Minggu, 26 Juli 2026

Dari Jualan Langsung ke Pasar Dunia: Langkah Besar Bobby Nasution Bawa 1,4 Juta UMKM Sumut Naik Kelas

Suasana pembukaan acara Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 yang berlangsung di Medan, Sabtu (25/7/2026). Tampak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bersama jajaran pejabat dan tamu undangan di panggung utama, saat menyampaikan dorongan bagi 1,4 juta pelaku UMKM Sumut untuk beralih ke skala industri dan menembus pasar global.

 


BinasumutNews


DARI JUALAN LANGSUNG KE PASAR DUNIA: LANGKAH BESAR BOBBY NASUTION BAWA 1,4 JUTA UMKM SUMUT NAIK KELASD



Oleh : Admin BinasumutNews



MEDAN – BINASUMUTNEWS – Bukan sekadar dorongan untuk berjualan lebih banyak, melainkan mengubah cara berbisnis secara menyeluruh. 


Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memanggil seluruh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di provinsi ini untuk berani melangkah lebih jauh: tinggalkan ketergantungan pada penjualan eceran, dan beralih menjadi mitra industri yang mampu menembus pasar global.

 

Seruan ini disampaikan secara tegas saat pembukaan acara Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 yang berlangsung di Medan, Sabtu (25/7/2026). Sasarannya sangat besar: 1,4 juta pelaku UMKM yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

 

 

 

Perubahan Pola Pikir: Dari B2C Menuju B2B

 

Selama ini banyak UMKM terbiasa menjual langsung ke pembeli satu per satu (Business-to-Consumer / B2C). Namun pola ini memiliki batas kemampuan: produksi terbatas, omzet berfluktuasi, dan sulit berkembang besar.

 

Bobby Nasution mengajak beralih ke sistem Business-to-Business / B2B:

 

"Kita tidak boleh selamanya menjual eceran. UMKM Sumut harus berani menjadi pemasok industri, mitra investor, dan bagian dari rantai pasok nasional hingga internasional. Itulah jalan agar usaha kita naik kelas dan kesejahteraan pelakunya meningkat pesat."

 

Pemerintah provinsi pun menyiapkan dukungan nyata untuk perubahan ini:

✅ Kemitraan langsung dengan industri besar

✅ Pendampingan desain kemasan dan standar mutu

✅ Studi kelayakan usaha agar siap berinvestasi

✅ Kemudahan akses permodalan dari perbankan

 

Langkah ini menjadi kunci utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara sebesar 6,7% hingga 7,1% tahun ini.

 

 

 

Bukti Nyata: KKSU 2026 Catat Angka Fantastis

 

Kolaborasi Pemerintah Provinsi bersama Bank Indonesia dalam KKSU 2026 membuktikan potensi besar yang dimiliki Sumut. Acara yang diikuti 600 lebih UMKM dan 48 mitra strategis ini mencatatkan capaian luar biasa:

 

- Penjualan ritel langsung: di atas Rp 900 juta

- Kesepakatan kerja sama bisnis (business matching): Rp 22 miliar

- Potensi investasi jangka panjang: lebih dari Rp 80 miliar

 

Perwakilan Bank Indonesia pun memberikan apresiasi tinggi, menegaskan bahwa insentif likuiditas akan terus disiapkan untuk mendukung pertumbuhan sektor usaha kreatif dan ekonomi kerakyatan di Sumatera Utara.

 

 

 

Sumber: Rilis resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bank Indonesia Perwakilan Sumut

BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut

Sabtu, 25 Juli 2026

Apa Itu Clickbait Emosional? : Jebakan Informasi, Literasi Berita, Berita Palsu, Edukasi Digital Sumatera Utara

Sumber : BinasumutNews education digital

 


BinasumutNews



APA ITU CLICKBAIT EMOSIONAL?: JEBAKAN INFORMASI YANG MENYAMAR SEBAGAI PENCERAHAN



Oleh : Admin BinasumutNews


MEDAN – Pernahkah kamu melihat judul seperti ini:

 

"PERINGATAN! Rupiah akan jatuh drastis besok, jangan sampai rugi!"

"Rahasia yang disembunyikan pemerintah baru terbongkar!"

"Jangan lakukan ini jika ingin keluarga selamat!"

 

Konten semacam ini seringkali tampak seperti informasi penting demi kebaikan kita. Padahal sebagian besar adalah Clickbait Emosional — trik yang semakin marak menipu banyak orang.

 

 

 

📌Apa Itu Clicbait Emosional 

 

Clickbait Emosional adalah cara memancing orang untuk membaca atau menonton, bukan berdasarkan fakta yang kuat, melainkan dengan memainkan perasaanmu: rasa takut, cemas, penasaran berlebihan, kemarahan, atau harapan palsu.

 

Berbeda dengan judul berlebihan biasa, jenis ini lebih licik dan berbahaya:

✅ Tampak tenang, bijak, seolah memberi edukasi dan peringatan

✅ Mengutip nama besar atau lembaga ternama tanpa bukti sahih

✅ Membuat kamu merasa "dapat informasi rahasia duluan"

✅ Padahal tujuannya satu: mendapatkan klik dan penonton demi keuntungan pribadi pembuat konten

 

 

 

🔍 Ciri -Ciri Mudah Dikenali

 

Sebelum kamu percaya atau membagikan, cek dulu tanda-tanda ini:

 

1. Terdengar sangat mendesak atau mengagetkan

Angka, peristiwa, atau klaim yang disampaikan terlalu ekstrem dan jauh dari berita resmi.

2. Sumber tidak jelas

Hanya menyebut "berdasarkan riset", "kata ahli", atau nama teknologi canggih — tapi tidak ada tautan atau bukti asli.

3. Langsung memicu emosi

Membuatmu takut, marah, atau khawatir dalam sekejap, tanpa memberi waktu berpikir tenang.

4. Isi tidak sesuai janji

Setelah ditonton/dibaca, isinya berulang-ulang, tidak ada solusi nyata, atau tidak menjawab judul yang dijanjikan.

5. Menyamar sebagai pelindung

Mengaku "menyelamatkan kamu dari kerugian", padahal hanya memanfaatkan kekhawatiranmu.

 

 

 

⚠️ Mengapa Ini Sangat Berbahaya?

 

- Menyebarkan kepanikan yang tidak perlu di masyarakat

- Membuat orang bingung membedakan mana berita asli dan mana rekayasa

- Mengikis kepercayaan pada informasi yang benar-benar penting

- Membuat kita terbiasa berpikir dengan perasaan, bukan dengan fakta

 

 

 

💡 Cara Melindungi Diri dari Jebakan

 

Lakukan hal ini sebelum memutuskan percaya atau membagikan:

 

1. Tarik napas dulu: Jika judul membuatmu sangat takut atau marah, berhenti sejenak. Berita yang benar tidak perlu menakut-nakuti untuk dipercaya.

2. Cek sumber resmi: Bandingkan dengan rilis lembaga berwenang (seperti Bank Indonesia, Kemendagri, atau media berita terpercaya).

3. Lihat apakah ada bukti: Apakah ada dokumen, tautan, atau nama narasumber yang jelas?

4. Ingat prinsip sederhana: Informasi yang bermanfaat disampaikan dengan tenang, jujur, dan tidak memanfaatkan ketakutan rakyat.

 

Di tengah banjir informasi seperti sekarang, kemampuan memilah fakta dan jebakan adalah kekuatan paling berharga.

 

 

 

Sumber: BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut

Kahiyang Ayu, Pengurus PKK, dan DWP Sumut : Belanja Perlengkapan Sekolah Bersama Ratusan Anak Kurang Beruntung, Ramayana Tebingtinggi

Kahiyang Ayu didampingi pengurus PKK dan DWP Sumut berfoto bersama ratusan anak yatim, duafa, dan penyandang disabilitas dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kota Tebingtinggi, Jumat (24/7/2026).




BinasumutNews



Kahiyang Ayu Rayakan Hari Anak Nasional: Beri Ratusan Anak Kurang Beruntung Kesempatan Pilih Perlengkapan Sekolah Sendiri



Oleh : Admin BinasumutNews

Lokasi : Medan|25/7/2026



BinasumutNews|TEBINGTINGGI – Menyambut peringatan Hari Anak Nasional, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu, menggelar kegiatan sosial penuh makna di Ramayana Kota Tebingtinggi, Jumat (24/7/2026). Acara ini dihadiri ratusan anak yatim, duafa, dan penyandang disabilitas dari lima kecamatan di wilayah Tebingtinggi.

 

Kegiatan ini mengusung tema besar "Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", sebagai wujud nyata kepedulian bersama antara TP PKK Provinsi Sumut, Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumut, serta Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Provinsi Sumut.

 

 

 

Bebas Pilih Kebutuhan Sekolah Sesuai Keinginan

 

Setiap anak yang hadir menerima voucher belanja senilai Rp500 ribu. Berbeda dengan bantuan yang biasanya sudah ditentukan jenis barangnya, kali ini anak-anak diberi kebebasan penuh untuk memilih sendiri perlengkapan sekolah yang mereka butuhkan.

 

Mulai dari seragam, baju olahraga, tas, buku tulis, hingga sepatu dan sandal, mereka bisa memilih sesuai ukuran dan selera masing-masing. Pendekatan ini bertujuan agar anak-anak merasa dihargai kemandiriannya, sekaligus belajar memanfaatkan bantuan dengan bijak.

 

Kahiyang Ayu terlihat turun langsung mendampingi anak-anak saat berbelanja. Ia menyapa satu per satu, berjabat tangan, dan memberikan dorongan semangat agar mereka tetap rajin belajar meski di tengah keterbatasan.

 

 

 

Setiap Anak Adalah Tanggung Jawab Bersama

 

Melalui siaran pers resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu menegaskan bahwa perlindungan dan kesempatan berkembang adalah hak setiap anak, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik.

 

"Anak-anak yang kurang beruntung ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kita harus memastikan mereka tumbuh dalam kasih sayang, terpenuhi kebutuhan dasarnya, dan memiliki semangat yang kuat untuk menjadi generasi emas Indonesia yang tangguh di masa depan," ujarnya.

 

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban kebutuhan sekolah, tetapi juga menjadi bukti bahwa perhatian dan harapan selalu ada bagi setiap anak di Sumatera Utara.

 

 

 

Sumber: Pemprov Sumut

BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut

Jumat, 24 Juli 2026

PT PPSU Gandeng Kedubes Tiongkok Hadirkan 200 Mesin Cuci Darah & PLTS 300 MW Untuk Sumut

Kiri: Penandatanganan nota kesepahaman PT PPSU dengan pihak Tiongkok dalam ajang Indonesia-China Partnership Forum, disaksikan Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Dubes RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun.Kanan: Suasana dialog bisnis dan pertemuan pelaku usaha kedua negara yang turut dihadiri perwakilan Pemprov Sumut.
Sumber: BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut

 


BinasumutNews


PT PPSU Gandeng Kedutaan Besar Tiongkok: Hadirkan 200 Mesin Cuci Darah dan PLTS 300 MW untuk Sumatera Utara



Oleh: Admin BinasumutNews

Tanggal: 24 Juli 2026

Lokasi: Jakarta / Sumatera Utara



BinasumutNews – PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) dengan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Kamis (23/7/2026). Kerja sama strategis ini difokuskan pada dua sektor utama yang sangat dibutuhkan masyarakat: peningkatan layanan kesehatan melalui penyediaan alat penunjang medis, serta percepatan transisi energi hijau lewat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar.

 

Penandatanganan disaksikan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, serta perwakilan pelaku usaha kedua negara.

 

 

 

Dua Sektor Utama Kerja Sama

 

Berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani, terdapat dua program besar yang akan segera direalisasikan:

 

1. Bantuan Layanan Kesehatan: Penyediaan sebanyak 200 unit mesin cuci darah yang nantinya akan didistribusikan ke rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai wilayah Sumatera Utara. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi antrean pasien gagal ginjal serta memperluas jangkauan pelayanan yang selama ini belum merata.

2. Pembangunan Energi Bersih: Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 300 Megawatt. Proyek ini menjadi salah satu upaya nyata Sumatera Utara dalam mendukung target energi terbarukan nasional sekaligus menjawab kebutuhan pasokan listrik andal di daerah.

 

 

 

Dukungan Pemerintah dan Peluang Investasi

 

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyambut baik langkah ini sebagai wujud nyata pembangunan berkelanjutan yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat.

 

“Semoga kerja sama ini menjadi awal dari semakin banyak investasi yang hadir di Sumatera Utara, terbukanya lapangan kerja baru, serta terciptanya peluang yang mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Bobby usai menyaksikan acara.

 

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun menegaskan bahwa Sumatera Utara merupakan salah satu daerah prioritas dalam koridor ekonomi nasional. Ia menyoroti perubahan pola kerja sama yang kini mulai melibatkan sektor swasta secara lebih luas.

 

“Selama ini banyak berjalan melalui skema pemerintah ke pemerintah atau BUMN. Kali ini kita dorong lebih kuat ke arah swasta ke swasta, agar dampak ekonominya lebih cepat dirasakan. Dalam waktu dekat juga akan digelar forum khusus promosi investasi Sumatera Utara di Tiongkok,” jelas Djauhari.

 

 

 

Komitmen Pelaksana Profesional

 

Direktur Utama PT PPSU Ferry Indra menambahkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan segala tahapan agar kerja sama ini berjalan transparan dan memberikan nilai tambah maksimal bagi daerah.

 

“Kami berkomitmen menjalankan inisiatif kesehatan dan energi ini secara profesional. MoU ini juga membuka jalan bagi kemitraan ekonomi internasional yang lebih luas,” ungkap Ferry.

 

Perwakilan PT CNEC Engineering Indonesia Xu Qifei juga menyambut baik kesepakatan ini, dan berharap proyek-proyek yang disepakati dapat masuk dalam peta prioritas kemitraan strategis Indonesia–Tiongkok demi manfaat bersama.

 

 

 

Sumber: Diskominfo Sumut

BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut




Kamis, 23 Juli 2026

Perdana Menteri Pertama Sutan Sjahrir Yang Pernah Menimba Ilmu di Kota Medan

Menghadirkan perpaduan dua momen bersejarah: di sisi kiri adalah gedung utama MULO Medan (cikal bakal SMAN 1 Medan) sekitar tahun 1922, tempat Sutan Sjahrir menimba ilmu selama tahun 1919 hingga lulus pada 1923; di sisi kanan adalah potret beliau di masa dewasa sebagai Perdana Menteri pertama Republik Indonesia dan pemikir besar kemerdekaan. Komposisi ini menghubungkan jejak awal pendidikannya di Medan dengan sosok pemimpin bangsa yang lahir dari pengalaman di tanah Deli. Sumber : Arsip Sejarah Kota Medan, Perpustakaan Nasional RI, Kompilasi BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut



 



BinasumutNews



SUTAN SYAHRIR: JEJAK PEMIKIR BANGSA YANG AWAL PERJUANGANNYA TERTANAM DI MEDAN



MEDAN – BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut – Banyak orang mengenal Sutan Sjahrir sebagai Perdana Menteri pertama Republik Indonesia, tokoh pemikir yang tenang namun tajam, dan arsitek pergerakan kemerdekaan yang tak pernah lelah. Namun tak banyak yang tahu: Medan adalah tanah tempat ia tumbuh, pertama kali membuka wawasan dunia, dan menanam benih cita-cita membebaskan negeri ini.

 

Bagi warga Sumatera Utara, nama besarnya bukan sekadar catatan buku sejarah nasional. Ia adalah bagian dari darah dan daging tanah ini—lahir di Bukittinggi, namun menempa jiwa dan akal sehatnya di Medan selama masa pendidikan yang sangat menentukan.

 

 

 

📚 MASA MENIMBA ILMU DI MEDAN: TAHUN BERAPA, DIMANA, HINGGA KAPAN LULUS

 

Sutan Sjahrir datang ke Medan pada tahun 1919, saat berusia sekitar 15 tahun. Ia langsung masuk ke jenjang pendidikan menengah pertama di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) Medan—sekolah menengah modern pertama dan terkemuka di wilayah Sumatera Timur pada masa kolonial, yang kini menjadi cikal bakal SMAN 1 Medan.

 

Ia bersekolah di Medan selama empat tahun penuh, hingga resmi lulus pada tahun 1923.

 

Selama masa bersekolah di sini:

 

- Ia belajar tidak hanya pengetahuan umum, tapi juga bahasa Belanda, Inggris, dan wawasan dunia yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya

- Bergaul dengan kawan dari beragam latar: pribumi, Tionghoa, India, dan Eropa, yang membuka pandangannya soal persamaan derajat

- Mulai mengamati ketimpangan nyata: kekayaan tanah Deli mengalir ke luar, sementara rakyat pribumi masih banyak yang tertinggal

- Mulai aktif berdiskusi dan menyusun pandangan tentang keadilan serta kemajuan bangsa

 

Setelah lulus MULO Medan tahun 1923, ia melanjutkan pendidikan ke Batavia (Jakarta) lalu ke Belanda, namun benih pemikiran dan keberaniannya berakar kuat dari pengamatan selama empat tahun di kota ini.

 

 

 

🧠 SOSOK YANG TAK HANYA PEMIMPIN, TAPI JUGA GURU BANGSA

 

Berbeda dengan tokoh pergerakan lain yang lebih banyak mengandalkan semangat api, Sutan Sjahrir dikenal sebagai pemikir yang rendah hati namun tegas. Ia pernah berkata: "Kemerdekaan bukanlah hadiah yang diminta kepada penjajah, melainkan martabat yang kita bangun sendiri dengan akal, kerja keras, dan persatuan."


Sutan Sjahrir saat menyampaikan siaran nasional melalui Radio Republik Indonesia, sekitar tahun 1946. Saat menjabat Perdana Menteri pertama Republik Indonesia, beliau sering menggunakan saluran ini untuk menyampaikan visi kemerdekaan, menjelaskan posisi bangsa Indonesia kepada dunia internasional, serta menguatkan semangat persatuan rakyat di tengah situasi masa awal kemerdekaan yang masih penuh tantangan. Sumber: Arsip Perpustakaan Nasional RI & Dokumentasi Sejarah RRI, Kompilasi BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut




Ia menolak kekerasan yang tak perlu, namun tak pernah mundur menghadapi ketidakadilan. Dan satu hal yang jarang diketahui: hingga akhir hayatnya, Sjahrir selalu menyebut Medan sebagai "kota yang membuka mataku". Ia sering berpesan kepada pemuda Sumut: jangan hanya menunggu perhatian dari pusat, jadikanlah pendidikan sebagai senjata untuk memajukan tanah kelahiran sendiri.

 

 

 

📌 PESAN BUAT GENERASI MUDA SUMUT HARI INI

 

Kini bangunan sekolah tempat ia belajar sudah berubah wajah, jalanan Medan pun makin ramai, namun semangatnya tetap hidup:

 

- Kecerdasan harus berjalan beriringan dengan hati nurani

- Anak daerah pun bisa menjadi pemimpin yang dihormati dunia

- Memajukan negeri dimulai dari memahami dan mencintai tempat kita dilahirkan

 

BinasumutNews menyajikan catatan ini agar kita tak lupa: di balik nama besar Sutan Sjahrir, ada jejak langkah nyata yang dimulai dari bangku sekolah di kota kita, Medan.

 

 

 

Sumber Referensi Sejarah: Arsip Perpustakaan Daerah Sumut, Biografi Resmi Sutan Sjahrir, Catatan Sejarah Pendidikan Kota Medan

Sajian Lengkap & Sudut Pandang Lokal: BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut


Rabu, 22 Juli 2026

RS Tembakau Deli : Saksi Sejarah Kesehatan di Kota Medan

Kiri: Bentuk asli Hospital Deli Maatschappij (1885),rumah sakit pertama di Medan untuk pekerja perkebunan dan warga.Kanan: Kondisi kini, bangunan bersejarah yang ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Medan di bawah pengelolaan PTPN II. Sumber: Arsip Sejarah & Dokumentasi BinasumutNews




 Binasumutnews



RS TEMBAKAU DELI: SAKSI SEJARAH KESEHATAN DI KOTA MEDAN

 

Oleh : Admin

 

Di tengah hiruk-pikuk perkembangan Kota Medan yang kini menjadi pusat pertumbuhan di wilayah Sumatera Utara, berdiri sebuah bangunan yang menyimpan jejak panjang peradaban kesehatan di tanah Deli. Rumah Sakit Tembakau Deli adalah fasilitas pelayanan kesehatan modern pertama yang pernah ada di Kota Medan, sekaligus saksi bisu dari masa kolonial, kemerdekaan, hingga perkembangan zaman hingga hari ini.

 

 

 

Awal Mula Berdirinya: Lahir dari Perkebunan Tembakau

 

Kisah rumah sakit ini bermula pada pertengahan abad ke-19, saat wilayah Deli menjadi pusat perkebunan tembakau berkualitas tinggi yang diminati pasar dunia. Perusahaan dagang Belanda bernama Deli Maatschappij yang mengelola lahan perkebunan menyadari perlunya fasilitas kesehatan yang layak bagi ribuan pekerja, pegawai, serta pejabat yang bertugas di wilayah tersebut.

 

Pada tahun 1885, secara resmi didirikan bangunan yang awalnya bernama Hospital Deli Maatschappij di lokasi yang kini menjadi Jalan Putri Hijau, Kecamatan Medan Kota. Bangunan awalnya berbentuk satu lantai dengan atap rumbia dan dinding kapur putih, dikelilingi kebun kelapa sawit dan pohon palem yang menjadi ciri khas lanskap Medan masa itu.

 

Pada masa itu, akses pengobatan di wilayah Deli sangat terbatas. Sebelum rumah sakit ini berdiri, warga dan pekerja hanya mengandalkan pengobatan tradisional atau tenaga medis yang datang dari luar secara berkala. Berdirinya rumah sakit ini menjadi tonggak penting: untuk pertama kalinya, tersedia tenaga medis terlatih, obat-obatan standar, dan ruang rawat inap yang layak.

 

Rumah sakit ini tidak hanya melayani pekerja perkebunan, tetapi juga perlahan terbuka bagi warga sekitar, bahkan menjadi rujukan bagi wilayah lain di Sumatera Timur. Desain bangunannya pun dikembangkan dengan gaya arsitektur kolonial Belanda yang disesuaikan dengan iklim tropis, dengan ventilasi luas agar udara dapat bersirkulasi dengan baik.

 

 

 

Perjalanan Panjang Sepanjang Zaman

 

Setelah masa kemerdekaan, pengelolaan rumah sakit ini beralih ke tangan negara, namun tetap mempertahankan fungsi utamanya sebagai pusat pelayanan kesehatan. Nama yang awalnya bernama Hospital Deli Maatschappij kemudian dikenal luas sebagai Rumah Sakit Tembakau Deli, merujuk pada asal-usul pendiriannya yang berkaitan dengan industri tembakau Deli.

 

Selama lebih dari satu abad, rumah sakit ini terus beradaptasi. Ia pernah menjadi tempat pelatihan tenaga kesehatan pertama di wilayah Sumatera Utara, merawat pasien dari berbagai latar belakang, dan menjadi saksi peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah kota Medan.

 

 

 

Kondisi Saat Ini: Warisan Sejarah Yang Tetap Terjaga

 

Hingga hari ini, lokasi dan bangunan asli Rumah Sakit Tembakau Deli masih berdiri kokoh. Pengelolaannya kini berada di bawah PT Perkebunan Nusantara II (Persero), dan bangunan bersejarah ini telah secara resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Medan oleh Pemerintah Kota Medan.

 

Meskipun tidak lagi beroperasi sebagai rumah sakit umum yang melayani pasien harian seperti masa keemasannya, keberadaannya tetap dihargai sebagai aset sejarah yang tak ternilai. Bangunan ini menjadi pengingat bahwa perkembangan kesehatan di Medan bermula dari kebutuhan melayani manusia, dan tumbuh seiring berjalannya waktu.

 

Dari bangunan beratap rumbia tahun 1885 hingga bangunan cagar budaya yang kita kenal sekarang, Rumah Sakit Tembakau Deli tetap menjadi bukti nyata: bahwa sejarah kesehatan Kota Medan tak lepas dari kisah tempat ini.

 

 

 

Sumber Refrensi :

 

- Arsip Sejarah Deli Maatschappij dan Kesultanan Deli

- Dokumen Penetapan Cagar Budaya Kota Medan

- Catatan Sejarah Dinas Kebudayaan Sumatera Utara

 

BinasumutNews - Berita Terpercaya dari Sumut




Minggu, 19 Juli 2026

Bobby Nasution Serap Aspirasi Masyarakat Saat Berkantor di Nias Barat, dan Berikan Solusi Langsung!

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution berdialog santai dan akrab dengan warga serta tokoh masyarakat dalam kegiatan "Sapa Masyarakat" di Kabupaten Nias Barat, Sabtu (18/7/2026). Ia menyerap keluhan langsung dan memberikan solusi tanpa birokrasi berbelit.

 



BinasumutNews


BOBBY NASUTION BERKANTOR LANGSUNG DI NIAS BARAT: SERAP ASPIRASI, BERIKAN SOLUSI TANPA BIROKRASI BERLAPIS

 

Oleh: Tim Redaksi Binasumut

Lokasi: Kabupaten Nias Barat | 19 Juli 2026

 

BINASUMUTNEWS – Berita Terpercaya dari Sumut – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution benar-benar membuktikan janji kampanyenya: berkantor langsung di wilayah Kepulauan Nias, demi mendengar suara warga secara langsung dan memutus rantai keterlambatan pembangunan yang selama ini dirasakan di pulau terluar ini.

 

Bagi warga Nias, langkah ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ini adalah bukti bahwa pemerintah provinsi benar-benar hadir, tidak hanya mendengar laporan dari atas kertas, tapi merasakan langsung kesulitan yang dialami saudara-saudara kita di ujung barat Sumatera Utara.

 

Dalam rangkaian kunjungan kerja, Sabtu (18/7/2026), Bobby menggelar kegiatan "Sapa Masyarakat" di Kabupaten Nias Barat. Ia duduk setara berdialog tatap muka dengan nelayan tradisional, tokoh agama, tokoh adat, hingga warga biasa. Keluhan diserap langsung, dan keputusan solusi pun diberikan di tempat—tanpa harus menunggu berbulan-bulan di kantor-kantor Medan.

 

 

 

📢 TIGA KELUHAN UTAMA YANG DISAMPAIKAN WARGA

 

Dari pertemuan hangat tersebut, tercatat tiga hal yang paling mendesak dan menjadi beban warga selama ini:

 

- Nelayan terhambat: Sulit meningkatkan hasil tangkapan karena minimnya alat tangkap modern, perahu yang masih sederhana, dan belum ada dukungan pendukung melaut yang memadai.

- Infrastruktur putus: Kerusakan parah jalan dan jembatan antarwilayah membuat warga kesulitan bergerak, hasil bumi sulit dijual, dan pelayanan kesehatan sering terlambat.

- Fasilitas ibadah kurang: Banyak rumah ibadah membutuhkan perbaikan dan fasilitas tambahan demi kenyamanan jamaah.

 

 

 

✅ SOLUSI KONKRET YANG LANGSUNG DIPUTUSKAN

 

Bobby tidak hanya mendengar, tapi langsung menandai langkah nyata yang akan segera dijalankan:

 

1. BANTUAN KHUSUS NELAYAN

 

Pemprov Sumut segera menyalurkan dukungan lengkap:

 

- Mesin perahu dan genset kapal untuk memperluas jangkauan melaut

- Alat tangkap dan jaring yang lebih layak dan memadai

- Bantuan modal usaha agar operasional lebih lancar dan pendapatan meningkat

 

2. JALAN PENGHUBUNG NIAS SELATAN – NIAS BARAT DIMULAI AGUSTUS 2026

 

Menjawab keluhan paling mendesak:

 

- Pembangunan jalan dan jembatan jalur barat antarkabupaten resmi dimulai bulan depan, Agustus 2026

- Anggaran khusus sudah disiapkan, sehingga wilayah Nias tidak lagi terisolasi satu sama lain

 

3. BANTUAN SARANA KEAGAMAAN

 

Bantuan finansial tunai langsung disiapkan untuk renovasi dan pemenuhan fasilitas Masjid Al Uswah, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kenyamanan beribadah dan keharmonisan masyarakat.

 

 

 

💬 PENGHARGAAN WARGA: "TAK PERLU JAUH KE MEDAN, SOLUSI SUDAH ADA DI SINI"

 

Langkah ini disambut sangat antusias dan haru. Warga menyebut ini sebagai terobosan yang memotong birokrasi panjang: "Dulu harus kirim surat, tunggu berbulan-bulan, belum tentu sampai. Sekarang Bapak Gubernur datang sendiri, dengar keluhan kami, dan besok sudah ada jalan keluar."

 

Kehadiran ini menegaskan satu hal: Pembangunan Sumatera Utara merata. Tidak hanya berpusat di daratan utama atau kota besar, tapi tangan pemerintah juga menjangkau pulau terluar, pelosok desa, dan setiap warga yang membutuhkan.

 

BinasumutNews akan terus memantau perkembangan penyaluran bantuan dan pengerjaan infrastruktur ini, serta melaporkan kembali manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat Nias.

 

 

 

Sumber Rilis Resmi: Pemprov Sumut

Sajian Lengkap & Konteks Lokal: BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut