![]() |
| Ilustrasi BinasumutNews |
BinasumutNews
MANUSIA DI MATA TUHAN ITU SAMA, TAPI BERUBAH SAAT DI MATA MANUSIA
Oleh: Admin BinasumutNews
BINASUMUTNEWS - Pernahkah kita merenungkan satu hal yang paling jujur namun paling sering kita lupakan? Bahwa di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah. Tidak ada perbedaan antara orang kaya dan orang miskin. Tidak ada perbedaan antara pejabat tinggi dan rakyat biasa. Tidak ada perbedaan antara berpangkat dan tidak dikenal. Di mata Tuhan, manusia semuanya sama. Sama derajatnya, sama harkatnya, sama martabatnya. Semua adalah makhluk-Nya yang bernilai sama di hadapan-Nya.
Namun, kebenaran yang menyakitkan sering kali terjadi: ketika turun ke mata manusia, kesamaan itu seakan lenyap.
💡 FENOMENA YANG SERING KITA SAKSIKAN
Lihatlah di sekitar kita. Sering kali kita menyaksikan hal yang ironis:
Ketika berhadapan dengan atasan, pejabat, orang kaya, atau mereka yang berpangkat — sikap kita seketika berubah. Kita bersikap sangat sopan, menundukkan kepala, berbicara dengan lembut, mendengarkan dengan penuh perhatian, bahkan terkadang berlebih-lebihan demi mendapatkan perhatian, keuntungan, atau perlindungan. Sikap seakan-akan mereka adalah manusia yang lebih mulia.
Namun berbanding terbalik ketika berhadapan dengan orang-orang yang dianggap "kasta rendah" — orang miskin, pekerja kasar, rakyat kecil, mereka yang tidak memiliki jabatan dan kekayaan. Sering kali suara meninggi, tatapan merendahkan, sikap mengabaikan, bahkan seakan kehadiran mereka tidak berarti apa-apa. Padahal di mata Tuhan, keduanya adalah sama.
Mengapa bisa demikian? Karena sering kali manusia menilai bukan dari harkat kemanusiaannya, melainkan dari apa yang dipunyainya, bukan siapa dirinya. Menilai dari jabatan, harta, kekuasaan, dan pengaruh — bukan dari hati, budi pekerti, dan kemanusiaannya.
⚖️ KESEJAJARAN ITU JUGA DIJAMIN OLEH NEGARA DAN HUKUM
Kita patut merenung: Tuhan memang menetapkan kesamaan derajat itu, tetapi ternyata negara pun telah menjamin hal yang sama. Bukan sekadar ajaran agama, melainkan sudah tertulis tegas dalam hukum dan dasar negara kita.
Pertama, di dalam Undang - Undang Dasar 1945 Pasal 27 Ayat (1):
"Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya."
Artinya: Di hadapan hukum, seorang presiden sama kedudukannya dengan seorang petani. Seorang pengusaha sama kedudukannya dengan seorang buruh. Tidak boleh ada pembedaan perlakuan atas dasar kekayaan, jabatan, atau keturunan. Semua berdiri sejajar di hadapan hukum. Itu jaminan negara.
Kedua, dalam Pancasila - Sila ke Lima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Sila kelima mengandung makna bahwa setiap orang berhak atas perlakuan yang adil, penghormatan yang sama, dan tidak boleh ada perlakuan yang membeda-bedakan atas dasar apa pun. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menuntut kita untuk menghormati hak-hak orang lain, peduli terhadap sesama, dan tidak membiarkan ada ketimpangan yang merendahkan martabat sesama manusia. Keadilan sosial berarti: semua manusia berhak dihargai sama, tanpa melihat siapa dan apa yang dimilikinya.
Ketiga, ditegaskan pula dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Di dalamnya disebutkan dengan tegas: "Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang." Artinya: hak untuk dihargai dan diperlakukan sama itu bukan pemberian penguasa, bukan pemberian orang kaya, melainkan anugerah Tuhan sejak manusia lahir ke dunia. Oleh karena itu, tidak ada seorang pun yang berhak merendahkan sesamanya, karena setiap orang membawa martabat yang sama dari Penciptanya.
NAMUN MENGAPA MASIH TERJADI SEBALIKNYA?
Faktanya, di kehidupan sehari-hari kita masih sering menyaksikan fenomena yang menyedihkan:
- Orang yang berpangkat disambut dengan hormat, sementara yang tidak dikenal diabaikan begitu saja
- Orang yang kaya didengar ucapannya, sementara yang miskin suaranya seakan tidak terdengar
- Orang yang berkuasa diupayakan keinginannya, sementara yang lemah keinginannya diabaikan
- Seseorang diperlakukan bukan berdasarkan siapa dirinya, melainkan berdasarkan apa yang ia miliki
Padahal, semua jabatan suatu saat akan berakhir. Semua kekayaan suatu saat akan tertinggal. Semua pangkat suatu saat akan dilepaskan. Yang tersisa hanyalah siapa kita sebagai manusia, bagaimana kita memperlakukan sesama, dan apa yang kita perbuat di hadapan Tuhan.
✨ PENUTUP: KEMBALI PADA KEBENARAN YANG SEDERHANA
Pembaca sekalian...
Sikap kita kepada seseorang seharusnya tidak berubah tergantung siapa yang kita hadapi. Sopan santun kita bukan karena ia pejabat, melainkan karena kita memang manusia yang beradab. Penghormatan kita bukan karena ia kaya, melainkan karena setiap manusia berhak dihormati — sebagaimana Tuhan menciptakan semua manusia sama derajatnya.
Janganlah kita bersikap lemah kepada yang berkuasa, dan sebaliknya menjadi kasar kepada yang lemah. Itu bukan kebijaksanaan — itu kepalsuan.
Sikap yang benar adalah: menghormati yang tua, menyayangi yang muda, dan menghargai SEMUA tanpa memandang siapa mereka. Karena pada akhirnya, saat kita semua dipanggil pulang menghadap Tuhan — tidak ada yang membawa pangkat, tidak ada yang membawa harta, tidak ada yang membawa jabatan. Yang dinilai hanyalah iman, amal, dan bagaimana kita memperlakukan sesama makhluk-Nya.
Di hadapan Tuhan, kita semua sama. Dan itulah standar yang seharusnya kita pegang: memperlakukan setiap orang sebagaimana kita ingin diperlakukan — sama, adil, dan penuh penghormatan. Bukan karena takut kepada pangkat, bukan karena mengharap keuntungan dari harta — melainkan karena di mata Tuhan, manusia itu memang sama. Dan hukum negara pun telah menjamin hal yang sama. Semoga kita semua dapat memahami dan melaksanakannya dengan tulus.
Sumber: UUD 1945 Pasal 27 Ayat (1), Pancasila Sila Kelima, UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM
BinasumutNews - Berita Terpercaya dari Sumut












