Sabtu, 27 Juni 2026

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Labuhanbatu Diperbaiki & Diperlebar

Pekerjaan perbaikan dan pelebaran ruas jalan strategis Aek Nabara–Negeri Lama–Tanjung Elang, Kabupaten Labuhanbatu, yang telah rusak puluhan tahun. Proyek ini dikerjakan Pemprov Sumut untuk meningkatkan akses dan mendongkrak perekonomian masyarakat.

 


Binasumut


Medan, Sabtu 27 Juni 2026



🛣️ Puluhan Tahun Rusak, Jalan Strategis Labuhanbatu Akhirnya Diperbaiki & Diperlebar


Bobby Nasution Wujudkan Jalan Layak Untuk Kesejahteraan Warga


BinasumutNews | Labuhanbatu, 26 Juni 2026 — Setelah puluhan tahun dibiarkan rusak parah dan menjadi keluhan utama warga, dua ruas jalan strategis di Kabupaten Labuhanbatu akhirnya mulai mendapatkan penanganan serius. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, kembali mewujudkan janji lewat Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI), membuka lembaran baru bagi akses dan perekonomian daerah.

 

 

 

📍 Lingkup Pekerjaan: 10 Km Jalan Diperbaiki & Ditingkatkan

 

Pengerjaan dimulai Jumat (26/6) di dua jalur utama:

✅ Ruas Aek Nabara – Negeri Lama: 3 km, terbagi dalam 5 segmen

✅ Ruas Negeri Lama – Tanjung Elang: 7 km, terbagi dalam 3 segmen

⏱️ Target selesai: Akhir tahun 2026

 

Menurut Syahrizal, Kepala Seksi Jalan dan Jembatan UPTD Rantauprapat Dinas Bina Marga Provinsi Sumut, perbaikan ini bukan sekadar menambal lubang:

 

“Kita tidak hanya perbaiki permukaannya saja. Badan jalan yang tadinya lebarnya 5 meter, kita perluas menjadi 6 meter. Ditambah bahu jalan dari beton kiri-kanan masing-masing 70 cm, supaya strukturnya lebih kokoh dan tahan lama,” jelasnya.

 

Ia juga memohon pengertian warga selama proses berlangsung:

 

“Kami mohon maaf atas debu dan gangguan sementara. Tetap berhati-hati saat melintas agar perjalanan tetap aman.”

 

 

 

💬 Harapan Warga: Jalan Mulus, Ekonomi dan Keselamatan Meningkat

 

Perbaikan ini disambut sangat antusias oleh masyarakat yang sudah lama merasakan dampak buruk jalan rusak.

 

Muslim Manik, warga pengguna jalan sehari-hari, mengungkapkan harapan besar:

 

“Selama ini kami menderita. Orang sakit sering terlambat ke rumah sakit, hasil panen lama di jalan jadi harganya turun. Kalau jalan ini mulus, pasti biaya angkut lebih murah, barang cepat sampai, dan keselamatan lebih terjamin.”

 

Sementara itu Salomo Sihite, mekanik di Aek Nabara, menyambut dengan rasa syukur:

 

“Sudah banyak kecelakaan dan truk terbalik gara-gara lubang-lubang besar. Terima kasih Pak Gubernur, akhirnya jalan kami diperhatikan juga.”

 

 

 

Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara

 

Penulis : Tim Redaksi Binasumut

Jumat, 26 Juni 2026

Pj Sekda Provsu Sulaiman Harahap : Integritas Camat Harus 100% Tanpa Kompromi

Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap menegaskan pentingnya integritas 100% tanpa kompromi kepada para camat dalam kegiatan pembekalan di BPSDM Sumut.

 


Binasumut


Medan, Jumat 26 Juni 2026



📚 Bekali Camat, Pj Sekdaprov Sumut Tegaskan: Integritas Harus 100% Tanpa Kompromi

 

BinasumutNews, 26 Juni 2026 — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, menegaskan bahwa integritas adalah pondasi utama yang tidak bisa ditawar bagi setiap pejabat, terutama para camat yang menjadi ujung tombak pelayanan pemerintah di tingkat wilayah. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Pemerintahan serta Kepamongprajaan bagi para camat di lingkungan BPSDM Sumut, Jalan Ngalengko, Medan.

 

 

 

💯 Integritas Harus Sempurna, Bukan Separuh - separuh

 

Dalam arahannya, Sulaiman menggambarkan integritas sebagai nilai yang harus mencapai angka maksimal. Jika diukur dalam skala 0 hingga 100, maka setiap Aparatur Sipil Negara wajib berada di angka 100%.

 

“Nilai integritas tidak bisa ditawar, harus sempurna. Jika sudah berintegritas, maka akuntabilitas dan kompetensi akan mengikuti dengan sendirinya. Inilah modal utama kita membangun pemerintahan yang dipercaya rakyat,” tegasnya.

 

 

 

📍 Posisi Camat Sangat Strategis dan Penuh Tanggung jawab

 

Menurutnya, camat memiliki peran ganda sekaligus: sebagai pemimpin wilayah dan wakil pemerintah yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, tugasnya tidak terbatas pada jam kerja kantor saja.

 

“Camat bekerja nyaris 24 jam. Semua urusan di wilayahnya harus diketahui — mulai dari persoalan sosial, kelancaran roda pemerintahan, hingga kemajuan pembangunan. Di tangan merekalah kepercayaan rakyat diuji,” jelas Sulaiman.

 

Ia juga mengingatkan agar jabatan tidak dijadikan tujuan akhir, melainkan sebagai amanah untuk mengembangkan kemampuan diri dan melayani sesuai aturan yang berlaku.

 

 

 

💡 Inovasi Berawal dari Kemauan, Bukan Hanya Teknologi

 

Selain integritas, Sulaiman mendorong lahirnya budaya inovasi. Ia menegaskan bahwa inovasi tidak selalu butuh peralatan canggih atau biaya besar, melainkan berawal dari kesadaran untuk mencari solusi.

 

“Inovasi itu adalah kemauan. Kalau ada masalah di lapangan, pikirkan cara baru, lakukan langkah nyata. Jangan hanya menunggu atau mengandalkan teknologi semata. Semangat berubah itulah yang dibutuhkan,” pesannya.

 

 

 

🚀 Adaptif & Wujudkan Integritas dalam Tindakan

 

Sebagai penutup, ia mengajak para camat untuk meninggalkan pola pikir lama, terus memperluas wawasan, dan sigap mengikuti perkembangan zaman — termasuk mempercepat transformasi digital agar pelayanan publik makin cepat dan mudah.

 

“Ingat, integritas itu harus dibuktikan lewat perbuatan, bukan hanya tertulis di atas kertas atau diucapkan sebagai slogan semata,” pungkasnya.

 

 

 

Sumber : Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara


Penulis : Tim Redaksi Binasumut

Kamis, 25 Juni 2026

Dukung Pembangunan Tanjungbalai, Gubernur Bobby Fokus Buka Lapangan Kerja & Tingkatkan Layanan Publik

Audiensi Gubernur Bobby Nasution dengan jajaran Pemko Tanjungbalai terkait rencana pembangunan dan pengembangan potensi daerah.

 



Binasumut


Medan, 25 Juni 2026



 Gubernur Bobby Nasution Dukung Penuh Pembangunan Tanjungbalai : Ciptakan Lapangan Kerja & Dorong Ekonomi Daerah

 

BinasumutNews — Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan komitmennya untuk mendukung sepenuhnya rencana pembangunan Kota Tanjungbalai. Langkah ini difokuskan pada pengembangan potensi unggulan daerah guna membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

“Tujuannya jelas: menciptakan pekerjaan yang layak dan menguntungkan, sehingga warga bisa menghidupi keluarganya dengan baik. Setiap daerah punya potensi sendiri, tinggal disusun konsep pembangunannya yang terarah,” tegas Bobby dalam pertemuan dengan jajaran Pemko Tanjungbalai.

 

 

 

🤝 Dukungan Penuh Berbagai Sektor Pembangunan

 

Gubernur menyambut baik rencana penataan kota, pembangunan kawasan baru, serta peningkatan pelayanan publik. Menurutnya, upaya ini bukan sekadar memperindah wajah kota, tapi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

 

✅ Infrastruktur Jalan: Meminta proses lelang perbaikan jalan provinsi dipercepat agar segera dikerjakan.

✅ Pengembangan Kawasan Baru: Siap berkolaborasi penuh menyediakan kebutuhan pendukung pembangunan.

✅ Sektor Perikanan: Mendukung rencana pembangunan akses jembatan menuju Pulau Buaya untuk mewujudkan sentra perikanan unggulan.

 

 

 

🏥 Fokus Layanan Kesehatan : Kualitas Dulu, Baru Fisik

 

Bobby juga mengingatkan agar pengelolaan RSUD Tanjungbalai diprioritaskan pada peningkatan kualitas pelayanan dan manajemen terlebih dahulu, sebelum melakukan pembangunan gedung baru.

 

“Kalau manajemennya sudah bagus, pembangunan fisik akan memberikan manfaat maksimal dan bisa menjadi sumber pendapatan daerah yang andal,” ujarnya.

 

Sementara itu, Walikota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menyampaikan apresiasi atas perhatian tersebut. Ia melaporkan bahwa cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di daerahnya telah mencapai 99,4%, sehingga langkah selanjutnya adalah memastikan kualitas layanan yang setara.

 

 

 

Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara



Penulis : Tim Redaksi Binasumut

 


Kamis, 18 Juni 2026

Terendus Dugaan Korupsi Program MBG di Sumut : DPRD Sumut Komitmen Kawal Kasus Ini Sampai Ke Pusat

 




Binasumut


Medan, 18 Juni 2026




 📢 Sorotan Tajam: Dugaan Penyimpangan MBG di Sumut, Masyarakat Minta Pengusutan Tuntas

 

BinasumutNews — Kasus dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melanda tingkat pusat kini bergema hingga ke Sumatera Utara. Setelah Kejaksaan Agung menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional beserta dua mantan wakilnya, sorotan publik pun tertuju pada potensi penyimpangan serupa di daerah.

 

 

 

⚠️ Indikasi Pelanggaran Tata Kelola di Sumut

 

Elemen masyarakat sipil seperti Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK) dan Angkatan Muda Advokasi Hukum Indonesia (AMDHI) mengangkat temuan krusial:

 

🔹 Potensi Monopoli: Diduga ada satu pengusaha berinisial RB yang menguasai hingga 42 titik dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Sumut. Hal ini dinilai melanggar Peraturan Presiden No. 115 Tahun 2025, yang membatasi maksimal 10 titik dapur per mitra yayasan dalam satu provinsi guna mencegah dominasi pasar.

 

🔹 Praktik Jual‑Beli Titik Dapur: Terdapat laporan dugaan transaksi tidak sah penyerahan hak titik dapur di wilayah Pematangsiantar dan sekitarnya, yang diduga melibatkan unsur kepemimpinan regional program ini.

 

 

 

📢 Gelombang Aspirasi di Jalan Raya

 

Kekecewaan dan kekhawatiran warga disuarakan secara terbuka. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut. Tuntutan utama: pengusutan tuntas, transparansi penuh, dan evaluasi menyeluruh pelaksanaan MBG.

 

 

 

⚖️ Tanggapan Resmi Aparat & Legislatif

 

Kejati Sumut: Belum membuka penyidikan formal karena menunggu arahan langsung dari Kejagung. Namun, tim penyidik tetap mengumpulkan data dan pengaduan masyarakat untuk disiapkan sebagai bahan laporan ke pusat.

 

DPRD Sumut: Ketua DPRD Sumut, Erni, menyatakan sikap responsif. Dewan akan mengirimkan surat rekomendasi tertulis kepada Polda Sumut dan Kejati Sumut agar indikasi penyimpangan segera ditindaklanjuti.

 

 

 Sumber :

Liputan lapangan, pernyataan KAMAK, AMDHI, Kejati Sumut, dan DPRD Sumut.

 


Penulis : Tim Redaksi Binasumut

Sikap Tegas DPRD Sumut Pasca‑Aksi Massa: Usut Tuntas & Tertibkan Dapur MBG Bermasalah

Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti Sitorus, menandatangani dokumen tuntutan mahasiswa terkait dugaan penyimpangan program Makan Bergizi Gratis di depan Gedung DPRD Sumut, Medan.

 


Binasumut


Medan, 18 Juni 2026



Sikap Tegas DPRD Sumut Pasca‑Aksi Massa: Usut Tuntas & Tertibkan Dapur MBG Bermasalah

 

Binasumut, 18 Juni 2026 — Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa yang dipimpin BEM USU dan Unimed di depan Gedung DPRD Sumatera Utara mendapat tanggapan resmi dan tegas dari para wakil rakyat. Tak sekadar mendengar aspirasi, DPRD Sumut merumuskan langkah nyata dalam tiga aspek utama: penegakan hukum, penertiban operasional, hingga pengawalan ke tingkat pusat.

 

 

 

1️⃣ Desakan Penegakan hukum : Jual-Beli Titik Dapur Tak Boleh Dibiarkan

 

Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti Sitorus, turun langsung menemui massa aksi dan menandatangani dokumen tuntutan mahasiswa. Ia menegaskan, pasca‑penangkapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Kejagung, indikasi penyimpangan di daerah juga harus disisir tuntas.

 

“Kami mendesak Polda Sumut dan Kejati Sumut segera menyelidiki dugaan jual‑beli titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah ini. Jangan sampai ada celah bagi praktik serupa yang merugikan tujuan program,” tegas Erni.

 

 

 

2️⃣ Komisi E : Dapur Tak Layak Harus Ditutup

 

Dari sisi pengawasan teknis, Ketua Komisi E DPRD Sumut, Muhammad Subandi, mengeluarkan sikap tajam. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak, ditemukan sejumlah dapur yang hanya menyajikan menu tunggal—seperti telur berulang kali—dan tidak memenuhi standar gizi.

 

“Program ini bukan ladang mencari keuntungan pribadi. Jika ada yang jalankan di bawah standar, menu tidak bervariasi, maka sikat saja, tutup dapur itu,” ujar Subandi dengan tegas.

 

Rekomendasi ini menjadi sinyal kuat bahwa kualitas layanan tak bisa dikompromikan demi efisiensi semu.

 

 

 

3️⃣ Aspirasi Mahasiswa Diteruskan Ke Pemerintah Pusat

 

DPRD Sumut juga berkomitmen membawa tuntutan masyarakat ke tingkat nasional. Wakil Ketua DPRD, Sutarto, bersama jajaran pimpinan menerima perwakilan mahasiswa Unimed dan menyatakan dokumen tuntutan akan disampaikan ke DPR RI serta Pemerintah Pusat.

 

Di antara poin yang diajukan:

✅ Evaluasi menyeluruh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis

✅ Penghentian sementara jika tata kelola belum rapi

✅ Pengalihan efisiensi anggaran ke prioritas pendidikan nasional

 

 

 

Sumber :

Rilis resmi DPRD Sumut, pernyataan Ketua DPRD & Komisi E, pantauan lapangan saat aksi mahasiswa.



Penulis : Tim Redaksi Binasumut

🌉 Underpass Aek Kanopan: Proyek Miliaran Berubah Jadi “Kolam” Kronis

Kondisi Underpass Aek Kanopan (Underpass Tanah Rendah), Kecamatan Kualuh Hulu, Labuhanbatu Utara, yang terendam banjir saat musim hujan dan tidak bisa dilalui kendaraan.

 


Binasumut


Medan, 18 Juni 2026




🌉 Underpass Aek Kanopan: Proyek Miliaran yang Berubah Jadi “Kolam” Kronis

 

Binasumut Labuhanbatu Utara, 18 Juni 2026 — Dibangun sebagai solusi andalan untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan keamanan di jalur lintas Sumatera, Underpass Aek Kanopan — yang juga dikenal warga sebagai Underpass Tanah Rendah kini justru menjadi sorotan tajam. Proyek infrastruktur strategis yang dimulai sejak akhir 2018 ini menuai kritik luas karena gagal berfungsi sesuai rencana, sekaligus menyisakan polemik anggaran dan status kepemilikan yang belum terjawab tuntas.

 

 

 

📜 Awal Mula : Harapan & Rencana Besar

 

Proyek ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara sebagai jalan lingkar kota yang diharapkan menjadi solusi permanen. Tujuannya sederhana namun krusial: mengurai kepadatan lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera dan menghilangkan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api. Pembiayaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dengan total nilai proyek yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

 

Namun, sejak tahap perencanaan pada tahun 2018, Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI telah mengeluarkan peringatan tegas: lokasi pengerukan di bawah rel kereta tersebut berdekatan dengan aliran sungai dan sangat rentan mengalami banjir. Sayangnya, peringatan tersebut tampaknya tidak disertai penanganan drainase yang memadai dalam desain akhir, sebagaimana dilaporkan oleh Waspada Online dan Antara Sumut.

 

 

 

🌊 Realita Lapangan : Jalan Yang Berubah Jadi Kolam

 

Begitu pembangunan selesai, masalah yang diprediksi mulai terlihat nyata. Setiap kali musim penghujan tiba, underpass ini berubah total:

✅ Ketinggian air: Sering melampaui 1 meter, bahkan lebih saat curah hujan tinggi

✅ Fungsi hilang sepenuhnya: Jalan lingkar tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat

✅ Keluhan warga: Anggaran besar telah dikeluarkan, namun kemacetan justru tak terurai saat cuaca buruk — tujuan utama proyek ini tidak tercapai.

 

Kondisi ini sering terekam dalam liputan Tribun Medan dan Berita Harian Sumut, yang menampilkan warga terpaksa berjalan kaki atau mencari jalan memutar jauh demi menghindari genangan.

 

 

 

Polemik Belum Usai : Siapa yang Bertanggung jawab?

 

Di luar masalah teknis, muncul dua isu mendasar yang masih menjadi tanda tanya publik:

 

🔹 Indikasi Mal Administrasi APBD

Proyek ini sempat kembali mencuat dan menjadi sorotan tajam pengamat serta media lokal seperti Analisadaily.com dan Indozone Sumut, terkait kelancaran proses pengadaan, pengawasan, dan kesesuaian penggunaan dana daerah.

 

🔹 Batas Wilayah yang Kabur

Temuan di lapangan yang dilaporkan Medan Pos menunjukkan bangunan fisik underpass ini berada atau berbatasan langsung dengan wilayah administrasi Kabupaten Asahan. Hal ini menyebabkan:

→ Status penyerahan aset belum jelas

→ Belum ada pihak yang secara tegas menanggung biaya pemeliharaan rutin

→ Potensi terabaikan dalam jangka panjang makin besar

 

 

 

Kesimpulan

 

Underpass Aek Kanopan menjadi contoh nyata bagaimana kelalaian dalam perencanaan awal dan ketidakjelasan batas wilayah bisa mengubah proyek miliaran rupiah menjadi beban publik. Fasilitas yang seharusnya menjadi tulang punggung mobilitas di Labura kini justru menjadi bahan refleksi tentang pentingnya perencanaan matang, pengawasan ketat, dan kejelasan tanggung jawab antarwilayah.

 

Apakah ada langkah perbaikan menyeluruh yang akan diambil pemda terkait? Warga berharap perhatian serius segera diberikan, agar “kolam” ini kembali menjadi jalan yang aman dan berfungsi.

 

 

 

Sumber :

Waspada Online, Antara Sumut, Tribun Medan, Berita Harian Sumut, Analisadaily.com, Indozone Sumut, Medan Pos, serta hasil pemantauan lapangan.

 

Tag :

#BeritaLabura #InfrastrukturSumut #UnderpassAekKanopan #PembangunanDaerah #SumutTerkini



Penulis : Tim Redaksi Binasumut

Senin, 15 Juni 2026

🛡️ Child Grooming: Bentuk Pelecehan pada Anak yang Sering Tak Disadari

 





Binasumut



Medan, 15 Juni 2026



🛡️ Child Grooming: Bentuk Pelecehan pada Anak yang Sering Tak Disadari

 

Binasumut - Dunia tumbuh kembang anak seharusnya dipenuhi rasa aman, kasih sayang, dan perlindungan. Namun, di balik itu ada ancaman yang sering tersamarkan, berjalan perlahan, dan sulit dikenali: child grooming. Ini bukan sekadar pertemanan biasa, melainkan pola manipulasi yang bertujuan mengeksploitasi anak secara seksual — dan sayangnya, banyak korban maupun orang terdekat tidak menyadarinya hingga kerusakan terjadi.

 

 

 

Apa Itu Child Grooming?

 

Child grooming adalah tindakan pendekatan bertahap yang dilakukan orang dewasa terhadap anak untuk mendapatkan kepercayaannya, kemudian memanipulasinya demi tujuan eksploitasi. Modus ini bisa berlangsung secara langsung dalam kehidupan sehari-hari maupun secara daring melalui media sosial dan aplikasi pesan.

 

Pelaku biasanya bersikap sangat perhatian, murah memberi hadiah, mendengarkan keluh kesah, hingga membuat anak merasa menjadi sosok yang istimewa dan dipahami. Bahkan, ia bisa menyamar sebagai teman, guru, tetangga, anggota keluarga, atau figur pelindung yang selama ini dipercaya. Karena pendekatannya halus, anak sering kali tidak bisa membedakan mana perhatian tulus dan mana niat jahat. Akibatnya, ia menjadi patuh dan tidak sadar sedang disakiti.

 

 

 

Tanda-Tanda Yang Perlu Diwaspadai

 

Setiap anak bisa menunjukkan perubahan yang berbeda, namun ada pola umum yang perlu diperhatikan oleh orang tua dan lingkungan terdekat:

 

✅ Memiliki kedekatan yang tidak wajar dengan orang dewasa yang usianya jauh lebih tua

✅ Sering membela, memuji, atau terus-menerus membicarakan sosok orang dewasa tertentu

✅ Lebih sering menghabiskan waktu bersama orang tersebut, hingga mengabaikan aktivitas rutin atau pertemanan dengan anak sebaya

✅ Mendapatkan hadiah, uang, atau perlakuan khusus tanpa alasan yang jelas

✅ Menjadi lebih pendiam, tertutup, dan enggan bercerita soal kegiatannya

✅ Mengalami perubahan sikap mendadak: mudah marah, cemas, menarik diri, atau terlihat sedih tanpa sebab

 

Jika Anda melihat satu atau lebih tanda ini, mulailah mendekati anak dengan tenang dan penuh rasa percaya — bukan dengan pertanyaan menuduh.

 

 

 

Dampak Jangka Pendek & Panjang

 

Child grooming tidak hanya melukai secara fisik, tetapi lebih dalam lagi pada kesehatan mental dan masa depan anak:

 

🔹 Gangguan tidur, mimpi buruk, atau sering terbangun ketakutan

🔹 Penurunan konsentrasi dan prestasi belajar di sekolah

🔹 Muncul rasa cemas berlebih, depresi, hingga gangguan stres pascatrauma

🔹 Perubahan pola makan, baik berkurang atau justru makan secara berlebihan

🔹 Menjadi mudah takut, agresif, atau menarik diri dari lingkungan sosial

🔹 Risiko tertular penyakit menular seksual jika eksploitasi fisik sudah terjadi

🔹 Dalam kasus terberat, anak bisa terjerat penggunaan alkohol atau zat adiktif yang diberikan pelaku

 

Dampak psikologis ini bisa terbawa hingga anak dewasa jika tidak ditangani dengan dukungan yang tepat.

 

 

 

Modus Daring : Mengenali dan Menghadapi Chat Grooming


 

Seiring makin luasnya akses internet, modus lewat pesan daring kian marak. Pelaku memancing rasa ingin tahu anak, berpura-pura memahami perasaannya, bahkan mengancam agar anak tidak berani melapor. Berikut langkah yang bisa diambil:

 

📌 Awasi penggunaan gawai secara bijak, tanpa melanggar batas privasi berlebihan

📌 Ajarkan anak untuk tidak membagikan data pribadi, alamat, atau jadwal kegiatan pada orang tak dikenal

📌 Latih ia berani berkata “tidak” dan segera mengakhiri percakapan yang terasa tidak nyaman

📌 Jika menemukan pesan mencurigakan, simpan buktinya — jangan dihapus

📌 Bicarakan dengan anak secara terbuka, tanpa menyalahkan, lalu laporkan ke pihak berwajib jika diperlukan

📌 Berikan dukungan emosional penuh: ingat, korban tidak bersalah

 

 

 

Cara Melindungi Anak Secara Utuh

 

Pencegahan Paling Efektif Dimulai dari Kedekatan dan Komunikasi Yang Baik :

 

💬 Bangun kepercayaan sejak dini, sehingga anak merasa aman bercerita apa saja tanpa takut dimarahi

🛑 Jelaskan batasan pribadi secara sederhana: bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh, dan bagaimana berkata tegas menolak hal yang membuatnya tidak nyaman

🌐 Berikan pemahaman risiko berinteraksi di dunia maya, dengan bahasa yang sesuai usia dan tidak menakut-nakuti

👂 Jadilah pendengar yang baik — jika anak menceritakan hal yang mengganjal, tanggapi dengan serius dan tenang

🩹 Segera hubungi psikolog anak atau tenaga profesional jika Anda menduga ada hal yang tidak wajar, agar anak mendapatkan pendampingan pemulihan yang tepat

 

 

 

Penutup

 

Melindungi anak dari bahaya child grooming adalah tanggung jawab kita bersama. Ketajaman hati orang tua, kepercayaan yang terjalin dengan anak, serta pengetahuan akan tanda bahaya adalah benteng paling kuat agar masa kecil anak tetap aman, ceria, dan bebas dari ancaman yang tak kasat mata.

 

Jika butuh panduan lebih lanjut, Anda bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional yang berkompeten di bidangnya.

 

 

 

📌 Sumber dan Tinjauan Medis:

Terakhir diperbarui: 14 Januari 2026

Ditinjau oleh: dr. Robby Firmansyah Murzen



penulis : Tim Redaksi Binasumut