BinasumutNews
PT PPSU Gandeng Kedutaan Besar Tiongkok: Hadirkan 200 Mesin Cuci Darah dan PLTS 300 MW untuk Sumatera Utara
Oleh: Admin BinasumutNews
Tanggal: 24 Juli 2026
Lokasi: Jakarta / Sumatera Utara
BinasumutNews – PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) dengan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Kamis (23/7/2026). Kerja sama strategis ini difokuskan pada dua sektor utama yang sangat dibutuhkan masyarakat: peningkatan layanan kesehatan melalui penyediaan alat penunjang medis, serta percepatan transisi energi hijau lewat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar.
Penandatanganan disaksikan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, serta perwakilan pelaku usaha kedua negara.
Dua Sektor Utama Kerja Sama
Berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani, terdapat dua program besar yang akan segera direalisasikan:
1. Bantuan Layanan Kesehatan: Penyediaan sebanyak 200 unit mesin cuci darah yang nantinya akan didistribusikan ke rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai wilayah Sumatera Utara. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi antrean pasien gagal ginjal serta memperluas jangkauan pelayanan yang selama ini belum merata.
2. Pembangunan Energi Bersih: Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 300 Megawatt. Proyek ini menjadi salah satu upaya nyata Sumatera Utara dalam mendukung target energi terbarukan nasional sekaligus menjawab kebutuhan pasokan listrik andal di daerah.
Dukungan Pemerintah dan Peluang Investasi
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyambut baik langkah ini sebagai wujud nyata pembangunan berkelanjutan yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat.
“Semoga kerja sama ini menjadi awal dari semakin banyak investasi yang hadir di Sumatera Utara, terbukanya lapangan kerja baru, serta terciptanya peluang yang mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Bobby usai menyaksikan acara.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun menegaskan bahwa Sumatera Utara merupakan salah satu daerah prioritas dalam koridor ekonomi nasional. Ia menyoroti perubahan pola kerja sama yang kini mulai melibatkan sektor swasta secara lebih luas.
“Selama ini banyak berjalan melalui skema pemerintah ke pemerintah atau BUMN. Kali ini kita dorong lebih kuat ke arah swasta ke swasta, agar dampak ekonominya lebih cepat dirasakan. Dalam waktu dekat juga akan digelar forum khusus promosi investasi Sumatera Utara di Tiongkok,” jelas Djauhari.
Komitmen Pelaksana Profesional
Direktur Utama PT PPSU Ferry Indra menambahkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan segala tahapan agar kerja sama ini berjalan transparan dan memberikan nilai tambah maksimal bagi daerah.
“Kami berkomitmen menjalankan inisiatif kesehatan dan energi ini secara profesional. MoU ini juga membuka jalan bagi kemitraan ekonomi internasional yang lebih luas,” ungkap Ferry.
Perwakilan PT CNEC Engineering Indonesia Xu Qifei juga menyambut baik kesepakatan ini, dan berharap proyek-proyek yang disepakati dapat masuk dalam peta prioritas kemitraan strategis Indonesia–Tiongkok demi manfaat bersama.
Sumber: Diskominfo Sumut
BinasumutNews – Berita Terpercaya dari Sumut







0 komentar:
Posting Komentar