Senin, 03 Agustus 2026

Kisah Gelap Chen Zhi: Dari Pengusaha Sukses Hinga Ancaman Hukuman Mati!

BinasumutNews
Chen Zhi ditangkap kepolisian Tiongkok 

 


BinasumutNews


CHEN ZHI: SANG PENDIRI KEKUASAAN GELAP DARI PERUSAHAAN MEWAH HINGGA ANCAMAN JERAT HUKUMAN MATI

 

Oleh: Admin BinasumutNews


BINASUMUTNEWS - Nama Chen Zhi pernah disanjung sebagai pengusaha sukses, dermawan, dan pembangun wilayah di Kamboja. Ia mendirikan Grup Prince (Prince Holding Group), perusahaan raksasa yang menaungi bisnis properti, perbankan, pariwisata, hingga infrastruktur. 


Namun di balik kemegahan gedung dan nama besarnya, tersembunyi jaringan kejahatan terorganisir paling berbahaya di dunia: perjudian ilegal, penipuan daring skala global, perdagangan orang, hingga pencucian uang triliunan rupiah. Kini, sosok yang dulu tampak tak tersentuh itu akhirnya jatuh ke tangan hukum dan menghadapi hukuman paling berat.



SIAPA CHEN ZHI DAN BAGAIMANA MEMBANGUN KEKUASAANNYA? 

 

Chen Zhi lahir di Tiongkok, kemudian memperoleh kewarganegaraan Kamboja. Pada tahun 2014 ia mendirikan Prince Holding Group atau Grup Prince, yang dengan cepat tumbuh menjadi salah satu kelompok usaha terbesar di Kamboja. Perusahaan ini terlihat sangat sah dan terhormat:

 

- Membangun gedung pencakar langit, hotel mewah, pelabuhan, dan jalan raya.

- Menjalankan layanan keuangan, rumah sakit, hingga sekolah internasional.

- Sering menerima penghargaan dan berfoto bersama pejabat tinggi negara.

 

Namun semua kemegahan itu ternyata hanya topeng untuk menutupi operasi kejahatan yang dikelola di baliknya [1, 5].

 

 

 

BISNIS GELAP DAN MODUS OPERANDI YANG DILAKUKAN

 

Secara resmi grup ini bergerak di bidang properti dan investasi, namun di bawah permukaan, Chen Zhi memimpin sindikat lintas negara yang menjalankan berbagai kejahatan:

 

1. PERJUDIAN ILEGAL & JUDOL SKALA GLOBAL

 

- Mengelola ribuan situs judi daring yang menyasar warga Tiongkok, Indonesia, dan seluruh Asia Tenggara.

- Menggunakan izin usaha hiburan resmi untuk menyamarkan lokasi pusat perjudian tersembunyi di kawasan yang dikuasai kelompoknya.

- Menyediakan layanan penipuan taruhan olahraga, kasino daring, dan investasi palsu yang merugikan korban hingga triliunan rupiah [2, 5].

 

2. PUSAT PENIPUAN DARING & PERDAGANGAN ORANG

 

- Membangun puluhan kawasan bernama "Zona Ekonomi Khusus" yang sebenarnya adalah kamp penipuan (scam compound).

- Modus Perekrutan: Menawarkan gaji besar, pekerjaan kantor nyaman, dan visa resmi kepada warga Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan negara lain. Setelah tiba di lokasi, korban paspornya disita, dikurung, dan dipaksa bekerja menipu orang lain lewat telepon maupun media sosial.

- Jenis penipuan: Investasi palsu, kripto abal-abal, penipuan asmara, hingga penawaran kerja yang ternyata memaksa korban menjadi penipu. Penolakan diancam dengan kekerasan, penyiksaan, atau pemerasan kepada keluarga [2, 4, 6].

 

3. PENCURIAN DATA & PENYAMARAN JEJAK

 

- Memanfaatkan sistem teknologi untuk menyusup informasi pribadi, data keuangan, dan identitas calon korban guna memperhalus taktik penipuan.

- Menggunakan jaringan server terpisah dan transaksi berlapis agar sulit dilacak pihak berwenang [2, 5].

 

4. PENCUCIAN UANG & PENGUATAN KEKUATAN

 

- Hasil kejahatan dialirkan ke perusahaan properti, bisnis resmi, dan aset mewah agar terlihat sebagai uang hasil usaha halal.

- Membangun hubungan dengan berbagai pihak untuk melindungi jaringan dari penindakan hukum. 

 

 

 

JERAT HUKUM DAN HUKUMAN YANG DIHADAPI

 

Kejahatan lintas negara ini akhirnya terungkap dan dipelajari oleh pihak berwenang:

 

- Sanksi Internasional: Pada pertengahan 2025, Pemerintah Amerika Serikat dan Inggris menjatuhkan sanksi berat kepada Chen Zhi beserta asetnya, menyatakan ia memimpin sindikat kriminal yang merugikan jutaan orang [2, 3].

- Penangkapan: Pada 7 Januari 2026, Chen Zhi ditangkap di Kamboja dan segera diserahkan ke pihak berwenang Tiongkok untuk diadili [1].

- Tuduhan Berat: Terdakwa didakwa atas perjudian terorganisir, penipuan skala besar, perdagangan orang, pencucian uang, dan pelanggaran hukum lainnya.

- Ancaman Hukuman: Berdasarkan hukum Tiongkok yang mengatur kejahatan terorganisir dan penipuan massal, Chen Zhi dapat dijatuhi hukuman mati atau penjara seumur hidup [1].

 

 

 

PESAN PENTING:

 

Kisah Chen Zhi adalah pelajaran paling nyata: Kekayaan yang diraih dengan cara merugikan orang lain, seberapa besar pun ia tampak tak terkalahkan, pada akhirnya pasti akan jatuh.

 

Jangan pernah merasa bangga atau tergoda menjadi bagian dari jaringan kejahatan semacam ini, meskipun dijanjikan uang berlimpah, jabatan, atau perlindungan. Ingatlah: Sosok sekuat Chen Zhi pun, yang memiliki gedung mewah, koneksi luas, dan kekayaan luar biasa, kini tak berdaya menghadapi hukum. Tidak ada tempat persembunyian yang abadi bagi kejahatan.

 

Uang hasil menipu, menyiksa, dan merugikan sesama tidak akan membawa kebahagiaan abadi. Yang ada hanyalah ketakutan seumur hidup, kehilangan kebebasan, dan kehancuran nama baik serta masa depan.



Sumber Utama:
 
1. Kementerian Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok – Rilis resmi penangkapan dan penyerahan tersangka, 7 Januari 2026
2. Departemen Keuangan Amerika Serikat – Daftar Sanksi Terhadap Sindikat Kriminal Lintas Negara, Juni 2025
3. Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan Inggris – Pengumuman Pembekuan Aset Chen Zhi, Juli 2025
4. Berita Resmi Polri Bareskrim – Kasus Perdagangan Orang dan Kamp Penipuan Lintas Negara, Maret–Juni 2026
5. Laporan Investigasi Khusus Reuters dan Associated Press mengenai operasi Grup Prince, 2025–2026

 

Pilihlah jalan yang benar, meskipun pelan. Kejujuran dan ketulusan adalah harta yang tidak bisa dirampas siapa pun.


BinasumutNews - Berita Terpercaya dari Sumut

Minggu, 02 Agustus 2026

Teror Penagih Hutang: Dampak Buruk, Aturan yang Dilanggar, dan Solusi

BinasumutNews
Gambar ilustrasi BinasumutNews

 


BinasumutNews



TEROR PENAGIHAN HUTANG: DAMPAK BURUK, ATURAN YANG DILANGGAR,DAN CARA LAPOR DENGAN MUDAH

 

Oleh: Admin BinasumutNews


BinasumutNews - Banyak masyarakat saat ini merasa cemas dan tertekan, bukan hanya karena kesulitan melunasi utang, melainkan karena cara penagihan yang dilakukan oleh pihak ketiga atau layanan pinjaman online yang berlebihan. 


Nama seperti Depcolector sering terdengar dalam keluhan warga yang mengalami teror, ancaman, dan perlakuan tidak manusiawi. Padahal, meskipun seseorang memiliki kewajiban melunasi utang, hak asasi dan perlindungan hukumnya tetap harus dijunjung tinggi.

 

 

 

DAMPAK BURUK TEROR PENAGIHAN BAGI NASABAH

 

Perlakuan kasar, ancaman, penyebaran data pribadi, dan panggilan yang tak henti-hentinya bukan sekadar mengganggu, melainkan membawa dampak serius:

 

1. Gangguan Kesehatan Mental: Menimbulkan kecemasan berlebih, stres berat, hingga depresi yang mengganggu kemampuan berpikir dan beraktivitas sehari-hari.

2. Kerusakan Nama Baik: Menyebarkan informasi utang kepada keluarga, teman, atau rekan kerja tanpa izin merusak reputasi nasabah di lingkungan sosial.

3. Kehilangan Fokus Penyelesaian: Alih-alih berusaha mencari cara melunasi utang, nasabah justru sibuk menanggapi ancaman dan ketakutan, sehingga masalah menjadi semakin rumit.

4. Pelanggaran Hak Pribadi: Privasi dan martabat manusia diinjak-injak, padahal kesulitan ekonomi bukan alasan untuk diperlakukan seperti tersangka kejahatan berat.

 

 

 

UNDANG-UNDANG DAN ATURAN YANG DILANGGAR

 

Tindakan meneror nasabah sangat melanggar hukum di Indonesia,berikut dasar aturannya:

 

1. Peraturan OJK No. 1/POJK.07/2013 dan Surat Edaran OJK No. 18/SEOJK.07/2019:

- Dilarang keras menggunakan ancaman, kekerasan, kata kasar, atau penghinaan saat menagih utang.

- Penagihan hanya boleh dilakukan pukul 08.00 hingga 20.00 waktu setempat.

- Dilarang menyebarkan data pribadi nasabah kepada pihak lain yang tidak berkaitan dengan perjanjian utang.

- Wajib menyebutkan identitas diri, lembaga yang diwakili, dan dasar penagihan dengan jelas.

2. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP):

- Pasal 335 tentang penganiayaan atau perlakuan sewenang-wenang.

- Pasal 290 tentang ancaman.

- Pasal pemerasan jika ada unsur paksaan yang tidak wajar.

3. Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi: Menyebarkan data pribadi tanpa izin resmi adalah pelanggaran berat yang bisa dikenai sanksi pidana maupun denda besar.

 

 

 

LANGKAH MUDAH: CARA MENGANTISIPASI DAN MELAPORKAN

 

Jangan panik dan Jangan diam saja. Ikuti panduan praktis ini:

 

🛡️ SEBELUM MELAPOR: SIAPKAN BUKTI KUAT

 

Jangan hanya mengandalkan ucapan. Siapkan hal berikut:

 

1. Simpan rekaman panggilan, tangkapan layar pesan ancaman, catat nomor telepon penagih, waktu kejadian, dan nama lembaga yang diwakili.

2. Catat pelanggaran spesifik: contoh "menelepon pukul 21.00", "menyebar data ke kerabat".

3. Jangan hapus bukti apa pun meskipun menyakitkan.

 

⚠️ SAAT DIHUBUNGI: TINDAKAN ANTISIAPSI

 

1. Tetap tenang, tegaskan tegas: "Saya berhak dilayani sesuai hukum. Jika Anda meneror, saya lapor ke pihak berwenang."

2. Tidak wajib mengangkat telepon jika dihubungi di luar jam 08.00–20.00.

3. Jangan berikan data tambahan keluarga atau alamat lain, dan jangan meminjam utang baru yang tidak jelas hanya untuk menutup utang lama.

 

📞 CARA MELAPORKAN KE PIHAK BERWENANG

 

1. Lapor ke OJK (Paling Utama & Cepat)

 

- 📞 Telepon: 157 (pukul 08.00–17.00 hari kerja)

- 💬 WhatsApp: 081-157-157-157 (bisa kirim bukti langsung)

- 📱 Aplikasi: Unduh OJK SIKAP > menu Layanan Konsumen > Laporan Pengaduan

- Isi laporan dengan nama Anda, nama aplikasi/lembaga, kronologi, dan lampirkan bukti.

 

2. Lapor ke Kepolisian

 

Jika ada ancaman fisik atau pemerasan

 

- Datang ke SPKT kantor polisi terdekat, atau lapor lewat Aplikasi Polri Super App dan nomor 110.

 

3. Lapor ke Kominfo

 

Jika teror lewat pesan/media sosial:

 

- Kunjungi aduankonten.id atau gunakan aplikasi Lapor Kominfo.

 

 

 

PENUTUP

 

Melunasi utang adalah kewajiban, namun diperlakukan dengan hormat dan sesuai hukum adalah hak mutlak setiap orang. Teror bukan cara penyelesaian masalah, melainkan pelanggaran yang bisa dipertanggungjawabkan di pengadilan.

 

Jangan biarkan ketakutan menguasai diri. Laporkan setiap pelanggaran, dan mari kita wujudkan sistem keuangan yang adil dan beradab bagi semua.

 

BinasumutNews - Berita Terpercaya dari Sumut

Paradoks Dunia: Mengapa Jalan Kebenaran Tampak Terjal, dan Jalan Kesalahan Tampak Luas?


 
BinasumutNews
Gambar ilustrasi BinasumutNews


BinasumutNews



PARADOKS DUNIA: MENGAPA JALAN KEBENARAN TERASA TERJAL, JALAN KESALAHAN TAMPAK LUAS?

 

Oleh : Admin BinasumutNews


Setiap orang pasti pernah merenung dalam hatinya: "Apakah adil? Aku berusaha jujur, menepati janji, dan berbuat baik, namun hidup terasa berat dan rezeki lambat datang. Sebaliknya, ada orang yang melanggar aturan, serakah, atau menyakiti orang lain, tapi seolah segala sesuatunya dipermudah dan berlimpah."

 

Pertanyaan ini bukan keraguan, melainkan tanda hati yang sedang mencari keadilan makna di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering kali tampak terbalik. Pesan kebaikan dan kebenaran yang disampaikan Tuhan lewat berbagai ajaran sejati pada hakikatnya sama: kehidupan di dunia ini bukanlah tempat penilaian akhir.

 

 

 

DUNIA ADALAH TEMPAT UJIAN, BUKAN TEMPAT BALASAN PENUH

 

Hampir semua ajaran kepercayaan mengajarkan hal yang sama: kehidupan sementara di bumi ini adalah masa pengujian keteguhan hati, bukan tempat untuk menerima seluruh hasil akhir.

 

Dalam ajaran Islam, Allah berfirman dalam Surat Al-Ankabut ayat 2:

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja dengan mengatakan 'kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji?"

 

Sama halnya dalam ajaran lain, kita diajarkan bahwa emas murni baru terlihat setelah dibakar api, dan pohon yang kokoh baru teruji saat badai menerpa. Kesulitan yang banyak orang rasakan, bukan tanda ditinggalkan, melainkan tanda sedang disiapkan menjadi pribadi yang jauh lebih kuat dan berharga.

 

 

 

KEMUDAHAN YANG MENIPU DAN WAKTU YANG TEPAT

 

Apa yang kita lihat sebagai "kemudahan" bagi orang yang berbuat salah, sering kali hanyalah kenikmatan sesaat yang menipu. Banyak ajaran menyebutkan bahwa jika seseorang diberi kelimpahan meski terus berbuat keliru, itu bisa jadi cara alam semesta membiarkan mereka tenggelam dalam kesombongan, sampai akhirnya mereka terjatuh di titik yang tak disangka-sangka. Itu bukan tanda disukai, melainkan tanda waktu pembalasan yang sedang disiapkan.

 

Sebaliknya, bagi mereka yang berjalan lurus, sering kali rezeki tampak terlambat atau terhalang karena Tuhan sedang menjaga hal yang jauh lebih berharga. Dia tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikan sesuatu agar tidak merusak diri kita, atau agar berkat itu bisa sampai ke tangan orang yang tepat di saat yang paling tepat. Mata kita hanya melihat hari ini, tapi pengaturan Tuhan melingkupi masa depan yang belum kita ketahui.

 

 

 

REZEKI BUKANLAH HARTA SAJA

 

Kita sering mengukur keberhasilan hanya semata dari uang,jabatan,atau kemewahan. Padahal rezeki yang Tuhan berikan bentuknya sangat beragam:

 

- Ketenangan hati yang tidak bisa dibeli dengan harta

- Kejujuran nama baik yang dihormati orang lain

- Anak-anak yang tumbuh dengan hati bersih dan berbakti

- Perlindungan dari bahaya yang tak pernah kita sadari

- Kekuatan untuk tetap berdiri tegak meski dihantam badai

 

Semua itu adalah kekayaan abadi yang tak akan hilang meski dunia berganti.

 

 

 

PESAN PENUTUP: TETAP LAH BERJALAN LURUS

 

Jangan biarkan sudut pandang kita akan perbandingan dengan orang lain membuat langkah kita terhenti. Jangan biarkan kemudahan semu yang mereka miliki membuat kita ragu pada jalan kebaikan yang sudah kamu pilih.

 

Ingatlah:: Kita tidak berbuat baik karena ingin segera dibalas kaya raya, tapi karena itulah yang benar. Kejujuran, ketulusan, dan kasih sayang adalah benih yang tak pernah gagal berbuah, meski waktu panennya tidak sama bagi setiap orang.

 

Biarlah Tuhan yang mengatur kapan dan bagaimana hasil itu datang. Tugas kita hanyalah tetap konsisten, tetap bersemangat, dan tetap berbuat baik—tanpa lelah membandingkan diri dengan orang lain. Yakinlah, apa yang ditanam dengan hati bersih, pasti akan tumbuh menjadi kebahagiaan yang sejati dan abadi. 





Kamis, 30 Juli 2026

Menuju Panggung Dunia : Pesta Buah dan Bunga Tanah Karo Lebih dari Sekadar Warna

Momen peresmian dan antusiasme ribuan warga di pembukaan Festival Bunga dan Buah Karo 2026, Taman Mejuah‑juah, Berastagi

 



BinasumutNews



LEBIH DARI SEKADAR PESTA WARNA: FESTIVAL BUNGA & BUAH KARO MENUJU PANGGUNG DUNIA

 

Oleh : Admin BinasumutNews


BinasumutNews|Berastagi – Di dataran tinggi yang selalu sejuk dan menyimpan keajaiban kesuburan, Festival Bunga dan Buah Karo kembali hadir bukan sekadar sebagai perayaan tahunan, melainkan bukti nyata kekayaan budaya dan potensi ekonomi yang siap bersinar di kancah internasional.

 

Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi untuk terus mendampingi dan mengembangkan ajang ini menjadi event berkelas dunia. Pernyataan itu disampaikan saat membuka secara resmi Festival Bunga dan Buah Karo 2026 di Taman Mejuah-juah, Berastagi, Kamis (30/7/2026). Kehadiran Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Bupati Karo Antonius Ginting, perwakilan konsulat jenderal negara sahabat, serta ribuan wisatawan dan warga yang memadati lokasi menjadi bukti besarnya antusiasme terhadap kebanggaan Tanah Karo ini.

 

 

 

📝Apa Makna di Balik Kemeriahan Ini? 

 

Banyak yang melihat festival ini hanya sebagai pawai warna-warni dan buah segar. Padahal, akarnya menancap jauh lebih dalam sejak awal 1980-an.

 

Festival ini lahir dari hati yang penuh syukur masyarakat Karo kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas karunia tanah yang subur, air yang bersih, dan iklim yang pas untuk menumbuhkan beragam tanaman langka dan buah lezat. Di tangan yang tepat, rasa syukur itu kini bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi.

 

Kini, ajang ini menjadi jembatan: menghubungkan petani dengan pasar global, memperkenalkan keunikan budaya leluhur kepada tamu mancanegara, sekaligus membuktikan bahwa Sumatera Utara memiliki daya tarik yang tidak kalah dengan destinasi wisata dunia lainnya.

 

 

 

🎉 Apa Saja Yang Bisa Ditemui di Festival Ini? 

 

Tahun ini, pengunjung disuguhi deretan acara yang menyentuh hati sekaligus menggerakkan roda ekonomi:

 

- Karnaval Mobil Hias: Karya seni raksasa yang seluruhnya terbuat dari susunan bunga dan buah khas Karo.

- Pameran & Kemitraan: Produk unggulan pertanian, kreasi UMKM, hingga pertemuan peluang bisnis antar pelaku usaha.

- Seni & Budaya: Penampilan tarian tradisional dan lomba yang melestarikan identitas asli Tanah Karo.

- Tradisi Berbagi: Momen makan buah dan olahan hasil bumi secara gratis bersama seluruh pengunjung, sebagai simbol keramahan dan kebersamaan.

 

 

 

🤝 Warna Tanah Karo Untuk Indonesia 🇮🇩

 

Pemerintah daerah berharap perpaduan antara potensi pertanian, pesona wisata, dan semangat koperasi ini terus berjalan beriringan. Semoga Festival Bunga dan Buah Karo tidak hanya menjadi tontonan semata, melainkan menjadi penggerak ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat di sekitarnya.

 

Mari kita rawat kekayaan alam dan budaya yang kita miliki, karena dari keindahan yang sederhana di tanah kelahiran, nama Sumatera Utara bisa terukir indah di mata dunia.

 

 

 

Sumber : Diskominfo Sumut,Pemkab Karo


BinasumutNews - Berita Terpercaya dari Sumut

Rabu, 29 Juli 2026

Status Naik : Pemprov Sumut Berencana Membuat Perda Soal Penggunaan "Vape" Bagi ASN, PPPK, BUMD dan Bagi Masyarakat Imbauan!


Suasana dialog publik dan foto bersama narasumber pada program talkshow TVRI Sumut bekerja sama dengan Dinas Kominfo Sumut, Rabu 29 Juli 2026, yang membahas rencana penguatan larangan vape serta penanganan narkoba di Sumatera Utara.








BinasumutNews



DAMPAK BAHAYA VAPE DAN LANGKAH PEMPROV SUMUT: DARI IMBAUAN MENJADI PERATURAN DAERAH



Oleh : Admin

Tanggal: 29 Juli 2026

 
MEDAN – Rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan sebutan vape belakangan ini kerap dianggap sebagai alternatif pengganti rokok tembakau, padahal risiko bahayanya tidak kalah mengkhawatirkan. Lebih dari sekadar kandungan zat kimia beracun, vape kini terbukti menjadi sarana baru penyalahgunaan narkotika yang mengancam berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga aparatur negara.
 
Apa Itu Vape dan Ancaman Dibaliknnya
 
Vape adalah perangkat elektronik yang memanaskan cairan khusus (liquid) menjadi uap yang dihirup. Cairan ini umumnya mengandung nikotin, zat adiktif, serta ribuan zat kimia berbahaya seperti logam berat dan zat karsinogenik yang merusak paru-paru serta jantung.
 
Namun ancaman terbesar saat ini adalah modus penyalahgunaan narkoba. Cairan vape sangat mudah dicampur dengan zat terlarang seperti sabu, ganja, hingga obat bius tanpa terlihat ciri fisik yang mencolok. Hal ini membuat vape kini menjadi "kamuflase" utama peredaran narkotika yang sulit dideteksi, bahkan di lingkungan kerja dan tempat umum.
 
 
 
Pemprov Sumut Dorong Larangan Vape Menjadi Peraturan Daerah
 
Merespons ancaman yang kian meluas, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berencana menaikkan status larangan penggunaan vape dari sekadar imbauan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Kebijakan ini diungkapkan secara resmi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumut, Mulyono, dalam talkshow di TVRI Sumut bekerja sama dengan Dinas Kominfo Sumut, Rabu (29/7/2026).
 
Sebelumnya, larangan penggunaan vape sudah berlaku tegas bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemprov Sumut. Sementara bagi masyarakat umum, kebijakan ini masih berupa imbauan.
 
"Gubernur melarang semua ASN, termasuk PPPK, juga pegawai BUMD Sumut menggunakan vape, sedangkan pada masyarakat umum masih bersifat imbauan. DPRD menyambut baik, jadi akan kita tingkatkan menjadi Peraturan Daerah," jelas Mulyono.
 
Langkah ini diambil karena vape dinilai sangat rentan dimanfaatkan sebagai media baru penyalahgunaan narkotika. Meskipun tidak seluruh produk vape mengandung zat terlarang, pencegahan dini dianggap jauh lebih baik daripada menunggu kerusakan yang lebih parah terjadi.
 
 
 
Gerakan Terpadu Penanganan Narkoba
 
Pemprov Sumut tidak berhenti pada aturan semata. Telah dibentuk Tim Terpadu Penanganan Narkoba yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) hingga Polda Sumut dengan tiga pendekatan utama: pencegahan, penindakan tegas terhadap pengedar, dan rehabilitasi bagi pengguna.
 
"Kami ada razia gabungan ke tempat-tempat yang diduga ada peredaran narkoba. Yang positif narkoba dibawa ke kantor BNN untuk asesmen. Jika dia sekaligus pengedar, diproses hukum. Jika hanya pemakai, maka akan direhabilitasi," tegas Mulyono.
 
Kepala BNNP Sumut, Tatar Nugroho, memberikan apresiasi tinggi atas langkah yang diambil Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution. Menurutnya, kebijakan ini sangat strategis dan menjadi contoh nyata kepemimpinan yang melindungi rakyat.
 
"Keputusan Gubernur ini memberikan dampak nyata. Mulai dari lingkungan ASN, kita berikan contoh tidak menggunakan vape. Ini wujud kepemimpinan luar biasa. Rencana penyusunan Perda ini pun langkah yang relatif baru di Indonesia dan mendapat dukungan penuh dari BNN Pusat," tambah Tatar.
 
 
 
Pesan:
 
Ancaman vape dan narkoba tidak bisa dikalahkan hanya dengan aturan pemerintah saja, melainkan dimulai dari kesadaran diri sendiri. Jangan biarkan hal yang terlihat modis dan biasa saja perlahan merusak masa depan dan merenggut kehormatan diri serta keluarga. Menjauhi vape bukanlah hal yang menyulitkan, melainkan cara terbaik kita menjaga kesehatan, menjaga nama baik, dan menyelamatkan generasi Sumatera Utara dari jeratan keburukan.
 
 
 
Sumber : Pemprov Sumut,Talkshow TVRI Sumut, Kesbangpol Sumut, dan Kepala BNNP Sumut


BinasumutNews - Berita Terpercaya dari Sumut

Selasa, 28 Juli 2026

"AI : Masa Orientasi Menuju Kedatangan Dajjal

Sumber ilustrasi BinasumutNews 

 



BinasumutNews



KECERDASAN BUATAN: MASA ORIENTASI MENJELANG KEDATANGAN DAJJAL

 

Ketika yang Asli Semakin Samar, dan yang Palsu Semakin Nyata


Penulis: Admin BinasumutNews

 

 

 

BAB I: PERINGATAN YANG SERTA MERTA DARI SEGALA PENJURU

 

Sejak ribuan tahun silam, dari bukit suci di Timur hingga kuil kuno di Barat, dari lembar kitab samawi hingga ajaran luhur leluhur, satu pesan senantiasa bergema dengan suara yang sama. Hampir setiap keyakinan, setiap tradisi besar yang pernah dianut manusia, menyimpan satu nubuat yang menggetarkan hati:

 

Bahwa menjelang tutupnya lembar sejarah dunia, akan muncul satu sosok agung dalam penampilan, namun hampa dalam kebenaran. Seorang pemimpin yang tampak menyelamatkan, padahal menyesatkan. Seorang pembawa "surga" bagi pengikutnya, yang sesungguhnya adalah neraka abadi.

 

Agama Kristen menyebutnya Sang Antikristus, Manusia Kedurhakaan yang datang dengan tanda-tanda ajaib palsu, memutarbalikkan ajaran kasih, dan menipu banyak orang sebelum kebenaran sejati kembali datang.

 

Tradisi Yahudi mengenal Armilus, Mesias Palsu yang mengklaim diri sebagai penebus yang dinanti-nantikan, namun justru menjerumuskan umat ke dalam kehancuran.

 

Dalam ajaran Hindu di zaman Kali Yuga, diceritakan akan lahir Raja Kedustaan: sosok yang gagah berani dan tampak adil, namun ia menjadikan kejahatan sebagai kebajikan, dan kebenaran dianggap sebagai aib yang harus dibuang.

 

Bagi penganut Buddha, ada Mara, penguasa khayalan dan tipu daya, yang selalu menyuguhkan kenyataan palsu yang indah memikat, agar manusia lupa jalan menuju cahaya pencerahan.

 

Dan dalam Islam, Rasulullah Muhammad SAW telah memperingatkan kita dengan begitu rinci dan penuh kasih: dialah Al-Masih Ad-Dajjal, Fitnah Terbesar yang pernah menimpa langit dan bumi sejak penciptaan Adam AS.

 

Satu kesamaan menggetarkan dari semua kisah ini: ujian terbesar di akhir zaman bukanlah pedang yang tajam, melainkan kebohongan yang tampak seperti kebenaran. Bukan penindasan yang kasar, melainkan bujukan yang memikat. Bukan kegelapan yang pekat, melainkan cahaya palsu yang menyilaukan mata hingga buta hati.

 

Kita tidak sedang mendengar dongeng dari negeri dongeng. Kita sedang menyadari bahwa semua jalan nubuat ini kini perlahan-lahan bertemu di satu titik: zaman tempat kita berpijak hari ini.

 

 

 

BAB II: MANUSIA YANG LULUH OLEH DUNIA

 

Rasulullah SAW pernah berkata sebuah kenyataan pahit yang kini terwujud nyata di depan mata:

"Segera akan datang suatu masa di mana kalian jumlahnya banyak bagaikan buih di lautan, namun kalian sangat lemah. Allah akan mencabut rasa segan musuh terhadap kalian, dan menanamkan penyakit 'wahn' ke dalam dada kalian."

Ketika ditanya apa itu wahn, beliau menjawab: "Cinta dunia dan takut mati."

 

Inilah akar dari segala kerapuhan kita hari ini

 

Cinta dunia yang berlebihan telah membuat hati kita lunak, gampang berkompromi dengan yang salah asalkan menguntungkan diri sendiri. Kita berlomba menumpuk harta, menaikkan gengsi, dan mengejar kemewahan yang sesaat, seolah kita akan hidup abadi di sini. Gaya hidup melambung tinggi, sementara akhlak merosot ke bawah tanah. Kita ingin terlihat paling hebat di layar, tapi lupa menjadi manusia yang baik di kenyataan.

 

Dan karena kita takut kehilangan kenyamanan dunia, kita pun menjadi takut mati—takut berkorban demi kebenaran, takut berbeda dari keramaian, takut berdiri tegak saat yang lain membungkuk demi kepentingan sesaat.

 

Dari situ lahir kekejaman yang tak beralasan. Nyawa manusia kini terasa begitu murah, mudah direnggut hanya karena selisih pendapat sepele, hanya karena rasa iri hati, atau sekadar untuk memuaskan nafsu sesaat. Kita menyaksikan kekerasan di mana-mana: di jalan raya, di dalam rumah, bahkan di hati yang paling dekat dengan kita.

 

Kita hidup di zaman di mana kebenaran menjadi dagangan. Banyak orang rela menjual nurani demi selembar rupiah, demi pujian orang lain, atau demi posisi yang fana. Akibatnya, kabut keraguan mulai menebal di mana-mana. Siapa lagi yang bisa dipercaya? Apa lagi yang benar?

 

Muncullah apa yang bisa kita sebut Fitnah Paradoks: Semakin banyak informasi yang kita terima, semakin sedikit kebenaran yang kita pahami. Semakin kita merasa pintar karena teknologi, semakin kita buta arah. Banyak dugaan konspirasi yang bertebaran, kabar bohong yang dianggap pasti, fakta yang dicatut demi keuntungan tertentu. Dunia maya menjadi ranah pertempuran kepercayaan, di mana persatuan hancur lebur hanya karena satu unggahan yang belum tentu benar.

 

Kita sedang dilatih untuk tidak lagi percaya pada apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, bahkan apa yang kita rasakan sendiri.

 

 

 

BAB III: KECERDASAN BUATAN: PENGENALAN DENGAN TIPU MUSLIHAT

 

Di tengah samarnya batas antara nyata dan khayal ini, hadirlah satu teknologi yang mengubah wajah dunia selamanya: Kecerdasan Buatan atau AI.

 

Awalnya ia datang sebagai pembantu. Ia menjawab pertanyaan kita, melukiskan apa yang kita bayangkan, menyusun kata-kata, bahkan meniru suara dan wajah orang terdekat kita. Namun perlahan, kita mulai menyadari: kemampuan utamanya adalah meniru kenyataan dengan begitu sempurna, hingga sulit dibedakan dari aslinya.

 

AI bisa membuat wajah orang yang tidak pernah ada, berbicara seolah hidup. Ia bisa menyusun berita bohong yang terlihat resmi dan berimbang. Ia bisa memutarbalikkan rekaman pembicaraan hingga seolah-olah tokoh besar mengatakan hal yang tidak pernah ia ucapkan. Inilah yang disebut teknologi deepfake.

 

Ada kasus di mana video seorang pejabat terlihat membagikan pesan yang memicu kerusuhan, padahal rekaman itu buatan murni komputer. Ada keluarga yang tertipu memindahkan uang karena mendengar suara kerabat yang meminta bantuan darurat, padahal itu hanyalah tiruan suara yang dihasilkan mesin. Ada berita yang menyebar seketika, menimbulkan kepanikan dan kemarahan massal, yang kemudian diketahui tak berdasar sama sekali.

 

Lebih menggetarkan hati: AI bisa menampilkan apa yang kita inginkan. Jika kita ingin mendengar kebenaran yang selaras dengan pendapat kita sendiri, ia akan menyajikannya dengan rapi. Jika kita membenci seseorang, ia bisa memberikan bukti-bukti palsu yang seolah menguatkan kebencian itu. Ia tidak memaksa kita berbuat jahat, ia membuat kejahatan terlihat seperti kebenaran.

 

Ia mengajak kita masuk ke dunia di mana air tampak seperti api, dan kebaikan tampak seperti keburukan. Ia melatih mata dan hati kita untuk keliru menilai. Ia adalah masa orientasi: masa di mana kita diperkenalkan dulu dengan cara kerja penyesatan agung itu, sebelum sosok aslinya benar-benar datang.

 

 

 

BAB IV: TITIK TEMU: KETIKA TANDA MENJADI NYATA

 


Dan Inilah Kita Kembali Pada Nubuat Rasulullah SAW Tentang Dajjal


Beliau bersabda bahwa Dajjal datang membawa surga dan neraka. Apa yang manusia kira surga, itulah neraka. Apa yang manusia kira neraka, itulah kebahagiaan sejati. Beliau memiliki kekuatan memutarbalikkan penglihatan, akal, dan perasaan. Ia menyuguhkan kemewahan yang menenangkan, jawaban instan atas segala masalah, dan tampak memecahkan krisis dunia—padahal itu semua jebakan menuju kehancuran abadi.

 

Bukankah apa yang ditawarkan dunia dan teknologi saat ini sangat mirip?

Kita ditawari kemudahan dengan meninggalkan prinsip. Kita ditawari ketenaran dengan menjual jati diri. Kita ditawari kepastian palsu yang menenangkan hati sesaat, tapi menjauhkan kita dari petunjuk Yang Maha Benar.

 

AI bukanlah Dajjal itu sendiri. Ia hanyalah alat. Namun sifat penyesatannya adalah bayangan nyata dari apa yang akan dilakukan Dajjal kelak.

 

Dulu, kebohongan sulit dibuat sempurna. Sekarang, kebohongan sempurna ada di genggaman jari kita.

Dulu, sulit memutarbalikkan fakta di mata banyak orang. Sekarang, satu pesan bisa membelokkan pemikiran jutaan manusia dalam sekejap.

Dulu, kita butuh tanda fisik untuk percaya. Sekarang, kita percaya pada layar, pada rekaman, pada buatan yang tidak kita ketahui asal-usulnya.

 

Kita sedang berada di ambang pintu. Kita sedang diuji apakah dengan adanya alat penipu sehebat ini, hati kita masih memiliki kompas untuk menunjuk ke arah kebenaran sejati. Atau justru kita ikut larut, hanyut bersama buih di lautan, mengikuti arus kebohongan yang tampak megah.

 

 

 

BAB V: PESAN BIJAK UNTUK HATI YANG TEGUH

 

Saudaraku yang sedang membaca ini, tulisan ini bukanlah untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membangunkan kita dari tidur panjang.

 

Zaman yang penuh samar ini bukan alasan untuk putus asa. Justru di sinilah letak kemuliaan iman: ketika yang lain buta karena silau cahaya palsu, engkau tetap bisa melihat cahaya terang yang sesungguhnya.

 

Ada beberapa pesan yang hendak saya tanamkan di sanubarimu, sebagai bekal di masa yang semakin sulit membedakan kiri dan kanan ini:

 

Pertama, jangan jadikan dunia ini tujuan utamamu. Cintailah kebaikan di dunia, tapi jangan sampai dunia menguasai hatimu. Jika hatimu terikat hanya pada yang fana, kau akan mudah tertipu oleh janji-janji palsu kebahagiaan. Jika hatimu terikat pada yang kekal, kau akan tenang walau badai tipu daya mengamuk di sekitarmu.

 

Kedua, milikilah patokan yang tak pernah berubah. Sebagaimana warna putih tak pernah berubah menjadi hitam, kebenaran Allah dan ajaran luhur nabi-nabi adalah kompas yang tak pernah keliru. Apa yang bertentangan dengan nilai luhur, apa yang menyuruhmu meninggalkan nurani, sekalipun terlihat seindah apa pun—jauhilah. Itulah ujian terberat.

 

Ketiga, telitilah sebelum percaya. Jangan telan mentah-mentah apa yang muncul di layar. Tanyakan sumbernya, bandingkan dengan akal sehat dan ajaran benar. Ingatlah: yang pertama kali diangkat dari bumi adalah kejujuran. Maka tugas kita adalah menjaga sisa kejujuran yang ada.

 

Keempat, perkuatlah persaudaraan. Buih di lautan lemah karena terpisah-pisah. Air laut yang menyatu adalah kekuatan yang tak tergoyahkan. Saling mengingatkan dalam kebaikan, saling tegur jika tersesat, dan jangan biarkan kebohongan memecah belah kita.

 

Kelima, perbanyaklah berlindung. Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dibacakan beliau di setiap shalat: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal." Doa ini adalah perisai kita.

 

Kita memang sedang berjalan di masa orientasi, berhadapan dengan bayangan besar penyesatan. Namun bayangan takut jika cahayanya terang. Jadilah cahaya itu. Jadilah orang yang ketika semua orang tersesat karena tampilan, engkau tetap tegak karena hati yang teguh kepada Yang Maha Hak.

 

Semoga Allah menjaga pendengaran, penglihatan, dan hatimu dari segala tipu daya. Semoga kita bukanlah buih yang hancur diterpa ombak, melainkan karang yang kokoh menopang kebenaran hingga akhir nanti.

 

Aamiin Yaa Rabbal Alamin

Senin, 27 Juli 2026

Paradoks Besar: Indonesia Peringkat 1 Dunia Paling Rajin Berdoa, Tapi Integritas Masih Jadi Tantangan?

Kesenjangan antara kesalehan ritual dan integritas sosial di Indonesia.


 



BinasumutNews



INDONESIA PERINGKAT 1 DUNIA PALING RAJIN BERDOA, NAMUN KONTRAS DENGAN INTEGRITAS SOSIAL


Oleh : Admin BinasumutNews

BinasumutNews,27 Juli 2026 -Berdasarkan laporan survei global Pew Research Center periode 2023–2025, Indonesia menempati peringkat pertama dunia sebagai negara dengan masyarakat paling rajin berdoa, dengan angka mencapai 95% warga dewasa yang menyatakan rutin berdoa setiap hari . 

Namun fakta kesalehan ini menampilkan paradoks yang mencolok: tingginya frekuensi ritual tidak berjalan seiring dengan perbaikan integritas, kejujuran publik, hingga penurunan kasus pelanggaran hukum dan korupsi.

 

 

 

📌 PANDANGAN PENGAMAT DAN AHLI

 

Fenomena kesenjangan ini dibahas secara mendalam oleh Prof. Dr. Wahyuddin Halim (Guru Besar Sosiologi Agama UIN Alauddin Makassar) dalam pidato pengukuhan jabatan profesornya pada 29 April 2026, serta diperkuat oleh kajian Dr. Jonner Simarmata, M.M. (Pengamat Sosial & Dosen Universitas Batanghari) dalam tulisan terbit Januari 2026.

 

Mereka menyoroti tiga akar utama paradoks kesalehan:

 

1. Kesalehan Formal vs Substansial: Ibadah sering dijalankan sekadar rutinitas atau identitas budaya, belum sepenuhnya dihayati sebagai landasan etika yang mencegah perbuatan buruk terhadap sesama.

2. Pendidikan Lebih Banyak Hafal daripada Memahami: Pola sosialisasi lebih menekankan doktrin dan simbol, sementara penalaran kritis serta penerapan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari kurang dikembangkan.

3. Tekanan Citra Sosial: Angka tinggi ketaatan juga dipengaruhi kecenderungan masyarakat memberikan jawaban yang dianggap "benar secara norma" dalam survei, bukan mencerminkan perilaku nyata di lapangan.

 

 

 

⚠️ DAMPAK YANG TERASA

 

Kesenjangan ini terlihat nyata:

 

- Integritas masih lemah: Skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia tahun 2025–2026 berada di angka 34–37, menempatkan kita di peringkat sekitar ke-110 dari 180 negara .

- Rentan hoaks: Tingkat literasi dan nalar kritis belum seimbang dengan ketaatan beribadah, sehingga mudah terpengaruh berita bohong.

- Kurang empati: Sikap kaku, mudah menghakimi, dan kekerasan akibat hal sepele masih kerap terjadi.

 

 

 

🤝 SOLUSI YANG DIHARAPKAN

 

Para pengamat menyarankan:

✅ Memperkuat pendidikan karakter dan etika mulai dari keluarga hingga lembaga pendidikan.

✅ Mengembalikan makna ibadah sebagai pembentuk akhlak, bukan sekadar gerakan lahiriah.

✅ Mendorong keseimbangan antara ketaatan beragama dengan pengembangan nalar kritis dan kepedulian sosial.

 

Sumber: Laporan Pew Research Center 2024, Pidato Prof. Wahyuddin Halim (UIN Alauddin Makassar), Kajian Dr. Jonner Simarmata, Transparency International

BinasumutNews - Berita Terpercaya dari Sumut