Kamis, 23 Juli 2026

Perdana Menteri Pertama Sutan Sjahrir Yang Pernah Menimba Ilmu di Kota Medan

Menghadirkan perpaduan dua momen bersejarah: di sisi kiri adalah gedung utama MULO Medan (cikal bakal SMAN 1 Medan) sekitar tahun 1922, tempat Sutan Sjahrir menimba ilmu selama tahun 1919 hingga lulus pada 1923; di sisi kanan adalah potret beliau di masa dewasa sebagai Perdana Menteri pertama Republik Indonesia dan pemikir besar kemerdekaan. Komposisi ini menghubungkan jejak awal pendidikannya di Medan dengan sosok pemimpin bangsa yang lahir dari pengalaman di tanah Deli. Sumber : Arsip Sejarah Kota Medan, Perpustakaan Nasional RI, Kompilasi BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut



 



BinasumutNews



SUTAN SYAHRIR: JEJAK PEMIKIR BANGSA YANG AWAL PERJUANGANNYA TERTANAM DI MEDAN



MEDAN – BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut – Banyak orang mengenal Sutan Sjahrir sebagai Perdana Menteri pertama Republik Indonesia, tokoh pemikir yang tenang namun tajam, dan arsitek pergerakan kemerdekaan yang tak pernah lelah. Namun tak banyak yang tahu: Medan adalah tanah tempat ia tumbuh, pertama kali membuka wawasan dunia, dan menanam benih cita-cita membebaskan negeri ini.

 

Bagi warga Sumatera Utara, nama besarnya bukan sekadar catatan buku sejarah nasional. Ia adalah bagian dari darah dan daging tanah ini—lahir di Bukittinggi, namun menempa jiwa dan akal sehatnya di Medan selama masa pendidikan yang sangat menentukan.

 

 

 

๐Ÿ“š MASA MENIMBA ILMU DI MEDAN: TAHUN BERAPA, DIMANA, HINGGA KAPAN LULUS

 

Sutan Sjahrir datang ke Medan pada tahun 1919, saat berusia sekitar 15 tahun. Ia langsung masuk ke jenjang pendidikan menengah pertama di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) Medan—sekolah menengah modern pertama dan terkemuka di wilayah Sumatera Timur pada masa kolonial, yang kini menjadi cikal bakal SMAN 1 Medan.

 

Ia bersekolah di Medan selama empat tahun penuh, hingga resmi lulus pada tahun 1923.

 

Selama masa bersekolah di sini:

 

- Ia belajar tidak hanya pengetahuan umum, tapi juga bahasa Belanda, Inggris, dan wawasan dunia yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya

- Bergaul dengan kawan dari beragam latar: pribumi, Tionghoa, India, dan Eropa, yang membuka pandangannya soal persamaan derajat

- Mulai mengamati ketimpangan nyata: kekayaan tanah Deli mengalir ke luar, sementara rakyat pribumi masih banyak yang tertinggal

- Mulai aktif berdiskusi dan menyusun pandangan tentang keadilan serta kemajuan bangsa

 

Setelah lulus MULO Medan tahun 1923, ia melanjutkan pendidikan ke Batavia (Jakarta) lalu ke Belanda, namun benih pemikiran dan keberaniannya berakar kuat dari pengamatan selama empat tahun di kota ini.

 

 

 

๐Ÿง  SOSOK YANG TAK HANYA PEMIMPIN, TAPI JUGA GURU BANGSA

 

Berbeda dengan tokoh pergerakan lain yang lebih banyak mengandalkan semangat api, Sutan Sjahrir dikenal sebagai pemikir yang rendah hati namun tegas. Ia pernah berkata: "Kemerdekaan bukanlah hadiah yang diminta kepada penjajah, melainkan martabat yang kita bangun sendiri dengan akal, kerja keras, dan persatuan."


Sutan Sjahrir saat menyampaikan siaran nasional melalui Radio Republik Indonesia, sekitar tahun 1946. Saat menjabat Perdana Menteri pertama Republik Indonesia, beliau sering menggunakan saluran ini untuk menyampaikan visi kemerdekaan, menjelaskan posisi bangsa Indonesia kepada dunia internasional, serta menguatkan semangat persatuan rakyat di tengah situasi masa awal kemerdekaan yang masih penuh tantangan. Sumber: Arsip Perpustakaan Nasional RI & Dokumentasi Sejarah RRI, Kompilasi BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut




Ia menolak kekerasan yang tak perlu, namun tak pernah mundur menghadapi ketidakadilan. Dan satu hal yang jarang diketahui: hingga akhir hayatnya, Sjahrir selalu menyebut Medan sebagai "kota yang membuka mataku". Ia sering berpesan kepada pemuda Sumut: jangan hanya menunggu perhatian dari pusat, jadikanlah pendidikan sebagai senjata untuk memajukan tanah kelahiran sendiri.

 

 

 

๐Ÿ“Œ PESAN BUAT GENERASI MUDA SUMUT HARI INI

 

Kini bangunan sekolah tempat ia belajar sudah berubah wajah, jalanan Medan pun makin ramai, namun semangatnya tetap hidup:

 

- Kecerdasan harus berjalan beriringan dengan hati nurani

- Anak daerah pun bisa menjadi pemimpin yang dihormati dunia

- Memajukan negeri dimulai dari memahami dan mencintai tempat kita dilahirkan

 

BinasumutNews menyajikan catatan ini agar kita tak lupa: di balik nama besar Sutan Sjahrir, ada jejak langkah nyata yang dimulai dari bangku sekolah di kota kita, Medan.

 

 

 

Sumber Referensi Sejarah: Arsip Perpustakaan Daerah Sumut, Biografi Resmi Sutan Sjahrir, Catatan Sejarah Pendidikan Kota Medan

Sajian Lengkap & Sudut Pandang Lokal: BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut


Rabu, 22 Juli 2026

RS Tembakau Deli : Saksi Sejarah Kesehatan di Kota Medan

Kiri: Bentuk asli Hospital Deli Maatschappij (1885),rumah sakit pertama di Medan untuk pekerja perkebunan dan warga.Kanan: Kondisi kini, bangunan bersejarah yang ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Medan di bawah pengelolaan PTPN II. Sumber: Arsip Sejarah & Dokumentasi BinasumutNews




 Binasumutnews



RS TEMBAKAU DELI: SAKSI SEJARAH KESEHATAN DI KOTA MEDAN

 

Oleh : Admin

 

Di tengah hiruk-pikuk perkembangan Kota Medan yang kini menjadi pusat pertumbuhan di wilayah Sumatera Utara, berdiri sebuah bangunan yang menyimpan jejak panjang peradaban kesehatan di tanah Deli. Rumah Sakit Tembakau Deli adalah fasilitas pelayanan kesehatan modern pertama yang pernah ada di Kota Medan, sekaligus saksi bisu dari masa kolonial, kemerdekaan, hingga perkembangan zaman hingga hari ini.

 

 

 

Awal Mula Berdirinya: Lahir dari Perkebunan Tembakau

 

Kisah rumah sakit ini bermula pada pertengahan abad ke-19, saat wilayah Deli menjadi pusat perkebunan tembakau berkualitas tinggi yang diminati pasar dunia. Perusahaan dagang Belanda bernama Deli Maatschappij yang mengelola lahan perkebunan menyadari perlunya fasilitas kesehatan yang layak bagi ribuan pekerja, pegawai, serta pejabat yang bertugas di wilayah tersebut.

 

Pada tahun 1885, secara resmi didirikan bangunan yang awalnya bernama Hospital Deli Maatschappij di lokasi yang kini menjadi Jalan Putri Hijau, Kecamatan Medan Kota. Bangunan awalnya berbentuk satu lantai dengan atap rumbia dan dinding kapur putih, dikelilingi kebun kelapa sawit dan pohon palem yang menjadi ciri khas lanskap Medan masa itu.

 

Pada masa itu, akses pengobatan di wilayah Deli sangat terbatas. Sebelum rumah sakit ini berdiri, warga dan pekerja hanya mengandalkan pengobatan tradisional atau tenaga medis yang datang dari luar secara berkala. Berdirinya rumah sakit ini menjadi tonggak penting: untuk pertama kalinya, tersedia tenaga medis terlatih, obat-obatan standar, dan ruang rawat inap yang layak.

 

Rumah sakit ini tidak hanya melayani pekerja perkebunan, tetapi juga perlahan terbuka bagi warga sekitar, bahkan menjadi rujukan bagi wilayah lain di Sumatera Timur. Desain bangunannya pun dikembangkan dengan gaya arsitektur kolonial Belanda yang disesuaikan dengan iklim tropis, dengan ventilasi luas agar udara dapat bersirkulasi dengan baik.

 

 

 

Perjalanan Panjang Sepanjang Zaman

 

Setelah masa kemerdekaan, pengelolaan rumah sakit ini beralih ke tangan negara, namun tetap mempertahankan fungsi utamanya sebagai pusat pelayanan kesehatan. Nama yang awalnya bernama Hospital Deli Maatschappij kemudian dikenal luas sebagai Rumah Sakit Tembakau Deli, merujuk pada asal-usul pendiriannya yang berkaitan dengan industri tembakau Deli.

 

Selama lebih dari satu abad, rumah sakit ini terus beradaptasi. Ia pernah menjadi tempat pelatihan tenaga kesehatan pertama di wilayah Sumatera Utara, merawat pasien dari berbagai latar belakang, dan menjadi saksi peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah kota Medan.

 

 

 

Kondisi Saat Ini: Warisan Sejarah Yang Tetap Terjaga

 

Hingga hari ini, lokasi dan bangunan asli Rumah Sakit Tembakau Deli masih berdiri kokoh. Pengelolaannya kini berada di bawah PT Perkebunan Nusantara II (Persero), dan bangunan bersejarah ini telah secara resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Medan oleh Pemerintah Kota Medan.

 

Meskipun tidak lagi beroperasi sebagai rumah sakit umum yang melayani pasien harian seperti masa keemasannya, keberadaannya tetap dihargai sebagai aset sejarah yang tak ternilai. Bangunan ini menjadi pengingat bahwa perkembangan kesehatan di Medan bermula dari kebutuhan melayani manusia, dan tumbuh seiring berjalannya waktu.

 

Dari bangunan beratap rumbia tahun 1885 hingga bangunan cagar budaya yang kita kenal sekarang, Rumah Sakit Tembakau Deli tetap menjadi bukti nyata: bahwa sejarah kesehatan Kota Medan tak lepas dari kisah tempat ini.

 

 

 

Sumber Refrensi :

 

- Arsip Sejarah Deli Maatschappij dan Kesultanan Deli

- Dokumen Penetapan Cagar Budaya Kota Medan

- Catatan Sejarah Dinas Kebudayaan Sumatera Utara

 

BinasumutNews - Berita Terpercaya dari Sumut




Minggu, 19 Juli 2026

Bobby Nasution Serap Aspirasi Masyarakat Saat Berkantor di Nias Barat, dan Berikan Solusi Langsung!

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution berdialog santai dan akrab dengan warga serta tokoh masyarakat dalam kegiatan "Sapa Masyarakat" di Kabupaten Nias Barat, Sabtu (18/7/2026). Ia menyerap keluhan langsung dan memberikan solusi tanpa birokrasi berbelit.

 



BinasumutNews


BOBBY NASUTION BERKANTOR LANGSUNG DI NIAS BARAT: SERAP ASPIRASI, BERIKAN SOLUSI TANPA BIROKRASI BERLAPIS

 

Oleh: Tim Redaksi Binasumut

Lokasi: Kabupaten Nias Barat | 19 Juli 2026

 

BINASUMUTNEWS – Berita Terpercaya dari Sumut – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution benar-benar membuktikan janji kampanyenya: berkantor langsung di wilayah Kepulauan Nias, demi mendengar suara warga secara langsung dan memutus rantai keterlambatan pembangunan yang selama ini dirasakan di pulau terluar ini.

 

Bagi warga Nias, langkah ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ini adalah bukti bahwa pemerintah provinsi benar-benar hadir, tidak hanya mendengar laporan dari atas kertas, tapi merasakan langsung kesulitan yang dialami saudara-saudara kita di ujung barat Sumatera Utara.

 

Dalam rangkaian kunjungan kerja, Sabtu (18/7/2026), Bobby menggelar kegiatan "Sapa Masyarakat" di Kabupaten Nias Barat. Ia duduk setara berdialog tatap muka dengan nelayan tradisional, tokoh agama, tokoh adat, hingga warga biasa. Keluhan diserap langsung, dan keputusan solusi pun diberikan di tempat—tanpa harus menunggu berbulan-bulan di kantor-kantor Medan.

 

 

 

๐Ÿ“ข TIGA KELUHAN UTAMA YANG DISAMPAIKAN WARGA

 

Dari pertemuan hangat tersebut, tercatat tiga hal yang paling mendesak dan menjadi beban warga selama ini:

 

- Nelayan terhambat: Sulit meningkatkan hasil tangkapan karena minimnya alat tangkap modern, perahu yang masih sederhana, dan belum ada dukungan pendukung melaut yang memadai.

- Infrastruktur putus: Kerusakan parah jalan dan jembatan antarwilayah membuat warga kesulitan bergerak, hasil bumi sulit dijual, dan pelayanan kesehatan sering terlambat.

- Fasilitas ibadah kurang: Banyak rumah ibadah membutuhkan perbaikan dan fasilitas tambahan demi kenyamanan jamaah.

 

 

 

✅ SOLUSI KONKRET YANG LANGSUNG DIPUTUSKAN

 

Bobby tidak hanya mendengar, tapi langsung menandai langkah nyata yang akan segera dijalankan:

 

1. BANTUAN KHUSUS NELAYAN

 

Pemprov Sumut segera menyalurkan dukungan lengkap:

 

- Mesin perahu dan genset kapal untuk memperluas jangkauan melaut

- Alat tangkap dan jaring yang lebih layak dan memadai

- Bantuan modal usaha agar operasional lebih lancar dan pendapatan meningkat

 

2. JALAN PENGHUBUNG NIAS SELATAN – NIAS BARAT DIMULAI AGUSTUS 2026

 

Menjawab keluhan paling mendesak:

 

- Pembangunan jalan dan jembatan jalur barat antarkabupaten resmi dimulai bulan depan, Agustus 2026

- Anggaran khusus sudah disiapkan, sehingga wilayah Nias tidak lagi terisolasi satu sama lain

 

3. BANTUAN SARANA KEAGAMAAN

 

Bantuan finansial tunai langsung disiapkan untuk renovasi dan pemenuhan fasilitas Masjid Al Uswah, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kenyamanan beribadah dan keharmonisan masyarakat.

 

 

 

๐Ÿ’ฌ PENGHARGAAN WARGA: "TAK PERLU JAUH KE MEDAN, SOLUSI SUDAH ADA DI SINI"

 

Langkah ini disambut sangat antusias dan haru. Warga menyebut ini sebagai terobosan yang memotong birokrasi panjang: "Dulu harus kirim surat, tunggu berbulan-bulan, belum tentu sampai. Sekarang Bapak Gubernur datang sendiri, dengar keluhan kami, dan besok sudah ada jalan keluar."

 

Kehadiran ini menegaskan satu hal: Pembangunan Sumatera Utara merata. Tidak hanya berpusat di daratan utama atau kota besar, tapi tangan pemerintah juga menjangkau pulau terluar, pelosok desa, dan setiap warga yang membutuhkan.

 

BinasumutNews akan terus memantau perkembangan penyaluran bantuan dan pengerjaan infrastruktur ini, serta melaporkan kembali manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat Nias.

 

 

 

Sumber Rilis Resmi: Pemprov Sumut

Sajian Lengkap & Konteks Lokal: BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut

Gubsu Bobby Nasution Pastikan Pembangunan Jalan Jalur Barat Nias Mulai Agustus 2026

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution didampingi pejabat terkait meninjau langsung kondisi kerusakan struktur lantai Jembatan Lahomi di Kecamatan Lolowau, Nias Selatan, Minggu (19/7/2026). Jembatan vital penghubung jalur barat Nias Selatan–Nias Barat ini kondisinya sudah darurat dan akan segera diperbaiki mulai Agustus 2026.

 



BinasumutNews


AKHIRNYA DIMULAI AGUSTUS 2026! JALUR BARAT NIAS SELATAN–NIAS BARAT AKAN DIBENAHI MENYELURUH

 

Oleh: Tim Redaksi Binasumut

Lokasi: Kecamatan Lolowau, Nias Selatan | Tanggal: 19 Juli 2026

 

BINASUMUTNEWS – Berita Terpercaya dari Sumut – Kabar yang ditunggu warga Nias selama puluhan tahun akhirnya terjawab! Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, secara resmi memastikan proyek pembangunan jalan dan jembatan penghubung jalur barat antara Kabupaten Nias Selatan dan Nias Barat akan dimulai secara penuh pada bulan depan, Agustus 2026.

 

Kepastian ini disampaikan langsung Bobby saat meninjau lokasi rute di Kecamatan Lolowau, Nias Selatan, di tengah rangkaian kunjungan kerja khusus ke wilayah Kepulauan Nias. Bagi saudara kita di ujung barat pulau ini, langkah ini bukan sekadar perbaikan aspal, melainkan pintu gerbang menuju perubahan nasib yang lebih baik.

 

 

 

๐Ÿ“‹ RINCIAN PROYEK DAN JADWAL PENGERJAAN

 

Proyek yang selama ini dianggap mimpi jauh kini digarap serius oleh Pemprov Sumut dengan tahapan jelas:

 

- ✅ Target Mulai: Pengerjaan fisik resmi dimulai tepat pada Agustus 2026

- ✅ Tahap Pertama: Fokus pembenahan jalan dari Kecamatan Lolowau menuju perbatasan Nias Barat sepanjang 2,3 kilometer

- ✅ Perbaikan Darurat Jembatan Lahomi: Gubernur meninjau langsung kerusakan struktur yang sudah sangat parah. Saat ini jembatan hanya ditahan sementara dengan batang kelapa demi keamanan, dan akan segera diperbaiki menyeluruh karena kondisinya sudah mendesak

- ✅ Sistem Bertahap: Pengerjaan dilakukan berjenjang agar kualitas terjamin dan akses darurat warga tetap berjalan selama proses berlangsung

 

 

 

๐Ÿš€ DAMPAK BESAR YANG AKAN DIRASAKAN WARGA

 

Kabar ini disambut sukacita luar biasa. Jalur ini selama ini menjadi penghalang utama kemajuan:

 

- ๐Ÿ”น Ekonomi Bergerak: Memangkas waktu tempuh berjam-jam, menurunkan biaya angkut hasil panen dan kebutuhan pokok, sehingga harga jual warga lebih layak dan biaya hidup lebih ringan

- ๐Ÿ”น Potensi Wisata Terbuka: Pantai barat Nias yang punya keindahan kelas dunia kini bisa dijangkau wisatawan, membuka lapangan kerja baru bagi pengusaha lokal dan pemandu wisata

 

 

 

๐Ÿค TIDAK HANYA JALAN: PERHATIAN LAIN UNTUK WARGA NIAS

 

Bersamaan dengan proyek ini, Gubernur juga menjawab kebutuhan mendasar lain:

 

- Irigasi Pulih: Pemprov siap memulihkan saluran irigasi yang mengairi 500 hektare sawah, agar petani kembali bisa menanam dengan tenang dan hasil melimpah

- Kesehatan Terjangkau: Segera dikerahkan Bus Operasi Mobile Pemprov Sumut untuk melayani warga desa terpencil yang sulit menjangkau puskesmas

 

Pembangunan jalur barat ini menjadi bukti nyata: kemajuan Sumatera Utara tidak hanya berhenti di daratan utama, tapi sampai ke pulau terluar dan warga yang selama ini tertinggal. BinasumutNews akan terus memantau perkembangan pengerjaan sampai selesai.

 

 

 

Sumber Rilis Resmi: Pemprov Sumut

Sajian Lengkap & Konteks Lokal: BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut

Sabtu, 18 Juli 2026

Gubernur Bobby Nasution Revitalisasi Situs Megalitik Tetegewo Nias Selatan

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bersama Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone meninjau langsung lokasi Situs Megalitik Tetegewo di Desa Hilisao'รถtรถ, Kecamatan Siduaori, Kabupaten Nias Selatan, Jumat (17/7/2026). Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemprov Sumut merevitalisasi warisan purba sekaligus membuka peluang kerja sama internasional untuk mengembangkannya sebagai destinasi wisata sejarah unggulan.

 



BinasumutNews


Oleh : Admin




GUBERNUR BOBBY NASUTION KOMITMEN REVITALISASI SITUS MEGALITIK TETEGEWO BIAS SELATAN DIDUKUNG KERJASAMA INTERNASIONAL

 

MEDANBinasumutNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen penuh untuk memulihkan dan mengembangkan Situs Megalitik Tetegewo di Desa Hilisao'รถtรถ, Kecamatan Siduaori, Kabupaten Nias Selatan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Sumut Bobby Nasution saat meninjau lokasi bersama Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, pada Jumat (17/7/2026) sore.

 

 

 

TUJUAN UTAMA PENGEMBANGAN

 

Langkah revitalisasi ini bertujuan ganda:

✅ Melestarikan warisan leluhur: Menjaga keberadaan situs dan artefak batu purba berusia ribuan tahun sebagai bukti peradaban Nias

✅ Menjadikan destinasi kelas dunia: Mengangkat kawasan Tetegewo menjadi ikon wisata sejarah unggulan yang dikenal secara global

 

CAKUPAN PENATAAN MENYELURUH

 

Pemprov Sumut akan melakukan pembenahan secara menyeluruh, meliputi:

 

- Perbaikan infrastruktur akses menuju lokasi situs

- Penataan lingkungan dan pelestarian benda cagar budaya

- Peningkatan sistem manajemen dan pengelolaan kawasan yang lebih teratur dan berkelanjutan

 

DAMPAK BAGI MASYARAKAT LOKAL

 

Proyek ini ditargetkan tidak hanya menjaga nilai sejarah, tetapi juga membawa dampak ekonomi nyata bagi warga sekitar. Melalui sektor pariwisata yang berkembang, diharapkan terbuka peluang kerja, usaha lokal, dan peningkatan taraf hidup masyarakat Nias Selatan.

 

DUKUNGAN KERJASAMA INTERNASIONAL

 

Kunjungan bersama Dubes Prancis Fabien Penone menjadi langkah awal untuk membuka peluang kerja sama strategis. Dukungan internasional ini diharapkan dapat memperluas promosi budaya dan pariwisata Nias ke kancah dunia, serta mendorong dukungan teknis maupun investasi pengembangan situs.

 

 

 

Sumber : Rilis resmi PemprovSu

BinasumutNews - Berita Akurat, Terpercaya dari Sumut

Rupiah Sedikit Menguat Rp18.000, Emas Antam Tertahan Diposisi Rp2,6 Juta/Gram

Ilustrasi pergerakan nilai tukar rupiah dan harga emas logam mulia di pasar keuangan domestik.

 



BinasumutNews


Oleh : Admin




RUPIAH SEDIKIT MENGUAT KEBAWAH RP18.000, HARGA EMAS ANTAM TERTAHAN DIPOSISI RP2,6 JUTA/GRAM

 

MEDANBinasumutNews – Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) mencatat penguatan signifikan pada penutupan akhir pekan ini, setelah sebelumnya sempat tertekan hingga menembus level psikologis Rp18.150 pada pertengahan pekan. Pergerakan ini turut memberikan dampak langsung pada harga emas di pasar domestik.

 

 

 

DATA TERBARU NILAI TUKAR & HARGA EMAS

 

Berdasarkan data perdagangan terbaru:

 

- Kurs BI JISDOR: Menguat tajam ditutup di Rp17.944 per Dolar AS

- Kurs Pasar Spot: Bergerak di kisaran Rp17.921 per Dolar AS

- Harga Emas Antam (1 Gram): Bertahan stabil di Rp2.606.000

- Harga Buyback Emas Antam: Di level Rp2.333.000 per gram (selisih harga beli-jual Rp273.000)

 

 

 

PENYEBAB PENGUATAN RUPIAH

 

Apresiasi rupiah selama empat hari beruntun ini dipicu oleh rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang berada di bawah ekspektasi pasar. Hal ini meredam kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan suku bunga ketat (agresif) yang bakal diambil oleh Bank Sentral AS (The Fed).

 

 

 

BAGAIMANA PENGARUHNYA TERHADAP HARGA EMAS? 

 

Penguatan rupiah menjadi faktor utama yang menahan kenaikan harga emas dalam negeri, meskipun harga emas dunia bergerak naik:

 

1. Efek Peredam Alami: Harga emas lokal mengacu pada harga dunia yang dikonversi ke rupiah. Saat rupiah menguat, ia menahan lonjakan harga meskipun emas dunia sempat menyentuh area US$4.000 per ons akibat ketegangan geopolitik di Selat Hormuz.

2. Potensi Koreksi Harga: Jika rupiah terus menguat pekan depan, ada kemungkinan harga emas di butik logammulia maupun Pegadaian mengalami penurunan sedikit.

3. Faktor Penekan Lain: Emas juga tertekan oleh imbal hasil obligasi AS yang tetap tinggi, seiring pernyataan pejabat The Fed yang masih mempertahankan sikap ketat untuk menekan inflasi energi. Secara keseluruhan, harga emas dunia bahkan turun lebih dari 3% sepanjang pekan ini.

 

 

 

Sumber : Rilis Bank Indonesia,data perdagangan pasar valas, Laporan harga logam mulia Antam

BinasumutNews - Berita Terpercaya dari Sumut

Ketua Dekranasda Sumut, Kahiyang Ayu Bertemu Konjen Jepang: Buka Kerjasama Budaya dan Ekonomi Kreatif






 

Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu beserta rombongan berfoto bersama Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru (kiri), serta berdiskusi memperkuat kerja sama budaya dan ekonomi kreatif, pada Kamis (16/7/2026).




BinasumutNews


KUNJUNGAN STRATEGIS KETUA DEKRANASDA SUMUT KE KONJEN JEPANG: BUKA PELUANG PASAR GLOBAL BUDAYA DAN EKONOMI KREATIF

 

MEDAN – BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu, melakukan kunjungan kehormatan ke kediaman Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, pada Kamis, 16 Juli 2026. Langkah ini bukan sekadar pertemuan kenalan, melainkan jembatan emas untuk membawa potensi asli Sumut bersaing di kancah internasional.

 

Bagi ribuan pengrajin, pelaku UMKM, dan pelaku wisata di seluruh pelosok Sumatera Utara, kesempatan ini adalah harapan nyata agar karya anak bangsa tidak hanya dikenal di dalam negeri, tapi juga dihargai di Negeri Sakura dan pasar dunia.

 

 

 

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฏ๐Ÿ‡ต MEMPERKENALKAN KEKAYAAN SUMUT KE NEGERI SAKURA

 

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh harapan, Kahiyang Ayu memaparkan langsung keunggulan daerah yang tak tertandingi:

 

- Kekayaan Budaya & Kerajinan: Kain wastra dan tenun khas Batak, Melayu, Nias, serta etnis lain yang dibuat dengan tangan penuh ketelatenan dan nilai sejarah tinggi

- Produk Unggulan UMKM: Makanan khas, olahan hasil hutan dan laut, serta kreasi warga yang siap memenuhi standar kualitas pasar global

- Destinasi Wisata Kelas Dunia: Mulai dari keagungan Danau Toba sebagai ikon pariwisata nasional, hingga keunikan budaya dan keindahan alam Kepulauan Nias yang belum banyak terjamah

 

Kahiyang juga menyoroti keberhasilan Dekranasda Sumut saat tampil memukau di ajang bergengsi World Expo 2025 Osaka, yang kini menjadi modal kuat membangun kepercayaan mitra luar negeri.

 

 

 

๐Ÿค APRESIASI & KOMITMEN KERJASAMA NYATA

 

Konsul Jenderal Furugori Toru sangat mengapresiasi keragaman budaya yang hidup harmonis di Sumatera Utara serta kekayaan alam yang luar biasa. Ia pun menyambut baik rencana kerja sama dan mengundang jajaran Dekranasda Sumut berkunjung langsung ke Jepang guna:

 

- Membuka akses pasar lebih luas bagi produk kerajinan dan makanan lokal

- Menyusun program pertukaran budaya dan promosi pariwisata bersama

- Menjajaki peluang investasi di sektor ekonomi kreatif

 

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik balik: tak hanya pertukaran budaya, tapi juga membawa kesejahteraan nyata bagi pengrajin, pelaku usaha, dan masyarakat Sumatera Utara secara luas. BinasumutNews akan terus memantau tindak lanjut kerja sama ini.

 

 

 

Sumber Rilis Resmi: Diskominfo Sumut & Dekranasda Provinsi Sumatera Utara

Sajian Lengkap & Konteks Lokal: BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut