![]() |
| Massa aksi bergerak menuju kawasan Jalan Sudirman–Thamrin untuk menyampaikan tuntutan rakyat. | Dokumen: KompasTV |
BinasumutNews
Medan, 12 Juni 2026
📰 Demo BEM UI & Ribuan Massa di Jakarta: Tuntut Efisiensi Anggaran, Turunkan Harga, dan Evaluasi Kebijakan Pemerintahannya
Jakarta – Ribuan massa yang digerakkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa Jakarta-Depok, komunitas pengemudi ojek daring, dan elemen masyarakat umum menggelar aksi unjuk rasa hari ini, Jumat. Aksi yang dimulai dengan long march dari kawasan Jalan Jenderal Sudirman ini ditujukan menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), namun sempat terhenti akibat pengamanan ketat yang diterapkan aparat keamanan.
📄 5 Tuntutan Utama Massa Aksi
Melalui pernyataan resmi yang disampaikan komite aksi, massa menyampaikan lima poin krusial yang ditujukan kepada pemerintah:
✅ Setop Pemborosan Anggaran Negara
Mengecam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dinilai tidak efisien, tidak tepat sasaran, dan banyak mengalir untuk hal-hal yang kurang mendesak.
✅ Turunkan Harga BBM dan Kebutuhan Pokok
Menanggapi lonjakan harga bahan bakar minyak dan sembako yang terus membebani daya beli masyarakat serta menekan kondisi ekonomi keluarga menengah ke bawah.
✅ Hentikan Program yang Dinilai Pemborosan
Mendesak penghentian dan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Kedua program tersebut dianggap memakan biaya besar namun manfaatnya belum terasa secara nyata bagi rakyat.
✅ Tolak Militerisme di Ranah Sipil
Menolak keterlibatan dan intervensi unsur militer secara berlebihan dalam ruang-ruang publik, kegiatan sosial, dan urusan yang menjadi kewenangan sipil semata.
✅ Pemerintah Akui Kesalahan Kebijakan
Meminta Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya untuk berhenti mengelak serta mengakui sejumlah kebijakan yang dinilai diambil secara tergesa-gesa dan kurang mempertimbangkan kondisi rakyat.
🚧 Kondisi Terkini di Lapangan
Massa mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol keprihatinan atas kondisi negara saat ini. Berikut gambaran situasi terbaru sepanjang hari:
🔹 Pergerakan Tertahan di Kawasan Tosari
Langkah massa terhenti di sekitar wilayah Tosari karena dihadang oleh barikade besi dan pengamanan gabungan. Sehingga mereka belum dapat melanjutkan perjalanan hingga ke titik tujuan utama di Bundaran HI.
🔹 Keluhan Terkait Pengawasan Lalu Lintas
Muncul laporan dari warga dan pengguna media sosial bahwa sejumlah kamera pengawas lalu lintas (CCTV) di kawasan sekitar Bundaran HI tidak aktif selama aksi berlangsung. Hal ini menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran publik.
🔹 Arus Lalu Lintas Tersendat Parah
Kepadatan kendaraan terjadi di sepanjang koridor Jalan Sudirman hingga Thamrin. Sebagian jalur ditutup untuk keamanan aksi, sehingga melambatnya pergerakan kendaraan umum maupun pribadi.
🔹 Imbauan Relokasi Lokasi Aksi
Pihak Polda Metro Jaya mengajak perwakilan massa untuk memindahkan titik penyampaian pendapat ke lokasi yang lebih luas, seperti di depan Gedung DPR RI atau area Patung Kuda, demi menjaga ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan lain.
🛡️ Sistem Pengamanan yang Diterapkan
Guna menjaga ketertiban dan keamanan bersama, aparat menyiapkan pengawalan dalam skala cukup besar:
🔹 Personel Gabungan Dikerahkan
Sebanyak 4.151 petugas dari unsur Kepolisian Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia disiagakan di sekitar kawasan pusat kota Jakarta Pusat.
🔹 Dijalankan Secara Humanis
Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan menghindari tindakan represif. Petugas dilarang membawa senjata api, bahkan terlihat ada yang duduk berdampingan dengan peserta aksi saat proses orasi berlangsung.
💡 Imbauan untuk Masyarakat
Pengguna jalan disarankan menghindari koridor Sudirman–Thamrin pada malam ini dan mencari rute perjalanan alternatif agar tidak terjebak kemacetan. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan masih berlangsung kondusif dan diawasi ketat oleh aparat.
Sumber: Rilis Resmi BEM UI, KompasTV, detikNews, 12 Juni 2026
Penulis : Tim Redaksi BinasumutNews







0 comments:
Post a Comment