr. dr. Amiliana Mardiani Soesanto, Sp.JP(K), dokter spesialis jantung konsultan dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, istilah awam yang sering kita ucapkan itu sebenarnya merujuk pada penyakit atau gangguan fungsi katup jantung.


Prof. Dr. dr. Amiliana Mardiani Soesanto, Sp.JP (K)

Sumber: ALODOKTER



Secara Sederhana Beliau Menjabarkan Hakikatnya:


✅ Kelainan Penutup: Terjadi ketika satu atau lebih katup jantung tidak dapat menutup rapat atau sempurna sebagaimana mestinya.

✅ Aliran Terbalik/Berkecamuk: Akibat celah itu, darah mengalami kebocoran dan mengalir mundur ke arah yang salah—disebut secara medis regurgitasi. Ini membuat jantung terpaksa bekerja dua kali lebih berat agar sirkulasi tidak terhenti.

✅ Bukan Satu Kondisi Sama: Profesor menegaskan kita tidak boleh menyamaratakan sembarangan—jantung kita terdiri dari empat ruang dan empat katup utama, masing-masing posisi dan kerusakannya punya ciri serta dampak yang berbeda.

 

 

 

Mengapa Bida Terjadi dan Bagaimana Gejalanya Muncul? 

 

Kondisi ini bisa bersumber dari berbagai akar masalah:

 

- Bawaan sejak lahir, bentuknya kadang halus atau kecil sehingga tidak menimbulkan gangguan nyata di masa kecil.

- Perjalanan waktu: Terjadi keausan atau kemunduran fungsi alami (degeneratif) seiring bertambahnya usia.

- Sisa sejarah sakit: Bisa bekas infeksi berat seperti demam rematik yang pernah merusak jaringan halus katup secara permanen di masa lalu.

 

Keluhan yang terasa sangat bervariasi tergantung berat ringannya: mulai dari cepat sekali merasa lelah tanpa sebab jelas, detak terasa tidak tenang atau berdebar, hingga perlahan muncul rasa sesak napas yang bisa perlahan-lahan terasa semakin berat diabaikan.

 

Terkait harapan penyembuhan, ditegaskan pula bahwa: jika kerusakan struktur katup sudah cukup signifikan, obat‑obatan biasa seringkali belum cukup menyelesaikan masalah sampai tuntas. Seringkali diperlukan langkah medis lebih lanjut berupa perbaikan atau penggantian katup agar kinerja kembali kokoh dan aman untuk jangka panjang.

 

 

 

Rahasia Indah Tapi Mengejutkan: Kenapa Baru Diketahui Saat Dewasa? 

 

Ini bagian yang paling membuat kita merenung: mengapa tubuh kita begitu pandai menutupi kekurangan itu hingga kita dewasa?

 

1. Jantung Sangat Setia dan Beradaptasi Luar Biasa

Selama tuntutan hidup belum terlalu berat—saat muda dan tenaga melimpah—ia mampu menyembunyikan beban itu dengan hebat. Ia mengerahkan kekuatan cadangannya, sedikit menebalkan dinding ototnya, mengatur ritme sedemikian rupa sehingga kita tetap bisa berjalan tegak, beraktivitas, dan merasa “sehat saja”.

2. Tanda‑tandanya Sering Disalahartikan

Kita begitu mudah menganggap rasa lelah, berat di dada, atau cepat terengah itu hanya akibat pekerjaan berat, kurang istirahat, atau tekanan pikiran sehari‑hari. Jarang sekali curiga bahwa asalnya dari fondasi yang tidak sempurna itu.

3. Kebenaran Buta Pemeriksaan Terbuka

Tanpa alat canggih dan mata terlatih dokter, rahasia itu tetap tertutup rapat. Baru saat kita berani memeriksakan diri dengan teliti—terkadang karena kebetulan atau terpaksa oleh keadaan—barulah terungkap betapa hebatnya perjuangan yang telah dilakukan organ setia itu selama puluhan tahun.

 

 

 

Pesan Penuh Makna: Seperti Hidup Kita Sendiri

 

Ada pelajaran hidup yang sangat indah yang bisa kita ambil dari mekanisme tubuh ini:

 

Seringkali kita menilai kekuatan hanya dari apa yang terlihat di luar, padahal kemegahan sejati terletak pada kesetiaan yang sunyi. Persis seperti jantung yang diam‑diam menanggung celah dan ketidaksempurnaannya bertahun‑tahun agar kita tetap mampu berdiri—begitu pula banyak manusia di sekeliling kita: terlihat tenang dan biasa saja, padahal sedang berjuang luar biasa melawan hal yang tak diketahui orang lain tanpa pernah mengeluh keras.

 

Maka pelajaran terpenting adalah: kesehatan tidak bisa dinilai sekilas penampilan luar yang cerah. Dengarkanlah isyarat halus tubuhmu sendiri, hargai ketekunannya, dan jangan malu menghadap cermin kebenaran pemeriksaan medis. Karena yang paling berharga bukan seberapa gagah kita terlihat di mata orang lain, melainkan seberapa utuh dan tenang detak kehidupan kita yang sebenarnya.

 

 

 

📚 Sumber Rujukan:

Prof. Dr. dr. Amiliana Mardiani Soesanto, Sp.JP(K) – Pusat Jantung Nasional Harapan Kita


BinasumutNews - Berita Terpercaya dari Sumut

Minggu, 09 Agustus 2026

Di Mata Tuhan Manusia Sama, Di Mata Manusia Berubah!

Ilustrasi BinasumutNews

 



BinasumutNews



MANUSIA DI MATA TUHAN ITU SAMA, TAPI BERUBAH SAAT DI MATA MANUSIA

 

 Oleh: Admin BinasumutNews

 

BINASUMUTNEWS - Pernahkah kita merenungkan satu hal yang paling jujur namun paling sering kita lupakan? Bahwa di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah. Tidak ada perbedaan antara orang kaya dan orang miskin. Tidak ada perbedaan antara pejabat tinggi dan rakyat biasa. Tidak ada perbedaan antara berpangkat dan tidak dikenal. Di mata Tuhan, manusia semuanya sama. Sama derajatnya, sama harkatnya, sama martabatnya. Semua adalah makhluk-Nya yang bernilai sama di hadapan-Nya.

 

Namun, kebenaran yang menyakitkan sering kali terjadi: ketika turun ke mata manusia, kesamaan itu seakan lenyap.

 

 

 

💡 FENOMENA YANG SERING KITA SAKSIKAN

 

Lihatlah di sekitar kita. Sering kali kita menyaksikan hal yang ironis:

 

Ketika berhadapan dengan atasan, pejabat, orang kaya, atau mereka yang berpangkat — sikap kita seketika berubah. Kita bersikap sangat sopan, menundukkan kepala, berbicara dengan lembut, mendengarkan dengan penuh perhatian, bahkan terkadang berlebih-lebihan demi mendapatkan perhatian, keuntungan, atau perlindungan. Sikap seakan-akan mereka adalah manusia yang lebih mulia.

 

Namun berbanding terbalik ketika berhadapan dengan orang-orang yang dianggap "kasta rendah" — orang miskin, pekerja kasar, rakyat kecil, mereka yang tidak memiliki jabatan dan kekayaan. Sering kali suara meninggi, tatapan merendahkan, sikap mengabaikan, bahkan seakan kehadiran mereka tidak berarti apa-apa. Padahal di mata Tuhan, keduanya adalah sama.

 

Mengapa bisa demikian? Karena sering kali manusia menilai bukan dari harkat kemanusiaannya, melainkan dari apa yang dipunyainya, bukan siapa dirinya. Menilai dari jabatan, harta, kekuasaan, dan pengaruh — bukan dari hati, budi pekerti, dan kemanusiaannya.

 

 

 

⚖️ KESEJAJARAN ITU JUGA DIJAMIN OLEH NEGARA DAN HUKUM

 

Kita patut merenung: Tuhan memang menetapkan kesamaan derajat itu, tetapi ternyata negara pun telah menjamin hal yang sama. Bukan sekadar ajaran agama, melainkan sudah tertulis tegas dalam hukum dan dasar negara kita.

 

Pertama, di dalam Undang - Undang Dasar 1945 Pasal 27 Ayat (1):

 

"Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya."

 

Artinya: Di hadapan hukum, seorang presiden sama kedudukannya dengan seorang petani. Seorang pengusaha sama kedudukannya dengan seorang buruh. Tidak boleh ada pembedaan perlakuan atas dasar kekayaan, jabatan, atau keturunan. Semua berdiri sejajar di hadapan hukum. Itu jaminan negara.

 

Kedua, dalam Pancasila - Sila ke Lima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Sila kelima mengandung makna bahwa setiap orang berhak atas perlakuan yang adil, penghormatan yang sama, dan tidak boleh ada perlakuan yang membeda-bedakan atas dasar apa pun. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menuntut kita untuk menghormati hak-hak orang lain, peduli terhadap sesama, dan tidak membiarkan ada ketimpangan yang merendahkan martabat sesama manusia. Keadilan sosial berarti: semua manusia berhak dihargai sama, tanpa melihat siapa dan apa yang dimilikinya.

 

Ketiga, ditegaskan pula dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Di dalamnya disebutkan dengan tegas: "Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang." Artinya: hak untuk dihargai dan diperlakukan sama itu bukan pemberian penguasa, bukan pemberian orang kaya, melainkan anugerah Tuhan sejak manusia lahir ke dunia. Oleh karena itu, tidak ada seorang pun yang berhak merendahkan sesamanya, karena setiap orang membawa martabat yang sama dari Penciptanya.

 

 

 

NAMUN MENGAPA MASIH TERJADI SEBALIKNYA?

 

Faktanya, di kehidupan sehari-hari kita masih sering menyaksikan fenomena yang menyedihkan:

 

- Orang yang berpangkat disambut dengan hormat, sementara yang tidak dikenal diabaikan begitu saja

- Orang yang kaya didengar ucapannya, sementara yang miskin suaranya seakan tidak terdengar

- Orang yang berkuasa diupayakan keinginannya, sementara yang lemah keinginannya diabaikan

- Seseorang diperlakukan bukan berdasarkan siapa dirinya, melainkan berdasarkan apa yang ia miliki

 

Padahal, semua jabatan suatu saat akan berakhir. Semua kekayaan suatu saat akan tertinggal. Semua pangkat suatu saat akan dilepaskan. Yang tersisa hanyalah siapa kita sebagai manusia, bagaimana kita memperlakukan sesama, dan apa yang kita perbuat di hadapan Tuhan.

 

 

 

PENUTUP: KEMBALI PADA KEBENARAN YANG SEDERHANA

 

Pembaca sekalian... 

 

Sikap kita kepada seseorang seharusnya tidak berubah tergantung siapa yang kita hadapi. Sopan santun kita bukan karena ia pejabat, melainkan karena kita memang manusia yang beradab. Penghormatan kita bukan karena ia kaya, melainkan karena setiap manusia berhak dihormati — sebagaimana Tuhan menciptakan semua manusia sama derajatnya.

 

Janganlah kita bersikap lemah kepada yang berkuasa, dan sebaliknya menjadi kasar kepada yang lemah. Itu bukan kebijaksanaan — itu kepalsuan.

 

Sikap yang benar adalah: menghormati yang tua, menyayangi yang muda, dan menghargai SEMUA tanpa memandang siapa mereka. Karena pada akhirnya, saat kita semua dipanggil pulang menghadap Tuhan — tidak ada yang membawa pangkat, tidak ada yang membawa harta, tidak ada yang membawa jabatan. Yang dinilai hanyalah iman, amal, dan bagaimana kita memperlakukan sesama makhluk-Nya.

 

Di hadapan Tuhan, kita semua sama. Dan itulah standar yang seharusnya kita pegang: memperlakukan setiap orang sebagaimana kita ingin diperlakukan — sama, adil, dan penuh penghormatan. Bukan karena takut kepada pangkat, bukan karena mengharap keuntungan dari harta — melainkan karena di mata Tuhan, manusia itu memang sama. Dan hukum negara pun telah menjamin hal yang sama. Semoga kita semua dapat memahami dan melaksanakannya dengan tulus.

 

 

Sumber: UUD 1945 Pasal 27 Ayat (1), Pancasila Sila Kelima, UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM


BinasumutNews - Berita Terpercaya dari Sumut

Senin, 03 Agustus 2026

Kisah Gelap Chen Zhi: Dari Pengusaha Sukses Hinga Ancaman Hukuman Mati!

BinasumutNews
Chen Zhi ditangkap kepolisian Tiongkok 

 


BinasumutNews


CHEN ZHI: SANG PENDIRI KEKUASAAN GELAP DARI PERUSAHAAN MEWAH HINGGA ANCAMAN JERAT HUKUMAN MATI

 

Oleh: Admin BinasumutNews


BINASUMUTNEWS - Nama Chen Zhi pernah disanjung sebagai pengusaha sukses, dermawan, dan pembangun wilayah di Kamboja. Ia mendirikan Grup Prince (Prince Holding Group), perusahaan raksasa yang menaungi bisnis properti, perbankan, pariwisata, hingga infrastruktur. 


Namun di balik kemegahan gedung dan nama besarnya, tersembunyi jaringan kejahatan terorganisir paling berbahaya di dunia: perjudian ilegal, penipuan daring skala global, perdagangan orang, hingga pencucian uang triliunan rupiah. Kini, sosok yang dulu tampak tak tersentuh itu akhirnya jatuh ke tangan hukum dan menghadapi hukuman paling berat.



SIAPA CHEN ZHI DAN BAGAIMANA MEMBANGUN KEKUASAANNYA? 

 

Chen Zhi lahir di Tiongkok, kemudian memperoleh kewarganegaraan Kamboja. Pada tahun 2014 ia mendirikan Prince Holding Group atau Grup Prince, yang dengan cepat tumbuh menjadi salah satu kelompok usaha terbesar di Kamboja. Perusahaan ini terlihat sangat sah dan terhormat:

 

- Membangun gedung pencakar langit, hotel mewah, pelabuhan, dan jalan raya.

- Menjalankan layanan keuangan, rumah sakit, hingga sekolah internasional.

- Sering menerima penghargaan dan berfoto bersama pejabat tinggi negara.

 

Namun semua kemegahan itu ternyata hanya topeng untuk menutupi operasi kejahatan yang dikelola di baliknya [1, 5].

 

 

 

BISNIS GELAP DAN MODUS OPERANDI YANG DILAKUKAN

 

Secara resmi grup ini bergerak di bidang properti dan investasi, namun di bawah permukaan, Chen Zhi memimpin sindikat lintas negara yang menjalankan berbagai kejahatan:

 

1. PERJUDIAN ILEGAL & JUDOL SKALA GLOBAL

 

- Mengelola ribuan situs judi daring yang menyasar warga Tiongkok, Indonesia, dan seluruh Asia Tenggara.

- Menggunakan izin usaha hiburan resmi untuk menyamarkan lokasi pusat perjudian tersembunyi di kawasan yang dikuasai kelompoknya.

- Menyediakan layanan penipuan taruhan olahraga, kasino daring, dan investasi palsu yang merugikan korban hingga triliunan rupiah [2, 5].

 

2. PUSAT PENIPUAN DARING & PERDAGANGAN ORANG

 

- Membangun puluhan kawasan bernama "Zona Ekonomi Khusus" yang sebenarnya adalah kamp penipuan (scam compound).

- Modus Perekrutan: Menawarkan gaji besar, pekerjaan kantor nyaman, dan visa resmi kepada warga Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan negara lain. Setelah tiba di lokasi, korban paspornya disita, dikurung, dan dipaksa bekerja menipu orang lain lewat telepon maupun media sosial.

- Jenis penipuan: Investasi palsu, kripto abal-abal, penipuan asmara, hingga penawaran kerja yang ternyata memaksa korban menjadi penipu. Penolakan diancam dengan kekerasan, penyiksaan, atau pemerasan kepada keluarga [2, 4, 6].

 

3. PENCURIAN DATA & PENYAMARAN JEJAK

 

- Memanfaatkan sistem teknologi untuk menyusup informasi pribadi, data keuangan, dan identitas calon korban guna memperhalus taktik penipuan.

- Menggunakan jaringan server terpisah dan transaksi berlapis agar sulit dilacak pihak berwenang [2, 5].

 

4. PENCUCIAN UANG & PENGUATAN KEKUATAN

 

- Hasil kejahatan dialirkan ke perusahaan properti, bisnis resmi, dan aset mewah agar terlihat sebagai uang hasil usaha halal.

- Membangun hubungan dengan berbagai pihak untuk melindungi jaringan dari penindakan hukum. 

 

 

 

JERAT HUKUM DAN HUKUMAN YANG DIHADAPI

 

Kejahatan lintas negara ini akhirnya terungkap dan dipelajari oleh pihak berwenang:

 

- Sanksi Internasional: Pada pertengahan 2025, Pemerintah Amerika Serikat dan Inggris menjatuhkan sanksi berat kepada Chen Zhi beserta asetnya, menyatakan ia memimpin sindikat kriminal yang merugikan jutaan orang [2, 3].

- Penangkapan: Pada 7 Januari 2026, Chen Zhi ditangkap di Kamboja dan segera diserahkan ke pihak berwenang Tiongkok untuk diadili [1].

- Tuduhan Berat: Terdakwa didakwa atas perjudian terorganisir, penipuan skala besar, perdagangan orang, pencucian uang, dan pelanggaran hukum lainnya.

- Ancaman Hukuman: Berdasarkan hukum Tiongkok yang mengatur kejahatan terorganisir dan penipuan massal, Chen Zhi dapat dijatuhi hukuman mati atau penjara seumur hidup [1].

 

 

 

PESAN PENTING:

 

Kisah Chen Zhi adalah pelajaran paling nyata: Kekayaan yang diraih dengan cara merugikan orang lain, seberapa besar pun ia tampak tak terkalahkan, pada akhirnya pasti akan jatuh.

 

Jangan pernah merasa bangga atau tergoda menjadi bagian dari jaringan kejahatan semacam ini, meskipun dijanjikan uang berlimpah, jabatan, atau perlindungan. Ingatlah: Sosok sekuat Chen Zhi pun, yang memiliki gedung mewah, koneksi luas, dan kekayaan luar biasa, kini tak berdaya menghadapi hukum. Tidak ada tempat persembunyian yang abadi bagi kejahatan.

 

Uang hasil menipu, menyiksa, dan merugikan sesama tidak akan membawa kebahagiaan abadi. Yang ada hanyalah ketakutan seumur hidup, kehilangan kebebasan, dan kehancuran nama baik serta masa depan.



Sumber Utama:
 
1. Kementerian Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok – Rilis resmi penangkapan dan penyerahan tersangka, 7 Januari 2026
2. Departemen Keuangan Amerika Serikat – Daftar Sanksi Terhadap Sindikat Kriminal Lintas Negara, Juni 2025
3. Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan Inggris – Pengumuman Pembekuan Aset Chen Zhi, Juli 2025
4. Berita Resmi Polri Bareskrim – Kasus Perdagangan Orang dan Kamp Penipuan Lintas Negara, Maret–Juni 2026
5. Laporan Investigasi Khusus Reuters dan Associated Press mengenai operasi Grup Prince, 2025–2026

 

Pilihlah jalan yang benar, meskipun pelan. Kejujuran dan ketulusan adalah harta yang tidak bisa dirampas siapa pun.


BinasumutNews - Berita Terpercaya dari Sumut

Minggu, 02 Agustus 2026

Teror Penagih Hutang: Dampak Buruk, Aturan yang Dilanggar, dan Solusi

BinasumutNews
Gambar ilustrasi BinasumutNews

 


BinasumutNews



TEROR PENAGIHAN HUTANG: DAMPAK BURUK, ATURAN YANG DILANGGAR,DAN CARA LAPOR DENGAN MUDAH

 

Oleh: Admin BinasumutNews


BinasumutNews - Banyak masyarakat saat ini merasa cemas dan tertekan, bukan hanya karena kesulitan melunasi utang, melainkan karena cara penagihan yang dilakukan oleh pihak ketiga atau layanan pinjaman online yang berlebihan. 


Nama seperti Depcolector sering terdengar dalam keluhan warga yang mengalami teror, ancaman, dan perlakuan tidak manusiawi. Padahal, meskipun seseorang memiliki kewajiban melunasi utang, hak asasi dan perlindungan hukumnya tetap harus dijunjung tinggi.

 

 

 

DAMPAK BURUK TEROR PENAGIHAN BAGI NASABAH

 

Perlakuan kasar, ancaman, penyebaran data pribadi, dan panggilan yang tak henti-hentinya bukan sekadar mengganggu, melainkan membawa dampak serius:

 

1. Gangguan Kesehatan Mental: Menimbulkan kecemasan berlebih, stres berat, hingga depresi yang mengganggu kemampuan berpikir dan beraktivitas sehari-hari.

2. Kerusakan Nama Baik: Menyebarkan informasi utang kepada keluarga, teman, atau rekan kerja tanpa izin merusak reputasi nasabah di lingkungan sosial.

3. Kehilangan Fokus Penyelesaian: Alih-alih berusaha mencari cara melunasi utang, nasabah justru sibuk menanggapi ancaman dan ketakutan, sehingga masalah menjadi semakin rumit.

4. Pelanggaran Hak Pribadi: Privasi dan martabat manusia diinjak-injak, padahal kesulitan ekonomi bukan alasan untuk diperlakukan seperti tersangka kejahatan berat.

 

 

 

UNDANG-UNDANG DAN ATURAN YANG DILANGGAR

 

Tindakan meneror nasabah sangat melanggar hukum di Indonesia,berikut dasar aturannya:

 

1. Peraturan OJK No. 1/POJK.07/2013 dan Surat Edaran OJK No. 18/SEOJK.07/2019:

- Dilarang keras menggunakan ancaman, kekerasan, kata kasar, atau penghinaan saat menagih utang.

- Penagihan hanya boleh dilakukan pukul 08.00 hingga 20.00 waktu setempat.

- Dilarang menyebarkan data pribadi nasabah kepada pihak lain yang tidak berkaitan dengan perjanjian utang.

- Wajib menyebutkan identitas diri, lembaga yang diwakili, dan dasar penagihan dengan jelas.

2. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP):

- Pasal 335 tentang penganiayaan atau perlakuan sewenang-wenang.

- Pasal 290 tentang ancaman.

- Pasal pemerasan jika ada unsur paksaan yang tidak wajar.

3. Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi: Menyebarkan data pribadi tanpa izin resmi adalah pelanggaran berat yang bisa dikenai sanksi pidana maupun denda besar.

 

 

 

LANGKAH MUDAH: CARA MENGANTISIPASI DAN MELAPORKAN

 

Jangan panik dan Jangan diam saja. Ikuti panduan praktis ini:

 

🛡️ SEBELUM MELAPOR: SIAPKAN BUKTI KUAT

 

Jangan hanya mengandalkan ucapan. Siapkan hal berikut:

 

1. Simpan rekaman panggilan, tangkapan layar pesan ancaman, catat nomor telepon penagih, waktu kejadian, dan nama lembaga yang diwakili.

2. Catat pelanggaran spesifik: contoh "menelepon pukul 21.00", "menyebar data ke kerabat".

3. Jangan hapus bukti apa pun meskipun menyakitkan.

 

⚠️ SAAT DIHUBUNGI: TINDAKAN ANTISIAPSI

 

1. Tetap tenang, tegaskan tegas: "Saya berhak dilayani sesuai hukum. Jika Anda meneror, saya lapor ke pihak berwenang."

2. Tidak wajib mengangkat telepon jika dihubungi di luar jam 08.00–20.00.

3. Jangan berikan data tambahan keluarga atau alamat lain, dan jangan meminjam utang baru yang tidak jelas hanya untuk menutup utang lama.

 

📞 CARA MELAPORKAN KE PIHAK BERWENANG

 

1. Lapor ke OJK (Paling Utama & Cepat)

 

- 📞 Telepon: 157 (pukul 08.00–17.00 hari kerja)

- 💬 WhatsApp: 081-157-157-157 (bisa kirim bukti langsung)

- 📱 Aplikasi: Unduh OJK SIKAP > menu Layanan Konsumen > Laporan Pengaduan

- Isi laporan dengan nama Anda, nama aplikasi/lembaga, kronologi, dan lampirkan bukti.

 

2. Lapor ke Kepolisian

 

Jika ada ancaman fisik atau pemerasan

 

- Datang ke SPKT kantor polisi terdekat, atau lapor lewat Aplikasi Polri Super App dan nomor 110.

 

3. Lapor ke Kominfo

 

Jika teror lewat pesan/media sosial:

 

- Kunjungi aduankonten.id atau gunakan aplikasi Lapor Kominfo.

 

 

 

PENUTUP

 

Melunasi utang adalah kewajiban, namun diperlakukan dengan hormat dan sesuai hukum adalah hak mutlak setiap orang. Teror bukan cara penyelesaian masalah, melainkan pelanggaran yang bisa dipertanggungjawabkan di pengadilan.

 

Jangan biarkan ketakutan menguasai diri. Laporkan setiap pelanggaran, dan mari kita wujudkan sistem keuangan yang adil dan beradab bagi semua.

 

BinasumutNews - Berita Terpercaya dari Sumut

Paradoks Dunia: Mengapa Jalan Kebenaran Tampak Terjal, dan Jalan Kesalahan Tampak Luas?


 
BinasumutNews
Gambar ilustrasi BinasumutNews


BinasumutNews



PARADOKS DUNIA: MENGAPA JALAN KEBENARAN TERASA TERJAL, JALAN KESALAHAN TAMPAK LUAS?

 

Oleh : Admin BinasumutNews


Setiap orang pasti pernah merenung dalam hatinya: "Apakah adil? Aku berusaha jujur, menepati janji, dan berbuat baik, namun hidup terasa berat dan rezeki lambat datang. Sebaliknya, ada orang yang melanggar aturan, serakah, atau menyakiti orang lain, tapi seolah segala sesuatunya dipermudah dan berlimpah."

 

Pertanyaan ini bukan keraguan, melainkan tanda hati yang sedang mencari keadilan makna di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering kali tampak terbalik. Pesan kebaikan dan kebenaran yang disampaikan Tuhan lewat berbagai ajaran sejati pada hakikatnya sama: kehidupan di dunia ini bukanlah tempat penilaian akhir.

 

 

 

DUNIA ADALAH TEMPAT UJIAN, BUKAN TEMPAT BALASAN PENUH

 

Hampir semua ajaran kepercayaan mengajarkan hal yang sama: kehidupan sementara di bumi ini adalah masa pengujian keteguhan hati, bukan tempat untuk menerima seluruh hasil akhir.

 

Dalam ajaran Islam, Allah berfirman dalam Surat Al-Ankabut ayat 2:

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja dengan mengatakan 'kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji?"

 

Sama halnya dalam ajaran lain, kita diajarkan bahwa emas murni baru terlihat setelah dibakar api, dan pohon yang kokoh baru teruji saat badai menerpa. Kesulitan yang banyak orang rasakan, bukan tanda ditinggalkan, melainkan tanda sedang disiapkan menjadi pribadi yang jauh lebih kuat dan berharga.

 

 

 

KEMUDAHAN YANG MENIPU DAN WAKTU YANG TEPAT

 

Apa yang kita lihat sebagai "kemudahan" bagi orang yang berbuat salah, sering kali hanyalah kenikmatan sesaat yang menipu. Banyak ajaran menyebutkan bahwa jika seseorang diberi kelimpahan meski terus berbuat keliru, itu bisa jadi cara alam semesta membiarkan mereka tenggelam dalam kesombongan, sampai akhirnya mereka terjatuh di titik yang tak disangka-sangka. Itu bukan tanda disukai, melainkan tanda waktu pembalasan yang sedang disiapkan.

 

Sebaliknya, bagi mereka yang berjalan lurus, sering kali rezeki tampak terlambat atau terhalang karena Tuhan sedang menjaga hal yang jauh lebih berharga. Dia tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikan sesuatu agar tidak merusak diri kita, atau agar berkat itu bisa sampai ke tangan orang yang tepat di saat yang paling tepat. Mata kita hanya melihat hari ini, tapi pengaturan Tuhan melingkupi masa depan yang belum kita ketahui.

 

 

 

REZEKI BUKANLAH HARTA SAJA

 

Kita sering mengukur keberhasilan hanya semata dari uang,jabatan,atau kemewahan. Padahal rezeki yang Tuhan berikan bentuknya sangat beragam:

 

- Ketenangan hati yang tidak bisa dibeli dengan harta

- Kejujuran nama baik yang dihormati orang lain

- Anak-anak yang tumbuh dengan hati bersih dan berbakti

- Perlindungan dari bahaya yang tak pernah kita sadari

- Kekuatan untuk tetap berdiri tegak meski dihantam badai

 

Semua itu adalah kekayaan abadi yang tak akan hilang meski dunia berganti.

 

 

 

PESAN PENUTUP: TETAP LAH BERJALAN LURUS

 

Jangan biarkan sudut pandang kita akan perbandingan dengan orang lain membuat langkah kita terhenti. Jangan biarkan kemudahan semu yang mereka miliki membuat kita ragu pada jalan kebaikan yang sudah kamu pilih.

 

Ingatlah:: Kita tidak berbuat baik karena ingin segera dibalas kaya raya, tapi karena itulah yang benar. Kejujuran, ketulusan, dan kasih sayang adalah benih yang tak pernah gagal berbuah, meski waktu panennya tidak sama bagi setiap orang.

 

Biarlah Tuhan yang mengatur kapan dan bagaimana hasil itu datang. Tugas kita hanyalah tetap konsisten, tetap bersemangat, dan tetap berbuat baik—tanpa lelah membandingkan diri dengan orang lain. Yakinlah, apa yang ditanam dengan hati bersih, pasti akan tumbuh menjadi kebahagiaan yang sejati dan abadi. 





Kamis, 30 Juli 2026

Menuju Panggung Dunia : Pesta Buah dan Bunga Tanah Karo Lebih dari Sekadar Warna

Momen peresmian dan antusiasme ribuan warga di pembukaan Festival Bunga dan Buah Karo 2026, Taman Mejuah‑juah, Berastagi

 



BinasumutNews



LEBIH DARI SEKADAR PESTA WARNA: FESTIVAL BUNGA & BUAH KARO MENUJU PANGGUNG DUNIA

 

Oleh : Admin BinasumutNews


BinasumutNews|Berastagi – Di dataran tinggi yang selalu sejuk dan menyimpan keajaiban kesuburan, Festival Bunga dan Buah Karo kembali hadir bukan sekadar sebagai perayaan tahunan, melainkan bukti nyata kekayaan budaya dan potensi ekonomi yang siap bersinar di kancah internasional.

 

Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi untuk terus mendampingi dan mengembangkan ajang ini menjadi event berkelas dunia. Pernyataan itu disampaikan saat membuka secara resmi Festival Bunga dan Buah Karo 2026 di Taman Mejuah-juah, Berastagi, Kamis (30/7/2026). Kehadiran Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Bupati Karo Antonius Ginting, perwakilan konsulat jenderal negara sahabat, serta ribuan wisatawan dan warga yang memadati lokasi menjadi bukti besarnya antusiasme terhadap kebanggaan Tanah Karo ini.

 

 

 

📝Apa Makna di Balik Kemeriahan Ini? 

 

Banyak yang melihat festival ini hanya sebagai pawai warna-warni dan buah segar. Padahal, akarnya menancap jauh lebih dalam sejak awal 1980-an.

 

Festival ini lahir dari hati yang penuh syukur masyarakat Karo kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas karunia tanah yang subur, air yang bersih, dan iklim yang pas untuk menumbuhkan beragam tanaman langka dan buah lezat. Di tangan yang tepat, rasa syukur itu kini bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi.

 

Kini, ajang ini menjadi jembatan: menghubungkan petani dengan pasar global, memperkenalkan keunikan budaya leluhur kepada tamu mancanegara, sekaligus membuktikan bahwa Sumatera Utara memiliki daya tarik yang tidak kalah dengan destinasi wisata dunia lainnya.

 

 

 

🎉 Apa Saja Yang Bisa Ditemui di Festival Ini? 

 

Tahun ini, pengunjung disuguhi deretan acara yang menyentuh hati sekaligus menggerakkan roda ekonomi:

 

- Karnaval Mobil Hias: Karya seni raksasa yang seluruhnya terbuat dari susunan bunga dan buah khas Karo.

- Pameran & Kemitraan: Produk unggulan pertanian, kreasi UMKM, hingga pertemuan peluang bisnis antar pelaku usaha.

- Seni & Budaya: Penampilan tarian tradisional dan lomba yang melestarikan identitas asli Tanah Karo.

- Tradisi Berbagi: Momen makan buah dan olahan hasil bumi secara gratis bersama seluruh pengunjung, sebagai simbol keramahan dan kebersamaan.

 

 

 

🤝 Warna Tanah Karo Untuk Indonesia 🇮🇩

 

Pemerintah daerah berharap perpaduan antara potensi pertanian, pesona wisata, dan semangat koperasi ini terus berjalan beriringan. Semoga Festival Bunga dan Buah Karo tidak hanya menjadi tontonan semata, melainkan menjadi penggerak ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat di sekitarnya.

 

Mari kita rawat kekayaan alam dan budaya yang kita miliki, karena dari keindahan yang sederhana di tanah kelahiran, nama Sumatera Utara bisa terukir indah di mata dunia.

 

 

 

Sumber : Diskominfo Sumut,Pemkab Karo


BinasumutNews - Berita Terpercaya dari Sumut

Rabu, 29 Juli 2026

Status Naik : Pemprov Sumut Berencana Membuat Perda Soal Penggunaan "Vape" Bagi ASN, PPPK, BUMD dan Bagi Masyarakat Imbauan!


Suasana dialog publik dan foto bersama narasumber pada program talkshow TVRI Sumut bekerja sama dengan Dinas Kominfo Sumut, Rabu 29 Juli 2026, yang membahas rencana penguatan larangan vape serta penanganan narkoba di Sumatera Utara.








BinasumutNews



DAMPAK BAHAYA VAPE DAN LANGKAH PEMPROV SUMUT: DARI IMBAUAN MENJADI PERATURAN DAERAH



Oleh : Admin

Tanggal: 29 Juli 2026

 
MEDAN – Rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan sebutan vape belakangan ini kerap dianggap sebagai alternatif pengganti rokok tembakau, padahal risiko bahayanya tidak kalah mengkhawatirkan. Lebih dari sekadar kandungan zat kimia beracun, vape kini terbukti menjadi sarana baru penyalahgunaan narkotika yang mengancam berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga aparatur negara.
 
Apa Itu Vape dan Ancaman Dibaliknnya
 
Vape adalah perangkat elektronik yang memanaskan cairan khusus (liquid) menjadi uap yang dihirup. Cairan ini umumnya mengandung nikotin, zat adiktif, serta ribuan zat kimia berbahaya seperti logam berat dan zat karsinogenik yang merusak paru-paru serta jantung.
 
Namun ancaman terbesar saat ini adalah modus penyalahgunaan narkoba. Cairan vape sangat mudah dicampur dengan zat terlarang seperti sabu, ganja, hingga obat bius tanpa terlihat ciri fisik yang mencolok. Hal ini membuat vape kini menjadi "kamuflase" utama peredaran narkotika yang sulit dideteksi, bahkan di lingkungan kerja dan tempat umum.
 
 
 
Pemprov Sumut Dorong Larangan Vape Menjadi Peraturan Daerah
 
Merespons ancaman yang kian meluas, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berencana menaikkan status larangan penggunaan vape dari sekadar imbauan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Kebijakan ini diungkapkan secara resmi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumut, Mulyono, dalam talkshow di TVRI Sumut bekerja sama dengan Dinas Kominfo Sumut, Rabu (29/7/2026).
 
Sebelumnya, larangan penggunaan vape sudah berlaku tegas bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemprov Sumut. Sementara bagi masyarakat umum, kebijakan ini masih berupa imbauan.
 
"Gubernur melarang semua ASN, termasuk PPPK, juga pegawai BUMD Sumut menggunakan vape, sedangkan pada masyarakat umum masih bersifat imbauan. DPRD menyambut baik, jadi akan kita tingkatkan menjadi Peraturan Daerah," jelas Mulyono.
 
Langkah ini diambil karena vape dinilai sangat rentan dimanfaatkan sebagai media baru penyalahgunaan narkotika. Meskipun tidak seluruh produk vape mengandung zat terlarang, pencegahan dini dianggap jauh lebih baik daripada menunggu kerusakan yang lebih parah terjadi.
 
 
 
Gerakan Terpadu Penanganan Narkoba
 
Pemprov Sumut tidak berhenti pada aturan semata. Telah dibentuk Tim Terpadu Penanganan Narkoba yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) hingga Polda Sumut dengan tiga pendekatan utama: pencegahan, penindakan tegas terhadap pengedar, dan rehabilitasi bagi pengguna.
 
"Kami ada razia gabungan ke tempat-tempat yang diduga ada peredaran narkoba. Yang positif narkoba dibawa ke kantor BNN untuk asesmen. Jika dia sekaligus pengedar, diproses hukum. Jika hanya pemakai, maka akan direhabilitasi," tegas Mulyono.
 
Kepala BNNP Sumut, Tatar Nugroho, memberikan apresiasi tinggi atas langkah yang diambil Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution. Menurutnya, kebijakan ini sangat strategis dan menjadi contoh nyata kepemimpinan yang melindungi rakyat.
 
"Keputusan Gubernur ini memberikan dampak nyata. Mulai dari lingkungan ASN, kita berikan contoh tidak menggunakan vape. Ini wujud kepemimpinan luar biasa. Rencana penyusunan Perda ini pun langkah yang relatif baru di Indonesia dan mendapat dukungan penuh dari BNN Pusat," tambah Tatar.
 
 
 
Pesan:
 
Ancaman vape dan narkoba tidak bisa dikalahkan hanya dengan aturan pemerintah saja, melainkan dimulai dari kesadaran diri sendiri. Jangan biarkan hal yang terlihat modis dan biasa saja perlahan merusak masa depan dan merenggut kehormatan diri serta keluarga. Menjauhi vape bukanlah hal yang menyulitkan, melainkan cara terbaik kita menjaga kesehatan, menjaga nama baik, dan menyelamatkan generasi Sumatera Utara dari jeratan keburukan.
 
 
 
Sumber : Pemprov Sumut,Talkshow TVRI Sumut, Kesbangpol Sumut, dan Kepala BNNP Sumut


BinasumutNews - Berita Terpercaya dari Sumut