BinasumutNews
DARI JUALAN LANGSUNG KE PASAR DUNIA: LANGKAH BESAR BOBBY NASUTION BAWA 1,4 JUTA UMKM SUMUT NAIK KELASD
Oleh : Admin BinasumutNews
MEDAN – BINASUMUTNEWS – Bukan sekadar dorongan untuk berjualan lebih banyak, melainkan mengubah cara berbisnis secara menyeluruh.
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memanggil seluruh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di provinsi ini untuk berani melangkah lebih jauh: tinggalkan ketergantungan pada penjualan eceran, dan beralih menjadi mitra industri yang mampu menembus pasar global.
Seruan ini disampaikan secara tegas saat pembukaan acara Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 yang berlangsung di Medan, Sabtu (25/7/2026). Sasarannya sangat besar: 1,4 juta pelaku UMKM yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Perubahan Pola Pikir: Dari B2C Menuju B2B
Selama ini banyak UMKM terbiasa menjual langsung ke pembeli satu per satu (Business-to-Consumer / B2C). Namun pola ini memiliki batas kemampuan: produksi terbatas, omzet berfluktuasi, dan sulit berkembang besar.
Bobby Nasution mengajak beralih ke sistem Business-to-Business / B2B:
"Kita tidak boleh selamanya menjual eceran. UMKM Sumut harus berani menjadi pemasok industri, mitra investor, dan bagian dari rantai pasok nasional hingga internasional. Itulah jalan agar usaha kita naik kelas dan kesejahteraan pelakunya meningkat pesat."
Pemerintah provinsi pun menyiapkan dukungan nyata untuk perubahan ini:
✅ Kemitraan langsung dengan industri besar
✅ Pendampingan desain kemasan dan standar mutu
✅ Studi kelayakan usaha agar siap berinvestasi
✅ Kemudahan akses permodalan dari perbankan
Langkah ini menjadi kunci utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara sebesar 6,7% hingga 7,1% tahun ini.
Bukti Nyata: KKSU 2026 Catat Angka Fantastis
Kolaborasi Pemerintah Provinsi bersama Bank Indonesia dalam KKSU 2026 membuktikan potensi besar yang dimiliki Sumut. Acara yang diikuti 600 lebih UMKM dan 48 mitra strategis ini mencatatkan capaian luar biasa:
- Penjualan ritel langsung: di atas Rp 900 juta
- Kesepakatan kerja sama bisnis (business matching): Rp 22 miliar
- Potensi investasi jangka panjang: lebih dari Rp 80 miliar
Perwakilan Bank Indonesia pun memberikan apresiasi tinggi, menegaskan bahwa insentif likuiditas akan terus disiapkan untuk mendukung pertumbuhan sektor usaha kreatif dan ekonomi kerakyatan di Sumatera Utara.
Sumber: Rilis resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bank Indonesia Perwakilan Sumut
BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut













