![]() |
| BinasumutNews |
Binasumut
Medan, 2 juni 2026
🤝 Perkuat Sinergi, Bobby Nasution Ajak BNNP Sumut Berantas Narkoba Sampai Ke Akar
MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, kembali menegaskan komitmen kuat pemerintah daerahnya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari ancaman narkotika. Dalam pertemuan resmi dengan jajaran pimpinan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, Gubernur Bobby meminta agar kerja sama dan kolaborasi antarlembaga diperkuat secara maksimal. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memutus mata rantai peredaran barang haram yang kian mengkhawatirkan di wilayah Sumut.
Audiensi yang berlangsung bersama Kepala BNNP Sumut, Brigadir Jenderal Polisi Tatar Nugroho, membahas sejumlah langkah taktis penanganan masalah narkoba. Bobby Nasution menekankan perlunya penanganan yang fokus dan terpusat, terutama di titik-titik rawan yang menjadi jalur masuk sekaligus pusat peredaran narkoba di wilayah ini.
Tidak hanya berhenti pada arahan kebijakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan nyata. Salah satunya adalah ketersediaan bantuan dari sisi anggaran, guna memastikan setiap program pemberantasan dan pencegahan yang dijalankan BNNP Sumut dapat berjalan efektif tanpa hambatan.
"Kita harus serius menangani masalah ini agar Sumatera Utara benar-benar bisa terbebas dari jeratan narkoba. Semua pihak harus bergerak satu tujuan demi menyelamatkan generasi kita," tegas Bobby Nasution dalam pertemuan tersebut.
📊 Data Mencemaskan: Sumut Peringkat Pertama Nasional
Sementara itu, Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Tatar Nugroho, memaparkan fakta lapangan yang menjadi perhatian serius. Berdasarkan data yang dihimpun, Sumatera Utara saat ini masih menempati posisi peringkat pertama secara nasional dalam hal jumlah warga yang tercatat sebagai pengguna narkoba.
Angka ini sangat tinggi jika dikaitkan dengan jumlah penduduk provinsi ini yang mencapai sekitar 15 juta jiwa. Diperkirakan, sekitar 10 persen dari total populasi atau setara dengan 1,5 juta orang telah terjerumus menjadi pengguna narkoba. Angka yang sangat besar dan menjadi alarm bahaya bagi masa depan daerah.
⚠️ Ancaman Melebar: Masuk ke Sekolah & Desa
Kondisi yang ada saat ini pun dinilai semakin kompleks dan mengkhawatirkan. Tatar Nugroho menyampaikan bahwa pola peredaran narkoba telah mengalami perubahan. Dulu penyebaran lebih banyak terjadi di kota besar dan menyasar kelompok usia produktif saja, namun kini jangkauannya telah meluas.
"Yang paling kita khawatirkan sekarang adalah peredaran ini sudah tidak lagi hanya di perkotaan atau orang dewasa saja. Narkoba sudah mulai merambah hingga ke wilayah pedesaan, dan yang lebih memprihatinkan mulai menjangkiti anak-anak usia sekolah," ungkap Tatar.
Fakta ini menjadi alasan utama mengapa Gubernur Bobby Nasution menginginkan intervensi yang lebih masif dan terpadu. Kolaborasi antara Pemprov dan BNNP Sumut diharapkan mampu menutup celah peredaran, menindak tegas pengedar, serta memperbanyak program pemulihan dan pencegahan agar angka penggunaan narkoba di Sumatera Utara dapat turun drastis dan tidak lagi menjadi peringkat tertinggi di Indonesia.
(Firman, Z. A Prd)
#BinasumutNews










































