Rabu, 22 Juli 2026

RS Tembakau Deli : Saksi Sejarah Kesehatan di Kota Medan

Kiri: Bentuk asli Hospital Deli Maatschappij (1885),rumah sakit pertama di Medan untuk pekerja perkebunan dan warga.Kanan: Kondisi kini, bangunan bersejarah yang ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Medan di bawah pengelolaan PTPN II. Sumber: Arsip Sejarah & Dokumentasi BinasumutNews




 Binasumutnews



RS TEMBAKAU DELI: SAKSI SEJARAH KESEHATAN DI KOTA MEDAN

 

Oleh : Admin

 

Di tengah hiruk-pikuk perkembangan Kota Medan yang kini menjadi pusat pertumbuhan di wilayah Sumatera Utara, berdiri sebuah bangunan yang menyimpan jejak panjang peradaban kesehatan di tanah Deli. Rumah Sakit Tembakau Deli adalah fasilitas pelayanan kesehatan modern pertama yang pernah ada di Kota Medan, sekaligus saksi bisu dari masa kolonial, kemerdekaan, hingga perkembangan zaman hingga hari ini.

 

 

 

Awal Mula Berdirinya: Lahir dari Perkebunan Tembakau

 

Kisah rumah sakit ini bermula pada pertengahan abad ke-19, saat wilayah Deli menjadi pusat perkebunan tembakau berkualitas tinggi yang diminati pasar dunia. Perusahaan dagang Belanda bernama Deli Maatschappij yang mengelola lahan perkebunan menyadari perlunya fasilitas kesehatan yang layak bagi ribuan pekerja, pegawai, serta pejabat yang bertugas di wilayah tersebut.

 

Pada tahun 1885, secara resmi didirikan bangunan yang awalnya bernama Hospital Deli Maatschappij di lokasi yang kini menjadi Jalan Putri Hijau, Kecamatan Medan Kota. Bangunan awalnya berbentuk satu lantai dengan atap rumbia dan dinding kapur putih, dikelilingi kebun kelapa sawit dan pohon palem yang menjadi ciri khas lanskap Medan masa itu.

 

Pada masa itu, akses pengobatan di wilayah Deli sangat terbatas. Sebelum rumah sakit ini berdiri, warga dan pekerja hanya mengandalkan pengobatan tradisional atau tenaga medis yang datang dari luar secara berkala. Berdirinya rumah sakit ini menjadi tonggak penting: untuk pertama kalinya, tersedia tenaga medis terlatih, obat-obatan standar, dan ruang rawat inap yang layak.

 

Rumah sakit ini tidak hanya melayani pekerja perkebunan, tetapi juga perlahan terbuka bagi warga sekitar, bahkan menjadi rujukan bagi wilayah lain di Sumatera Timur. Desain bangunannya pun dikembangkan dengan gaya arsitektur kolonial Belanda yang disesuaikan dengan iklim tropis, dengan ventilasi luas agar udara dapat bersirkulasi dengan baik.

 

 

 

Perjalanan Panjang Sepanjang Zaman

 

Setelah masa kemerdekaan, pengelolaan rumah sakit ini beralih ke tangan negara, namun tetap mempertahankan fungsi utamanya sebagai pusat pelayanan kesehatan. Nama yang awalnya bernama Hospital Deli Maatschappij kemudian dikenal luas sebagai Rumah Sakit Tembakau Deli, merujuk pada asal-usul pendiriannya yang berkaitan dengan industri tembakau Deli.

 

Selama lebih dari satu abad, rumah sakit ini terus beradaptasi. Ia pernah menjadi tempat pelatihan tenaga kesehatan pertama di wilayah Sumatera Utara, merawat pasien dari berbagai latar belakang, dan menjadi saksi peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah kota Medan.

 

 

 

Kondisi Saat Ini: Warisan Sejarah Yang Tetap Terjaga

 

Hingga hari ini, lokasi dan bangunan asli Rumah Sakit Tembakau Deli masih berdiri kokoh. Pengelolaannya kini berada di bawah PT Perkebunan Nusantara II (Persero), dan bangunan bersejarah ini telah secara resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Medan oleh Pemerintah Kota Medan.

 

Meskipun tidak lagi beroperasi sebagai rumah sakit umum yang melayani pasien harian seperti masa keemasannya, keberadaannya tetap dihargai sebagai aset sejarah yang tak ternilai. Bangunan ini menjadi pengingat bahwa perkembangan kesehatan di Medan bermula dari kebutuhan melayani manusia, dan tumbuh seiring berjalannya waktu.

 

Dari bangunan beratap rumbia tahun 1885 hingga bangunan cagar budaya yang kita kenal sekarang, Rumah Sakit Tembakau Deli tetap menjadi bukti nyata: bahwa sejarah kesehatan Kota Medan tak lepas dari kisah tempat ini.

 

 

 

Sumber Refrensi :

 

- Arsip Sejarah Deli Maatschappij dan Kesultanan Deli

- Dokumen Penetapan Cagar Budaya Kota Medan

- Catatan Sejarah Dinas Kebudayaan Sumatera Utara

 

BinasumutNews - Berita Terpercaya dari Sumut




0 komentar:

Posting Komentar